1.
SERUAN
DAN PERINGATAN ALLAH TA’ALA
1. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah
‘Azza wajala berfirman :
“Anak
Adam mendustakan Aku padahal tidak seharusnya dia berbuat demikian. Dia mencaci
Aku padahal tidak seharausnya demikian. Adapun mendustakan Aku adalah dengan
ucapannya bahwa “Allah tidak akan menghidupkan aku kembali sebagaimana
menciptakan aku pada permulaan”. Ketahuilah bahwa tiada ciptaan (makhluk)
pertama lebih mudah bagiku daripada mengulangi ciptaan. Adapun caci-makinya
terhadap Aku ialah dengan berkata,
“Allah mempunyai anak”. Padahal Aku Maha Esa yang bergantung kepada-Ku segala
sesuatu. Aku tiada beranak dan tiada pula diperanakkan dan tiada seorangpun setara dengan Aku.” (HR. Al Bukhari).
2. Dalam
hadits Qudsi dijelaskan bahwa Allah Ta’ala berfirman :
“ Hai anak Adam. Kamu tidak adail
terhadap-Ku. Aku mengasihimu dengan kenikmatan-kenikmatan tetapi kamu membenci
dengan berbuat maksiat-maksiat. Kebajikan kuturunkan kepadamu dan
kejahatan-kejahatanmu naik kepada-Ku. Selamanya malaikat yang mulia datang
melapor tentang kamu tiap siang dan malam dengan amal-amalmu yang buruk.
“Tetapi hai anak Adam, jika kamu tahu siapa yang disifatkan pasti kamu akan
cepat membencinya.” (Arrafii dan
Arrabii’).
3. Anak Adam
mengganggu Aku, mencaci-maki jaman (masa), dan Akulah jaman. Aku yang
menggilirkan malam dan siang. (HR. Al
Bukhari dan Muslim).
4. Allah Ta’ala berfirman (Dalam hadits Qudsi) :
“ Kebesaran (kesombongan atau
kecongkakan) pakaian-Ku dan keagungan adalah sarung-Ku.Barang siapa merampas
salah satu (dari keduanya) Aku lempar dia keneraka (jahanam).” (HR. Abu Dawud)
5. Berbaik sangka
terhadap Allah termasuk ibadah yang baik. (HR.
Abu Dawud).
6. Allah memiliki
sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barang siapa
memperhitungkannya dia masuk surga. (Artinya, mengenalnya dan melaksanakan
hak-hak nama-nama itu). (HR. Bukhari).
7. Allah ‘Azza wajala berfirman
(hadits Qudsi) :
“Hai anak Adam, Aku menyuruhmu
tetapi kamu berpaling, dan aku melarangmu tetapi kamu tidak mengindahkan, dan
Aku menutup-nutupi (kesalahan- kesalahan)mu
tetapi kamu tambah berani, dan aku membiarkanmu dan kamu tidak peduli.”
“Wahai orang yang esok hari bila
diseur oleh manusia akn menyambutnya, dan bila diseru oleh Yang Maha Besar (Allah)
dia berpaling dan mengesampingkan , ketahuilah, apabila kamu meminta Aku
memberimu. Jika kamu berdoa kepada-Ku Aku kabulkan, dan apabila kamu sakit
Aku sembuhkan, dan jika kamu berserah
diri Aku memberimu rezeki, dan jika kamu mendatangiku Aku menerimamu, dan bila
kamu bertaubat Aku ampuni (dosa-dosa)mu, dan Aku Maha Penerima Taubat dan Maha
Pengasih.” (HR. Attirmidzi dan Al Hakim).
2.
PERIHAL
NABI-NABI DAN RASUL-RASUL
1. Tiada Allah
mengutus seorang nabi kecuali pasti dia pengembala domba. (HR. Al Bukhari dan Muslim).
2. Kami (para nabi)
tidak diwarisi (meninggalkan warisan). Apa yang kami tinggalkan adalah sodaqoh
(untuk umat). (HR. Al Bukhari).
3. Sesungguhnya Allah
mengharamkan (mencegah) bumi makan jasad nabi-nabi. (HR. Al Hakim).
4. Sesungguhnnya tidak
layak bagi seorang nabi memasuki rumah yang mewah. (HR. Ibnu Haban).
5. “Isa bin Maryam
melihat sendiri seorang yang mencuri, lalu Isa ‘Alaihissalam berkata kepada
orang itu, “Kamu pencuri.“Tapi pencuri itu
menjawab, “ Tidak demi Allah yang tiada Tuhan kecuali Dia.” Isa lalu
berkata lagi, “ Aku beriman kepada Allah dan mendustakan mataku sendiri. (HR. Al Bukhari dan Muslim).
3.
MUHAMMAD
RASULULLAH SAW
1. Rasulullah SAW bersabda :
“Aku kesayangan Allah (dan
tidak congkak). Aku membawa panji“PUJIAN” pada hari kiamat, di bawahnya Adam
dan yang sesudahnya (dan tidak congkak). Aku
yang pertama pemberi syafa’at dan
yang diterima syafa’atnya pada hari kiamat (dan tidak congkak). Aku yang
pertama manggerakkan pintu surga dan Allah membukanya untukku dan aku
dimasukkanNya bersama-sama orang-orang beriman yang fakir (dan tidak congkak).
Dan Akulah paling mulia dari kalangan terdahulu dan terbelakang di sisi Allah
(dan tidak congkak).” (HR. Attirmidzi)
2. Ketika Aisyah Ra
ditanya tentang akhlak Rasulullah SAW, maka dia menjawab, “Akhlaknya adalah Al
Qur’an. “ (HR. Abu Dawud dan Muslim)
3. Aku menutup para
nabi. Tidak ada nabi lagi sesudah aku. (HR.
Ahmad dan Al Hakim)
4. Aku diberi (oleh
Allah) hikmah-hikmah yang banyak dalam ucapan-ucapan yang sedikit. (Maksudnya,
ucapan-ucapan beliau singkat tetapi mengandung makna yang luas dan dalam). (HR. Ahmad)
5. Kepada Rasulullah
SAW disarankan agar mengutuk orang-orang musyrik. Tetapi beliau menjawab :
“
Aku tidak diutus untuk (melontorkan) kutukan, tetapi sesungguhnya aku diutus
sebagai (pembawa) rahmt.” (HR. Al
Bukhari dan Muslim)
6. Anas Ra pembantu
rumah tangga naba Saw berkata. “Aku membantu rumah tangnga Nabi Saw sepuluh
tahun lamanya, dan belum pernah beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum
pernah beliau menegur, ” Kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan
ini.” (HR. Ahmad)
7. Rasulullah
melakukan shalat malam sehingga kedua kakinya bengkak. Beliau juga tidak senang
bila ada orang yang berjalan dibelakangnya. “ (Artinya, tidak sejajar dan
berjalan dibelakangnya dengan makud untuk menghormati beliau)”. (HR. Bukhari dan Muslim)
8. Anas Ra berkata,
“Rasulullah SAW adalah orang yang paling baik, paling dermawan (murah tangan),
dan paling berani”. (HR. Ahmad)
9. Tiada orang beriman
hingga aku lebih dicintai dari ayahnya, anaknya, dan seluruh manusia. (HR. Al Bukhari)
10. Aku
Muhammad dan Ahmad (terpuji), yang dihormati, yang menghimpun manusia, nabi (penyeru)
taubat, dan nabi (penyebar) rahmat. (HR.
Muslim)
4.
KETINGGIAN
AL QUR’AN
1. Aku tinggalkan
untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegangan dengannya,
yaitu kitabullah (Al Qur’an) dan sunnah Rasulullah SAW. (HR. Muslim).
2.
Sesungguhnya Allah, dengan kitab ini (Al Qur’an)
meningikan derajat kaum-kaum dan menyatukan derajat kaum yang lain. (HR. Muslim).
Penjelasan:
Maksudnya : Barang siapa yang
berpedoman dan mengamalkan isi Al Qur’an maka Allah akan meninggikan
derajatnya, tapi barang siapa yang tidak beriman kepada Al Qur’an maka Allah
akan menghinakankannya dan merendahkan derajatnya
3. Apabila seorang
ingin berdialog dengan Robbnya maka hendaklah dia membaca Al Qur’an. (HR. Adailami dan Al Baihaqi)
4. Orang yang pandai
membaca Al Qur’an akan bersama Malaikat yang mulia lagi berbakti, dan yang
membaca tetapi sulit dan terbat-bata maka dia mendapat dua pahala. (HR. Al Bukhari dan Muslim).
5. Sebaik-baik kamu
ialah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya. (HR. Al Bukhari).
6. Orang yang dalam
benaknya tidak ada sedikitpun dari Al Qur’an ibarat rumah yang bobrok. (Mashabihussunnah).
7. Barangsiapa
mengulas Al Qur’an tanpa ilmu pengetahuan maka bersiaplah menduduki neraka. (HR. Abu Dawud).
Penjelasan :
Maksud hadits ini adalah
menterjemah, menafsirkan atau menguraikan Al Qur’an hanya dengan akal pikirannya
sendiri tanpa akal dan naqal.
8. Barangsiapa
menguraikan Al Qur;an dengan akal pikirannya sendiri dan benar, maka
sesungguhnya dia telah berbuat kesalahan. (HR.
Ahmad).
9. Barangsiapa membaca
satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu pahala dan satu pahala diganjar
sepuluh kali lipat. (HR. Attirmidzi).
5.
LARANGAN
MENCACI SAHABAT-SAHABAT RASULULLAH SAW
1. Janganlah kamu
mencaci-maki sahabat-sahabatku. kalau ada orang yang menafkahkan emas sebesar
gunung Uhud, tidak akan mencapai satu cupak (lebih kurang 6 ons) atau separonya
yang mereka infakkan.
(Mashobihussunnah).
2. Sahabat-sahabatku
ibarat bintang-bintang barangsiapa menelusuri salah satunya dia mendapat
petunjuk jalan. (Ad- daarami).
6.
PERINTAH
BERPEGANG PADA AD-DIIN-NYA
1. Sesungguhnya
agama ini mudah dah tiada seorang yang mempersulit agama, kecuali pasti
dikalahkannya. Bertindaklah tepat, lakukan pendekatan, sebarkan berita gembira,
permudahlah dan gunakan siang dan malam hari serta sedikit waktu fajar sebagai
penolongmu. (HR. Al Bukhari).
2. Tiada
manusia mengabaikan sesuatu dari urusan agama untuk kepentingan keduniaan
mereka, kecuali Allah menimbulkan bagi mereka perkara-perkara yang lebih
membahayakan mereka. (HR. Ahmad).
3. Sesungguhnya
Allah mengutuskan kepada umat ini pada penghujung tiap seratus tahun orang yang
memperbaharui (ajaran) agama mereka. (HR. Abu Dawud dan Al Hakim).
4. Akan
datang satu masa, hati seorang mukmin cair sebaimana cairnya timah dalam api
disebabkan melihat bala dan peristiwa yang merugikan agamanya tetapi dia tidak
mampu merubahnya. (HR. Aththusi).
5. Agama
ini kokoh dan kuat. Masukilah dengan lunak dan jangan sampai timbul dalam
dirimu kejenuhan beribadah kepada Robbmu. (HR.
Al Baihaqi).
6. Yang
menyebabkan agama cacat ialah hawa nafsu. (HR.
Asyahaab).
7. Umatku dibebaskan (dari
tuntutan) disebabkan kesalahan (yang tidak sengaja), lupa dan terhadap apa yang
dipaksakan kepada mereka. (HR. Ath
Thobari).
8.
Tidak ada alasan bagi seseorang untuk diampuni dan
kembali kepada jalan Allah yang telah Allah tangguhkan ajalnya sehingga dia
telah mencapai usia enam pujuh tahun. (HR.
Al Bukhari).
Penjelasannya :
Jadi bila sudah
mencapai usia 60 tahun dan belum mau bertobat atas perbuatan dosanya maka tidak
ada lagi alasan baginya pada saat menghadapi perhitungan Allah.
9. Allah
menyukai akan rukhsah-rukhsahnya (dispensasi dan keringanan-keringanan dari
Allah, seperti Qoshar dan berbuka (tidak puasa)bagi musyafir) diterima dan di amalkan sebagaimana
seorang hamba menyukai pengampunannya. (HR.
Ath Thobari).
10. Sesungguhnya
Allah akan mendukung (mengokohkan) agama ini (islam) dengan perantaraan seorang
yang durhaka. (Mustafaq’alaih).
7.
ISLAM –
IMAN – IHSAN
1. Pada
suatu hari kami (Umar Ra dan para sahabat Ra) duduk-duduk bersama Rasulullah
SAW. Lalu muncul dihadapan kami seorang berpakaian putih. Rambutnya hitam
sekali dan tidak tampak tanda-tanda perjalanan. Tidak seorangpun dari kami yang
mengenalnya. Dia langsung duduk menghadap Rasulullah SAW. Kedua kakinya
menghempit kedua kaki Rasulullah, dan kedua telapak tanganya diletakkan diatas
paha Rasulullah SAW, seraya berkata, “ ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam.”
Lalu Rasulullah SAW menjawab. “ Islam ialah bersyahadat bahwa tidak ada tuhan
kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa
Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila mampu.” Kemudian dia bertanya lagi,” kini
beritahu aku tentang iman .” Rasulullah SAW menjawab,” beriman kepada Allah,
malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya, hari akhir dan beriman
kepada Qodar baik dan buruknya.” Orang itu lantas berkata,” Benar. Kini
beritahu aku tentang ihsan.” Rasulullah berkata,” beribadah kepada Allah
seolah-olah anda melihatNya walaupun anda tidak melihatNya, karena sesungguhnya
Allah melihat anda.” Dia bertanya lagi,” beritahu aku tentang Assa’ah (azab
kiamat).” Rasulullah menjawab,” yang
ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.” Kemudian dia bertanya lagi,” Beritahuu
aku tentang tanda-tandanya.” Rasulullah menjawab,” seorang budak wanita
melahirkan nyonya besarnya. Orang-oarang tanpa sandal, setengah telanjang,
melarat dan pengembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung
bertingkat.” Kemudian orang itu pergi menghilang dari pandangan mata. Lalu
Rasulullah SAW bertanya kepada Umar,” Hai Umar tahukah kamu siapa orang yang
bertanya tadi ? “
Lalu aku (Umar)
menjawab,” Allah dan Rasulnya lebih mengetahui.”Rasulullah SAW lantas berkata,”
itulah Jibril datang untuk mengajarkan agama kalian.” (HR. Muslim).
2. Iman
terbagi dua, separo dalam sabar dan separo dalam syukur. (HR. Al Baihaqi).
3.
Iman paling afdol ialah apabila kamu mengetahui bahwa Allah selalu
menyertaimu dimanapun kamu berada. (HR.
Ath Thobari).
4.
Sufyan bin Abdullah berkata,” ya Rasulullah
terangkan kepadaku tentang Islam. Aku tidak akan bertanya lagi kepada orang
lain.” Lalu Rasulullah SAW menjawab,” ikrarkanlah (katakan) :” Aku beriman
kepada Allah, kemudian berlakulah jujur (istiqomah).” (HR. Muslim).
5. Peliharalah
(perintah dan larangan) Allah, niscaya kamu akan selalu merasakan kehadiranNya.
Kenalilah Allah waktu kamu senang niscaya Allah akan mengenalimu waktu kamu
dalam kesulitan. Ketahuilah, apa yang luput dari kamu adalah sesuatu yang pasti
tidak mengenaimu dan apa yang akan mengenaimu pasti tidak akan meleset dari
kamu. Kemenangan (keberhasilan) hanya dapat dicapai dengan kesabaran.
Kelonggaran bersamaan dengan kesusahan dan datangnya kesulitan bersamaan dengan
kemudahan. (HR. Attirmidzi).
6. Sesungguhnya
bermula datangnya Islam dianggap asing (aneh) dan akan datang kembali asing.
Namun berbahagialah orang-orang asing itu. Para sahabat bertanya kepada
Rasulullah SAW,” ya Rasulullah, apa yang dimaksud orang asing (aneh) itu ? “ lalu Rasulullah menjawab,” orang-orang
yang melakukan kebaikan-kebaikan disaat orang-orang melakukan pengrusakan.” (HR. Muslim).
7. Umat
terdahulu selamat (jaya) karena teguhnya keyakinan dan zuhud. Dan umat terakhir
kelak akan binasa karena kekikiran (harta dan jiwa) dan cita-cita kosong.” (Ibnu Abi Ad-dunia).
8. Tiga
perkara berasal dari iman : (1) Tidak mengkafirkan orang yang mengucap
“Laailaaha illallah” karena sesuatu dosa yang dilakukannya atau mengeluarkannya
dari Islam karena sesuatu perbuatan : (2) Jihad akan terus berlangsung
semenjak Allah mengutusKu sampai pada saat yang terakhir dari umat ini
memerangi Dajjal tidak dapat dirubah kezaliman seorang zalim atau
keadilan seseorang yang adil : (3) Beriman kepada takdir-takdir.” (HR. Abu Dawud).
9. Pokok
segala urusan ialah Al Islam dan tiangnya adalah sholat, dan
puncaknya (atapnya) adalah berjihat (HR.
Attirmidzi).
10. Tiada
lurus iman seorang hamba sehingga lurus hatinya dan tiada lurus hatinya
sehingga lurus lidahnya. (HR. Ahmad).
5.
KEISTIMEWAAN
MUSLIMIN DAN MUKMIN
1. Tidak
ada orang yang lebih mulia di sisi Allah dari seorang mukmin (HR. Athabrani).
2. Umatku
(umat Muhammad) ibarat air hujan, tidak diketahui mana yang lebih awalnya atau
akhirnya. (Mashobih Assunnah).
3. Sesungguhnya
di kalangan hamba-hamba Allah ada orang yang apabila memohonkan sesuatu maka
Allah akan menerimanya (mengabulkan). (HR
Bukhari dan Muslim).
4. Waspadalah
terhadap firasat orang mukmin. Sesungguhnya dia melihat dengan nur Allah. (HR. Attirmidzi dan Athabrani).
5. Sebaik-baik
umatku adalah apabila pergi (musafir) dia berbuka puasa dan shalat Qashar, dan
jika berbuat kebaikan merasa gembira, tetapi apabila melakukan keburukan dia
beristigfar. Dan seburuk-buruk umatku adalah yang dilahirkan dalam kenikmatan
dan dibesarkan dengannya, makanannya sebaik-baik makanan, dia mengenakan
pakaian mewah-mewah dan bila berkata tidak benar (tidak jujur). (HR. Athabrani).
6. Barangsiapa
menyenangi amalan kebaikannya dan meyedihkan (bersedih dengan) keburukannya
maka dia adalah seorang mukmin. (HR. Al
Hakim).
7. Akan
ada suatu umat dari umatku yang masih tetap melaksanakan perintah Allah, maka
tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang mengecewakan dan menentangnya
dan sampai tiba ketentuan Allah mereka tetap dalam penderitaan tersebut. (HR. Al Hakim).
8. Orang
yang shaleh selalu mendapat tekanan-tekanan. (HR. Al Hakim).
9. Allah
Azza’wajalla mewajibkan tujuh hak kepada seorang mukmin kepada mukmin lainnya,
yaitu (1) melihat saudara seimannya dengan rasa hormat dalam pandangan
matanya; (2) mencintainya di dalam hatinya; (3) menyantuninya
dengan hartanya; (4) tidak menggunjingkannya atau mendengar
penggunjingan terhadap
kawannya; (5)
menjenguknya bila sakit; (6) melayat jenazahnya; (7) dan tidak
menyebut kecuali kebaikannya sesudah dia wafat. (HR. Ibnu Baabawih).
10. Sebaik-baiknya
kamu ialah yang diharapkan kebaikannya dan aman dari kejahatannya, dan
seburuk-buruk kamu ialah yang tidak diharapkan kebaikannya dan tidak aman dari
kejahatannya. (HR. At Tirmidzi dan Abu
Yu’la).
11. Mencaci-maki
seorang mukmin adalah suatu kejahatan, dan memerangi adalah suatu kekufuran. (HR. Muslim).
12. Aku
mengagumi seorang mukmin. Bila memperoleh kebaikan dia memuji Allah dan
bersyukur. Bila ditimpa musibah dia memuji Allah dan bersabar. Seorang mukmin
diberi paha dalam segala hal walaupun dalam sesuap makanan yang di angkatnya
kemulut isterinya. (HR. Ahmad dan Abu
Dawud)
13. Seorang
mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada seorang
mukmin yang lemah dalam segala kebaikan. Peliharalah apa-apa tang menguntungkan
kamu dan mohonlah pertolongan Allah, dan jangan lemah semangat (patah hati).
Jika ditimpa suatu musibah janganlah berkata, “ Oh andaikan aku tadinya
melakukan itu tentu berakibat begini dan begitu”, tetapi katakanlah, “ini
takdir Allah dan apa yang dikehendaki Allah pasti dikerjakanNya.” Ketahuilah
sesungguhnya ucapan : “Andaikata” dan “jikalau” membuka peluang bagi karya
setan.” (HR. Muslim).
14. Seorang
muslim ialah yang menyelamatkan kaum
muslimin dari lidah dan tangannya. Seorang mukmin ialah yang dipercaya oleh
kaum beriman terhadap jiwa dan harta mereka, dan seorang mujahir ialah yang
berhijrah meninggalkan dan menjauhi keburukan (kejahatan). (HR. Ahmad).
15. Seorang
mukmin tidak akan digigit dua kali dari lobang yang satu (sama). (Mustafaq’alaih).
16. Tidak
halal bagi seorang muslim menakut-nakuti saudaranya yang muslim. (HR. Abu Dawud).
17. Seorang
mukmin bukanlah pengumpat dan yang suka mengutuk, yang keji dan ucapannya
kotor. (HR. Bukhari)
9. KEUTAMAAN
MEMPELAJARI FIQIH DAN ILMU AGAMA
1. Apabila Allah menginginkan
kebaikan bagi seseorang maka dia diberi pendalaman dalam ilmu agama.
Sesungguhnya memperoleh ilmu hanya dengan belajar. (HR. Bukhari).
2. Para
ulama fiqih adalah pelaksana amanat para rasaul selama mereka tidak memasuki
(bidang) dunia. Mendengar sabda tersebut, para sahabat bertanya “ Ya
Rasulullah, apa arti memasuki (bidang) dunia?” Beliau menjawab, “mengekor kepada penguasa dan kalau mereka
melakukan seperti itu maka hati-hatilah terhadap mereka atas keselamatan
agamamu”. (HR. Athabrani).
3. Rasulullah SAW bersabda : ”Ya
Allah, rahmatilah khafilah-khafilahku.” Para
sahabat lalu bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah khalifah-khalifahmu ?” Beliau
menjawab, “Orang-orang yang datang sesudahku mengulang-ulang pelajaran
hadits-hadits dan sunahku dan mengajarkannya kepada orang-orang sesudahku”. (HR. Aridho).
10. HARI KIAMAT DAN HISAB
1. Seorang Arab Badui
bertanya, “ Kapankah tibanya kiamat? “ Nabi SAW lalu menjawab, “Apabila amanah
diabaikan maka tunggulah kiamat.” Orang itu bertanya lagi, “Bagaimana hilangnya
amanat itu ya, Rasulullah?” Nabi SAW menjawab, “Apabila perkara (urusan)
diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.” (HR.
Bukhari).
2. Mendekati kiamat
akan terjadi fitnah-fitnah seolah-olah kepingan-kepingan malam yang
gelap-gulita. Seorang yang pagi hari beriman maka pada sore harinya menjadi
kafir, dan orang yang pada sore harinya beriman maka pada pagi harinya menjadi
kafir, dia menjual agamanya dengan (imbalan) harta-benda dunia. (HR. Bukhari).
3. Belum terjadi
kiamat sehingga orang-orang dari umatku kembali menyembah berhala-berhala
selain Allah. (HR. Abu Dawud).
4. Belum terjadi
kiamat sebelum seorang yang melewati kuburan berkata, “Alangkah baiknya
sekiranya aku ditempat orang ini”. (Maksudnya, dia ingin mati dan tidak ingin
hidup karena beban berat yang selalu dihadapinya). (Bukhari).
5. Belum akan terjadi
kiamat sehingga anak selalu menjengkelkan kedua orang tuanya, banjir dimusim
kemarau, kaum penjahat melimpah, Orang-orang terhormat (mulia) menjadi langka,
anak-anak muda berani menantang orang tua serta orang jahat dan hina berani
melawan yang terhormat dan mulia.(HR.
Asysyihaab).
6. Belum akan kiamat
sehingga tidak ada lagi dimuka bumi ini orang yang menyebutnya : “Allah, Allah.” (HR. Muslim).
7. Belum akan datang
kiamat sehingga seorang membunuh tetangganya, saudaranya dan ayahnya. (HR. Bukhari).
8. Belum akan datang
kiamat sehingga manusia berlomba-lomba membangun dan memperindah masjid-masjid.
(HR. Abu Dawud).
9. Diantara
tanda-tanda kiamat ialah ilmu terangkat, kebodohan menjadi dominan, arak
menjadi minuman biasa, zina dilakukan dengan terang-terangan, wanita berlipat
banyak, dan laki-laki berkurang sehingga
lima puluh
orang wanita berbanding dengan seorang pria. (HR. Bukhari).
10. Belum akan datang
kiamat sehingga manusia berlomba-lomba dengan bangunan yang megah. (HR. Bukhari).
11. Belum akan tiba
kiamat sehingga merajalela “Alharju”. Para
sahabat lalu bertanya, ”Apa itu (Alharju), ya Rasulullah?” Lalu beliau
menjawab,”Pembunuhan…….pembunuhan….”.
(HR. Ahmad).
12. Belum akan tiba kiamat
melainkam matahari akan terbit dari barat. Jika terbit dari barat maka seluruh
umat manusia akan beriman. Pada saat itu tidak bermanfaat lagi iman seseorang
kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia belum
mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” (HR.
Bukhari dan Muslim).
13. Belum akan tiba
kiamat sehingga harta banyak dan berlimpah, dan orang keluar membawa zakat
hartanya tetapi tidak ada yang mau menerimanya, dan negeri-negeri arb kembali
menjadi rerumputan hijau dengan sungai-sungai mengalir. (HR. Muslim).
14. Tibanya kiamat atas
makhluk-makhluk yang jahat. (HR. Muslim)
Penjelasan :
Artinya : Sampai kiamat
tiba, tidak ada lagi orang yang beriman. Jadi yang ditimpa azab kiamat adalah
orang-orang yang jahat.
15.
Saat akan tiba kiamat, jaman saling mendekat,. Satu
tahun seperti sebulan, sebulan seperti seminggu, seminggu seperti sehari,
sehari seperti satu jam, dan satu jam seperti menyalakan kayu denga api. (HR. Attirmidzi).
Penjelasan :
Jika kiamat tiba maka rotasi bumi
makin cepat. Kalau rotasi sekarang 1000 mil per jam, maka dapat diperkirakan
pada hari kiamat tujuh kali atau dua belas kali bahkan lebih.
16. Demi yang jiwa
Muhammad dalam genggamanNya. Tiada tiba kiamat melainkan telah merata dan
merajalela dengan terang-terangan segala perbuatan mesum dan keji, pemutusan
hubungan kekeluargaan, beretika buruk dengan tetangga, orang yang jujur (amanat)
dituduh berkhianat, dan orang yang berrkhianat diberi amanat (dipercaya). (HR. Al Hakim).
17. Belum akan tiba
kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan orang-orang Yahudi. Kaum
muslimin membunuh mereka dan mereka bersembunyi di balik batu dan
pohon-pohonan. Lalu batu dan pohon-pohon berkata, “wahai muslim, wahai hamba
Allah, ini orang Yahudi dibelakang saya. Mari bunuh dia.” Kecuali pohon
“Gharqad” yang tumbuh di Baitil Maqdis. Itu pohon orang-orang Yahudi. (HR. Ahmad).
18. Orang-orang ahli
(Laailaaha illallah) tidak akan mengalami kesepian tatkala wafat, saat
dikuburan dan ketika dibangkitkan. Seolah-olah aku melihat mereka dibangkitkan
(tiupan terompet kedua). Mereka sedang menyingkirkan tanah (pasir) dari kepala
mereka seraya berkata, “ Alhamdulillah, yang telah menghilangkan duka-cita dari
kami.” (HR. Abu Yu’la).
19. Kamu akan
dibangkitkan pada hari kiamat tanpa sandal, telanjang bulat dan tidak di
khitan. Aisyah bertanya, “Ya Rasulullah, laki-laki dan perempuan saling melihat
(aurat) yang lain?” Nabi SAW
menjawab, “Pada saat itu segala urusan sangat dahsyat sehingga orang-orang
tidak memperhatikan (mengindahkan) hal itu.” (Mustafaq’alaih).
20. Didatangkan
kebaikan-kebaikan (pahala) dan kejahatan-kejahatan (dosa) seorang hamba, lalu
saling mengikis dan bila masih tersisa kebaikan (pahala) itu Allah akan
melapangkannya masuk surga. (HR.
Bukhari).
21. Seorang anak Adam
sebelum menggerakkan kakinya pada hari kiamat akan ditanya tentang lima perkara : tentang
umurnya, untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya, apa yang dilakukannya,
tentang hartanya, dari sumber mana dia peroleh dan dalam hal apa dia
membelanjakannya; dan tentang ilmunya,
mana yang diamalkan. (HR. Ahmad).
22. Amal seseorang tidak
dapat menyelamatkannya. Seorang sahabat lantas bertanya tentang sabda tersebut,
“ Termasuk engkau juga, Ya Rasulullah?” lalu Rasulullah menjawab, “ya, aku
juga, kecuali dikarunia Allah dan rahmatNya. Walaupun demikian kamu harus
berbuat yang benar (Baik).” (HR. Bukhari
dan Muslim).
23. Yang pertama diadili
antara manusia dihari kiamat ialah kasus pembunuhan. (HR. Muslim).
11. SURGA DAN NERAKA
1. Surga dikelilingi
oleh hal-hal yang tidak disukai dan neraka dikelilingi oleh syahwat.
(HR. Bukhari)
2. Aku menjenguk ke
surga, aku dapati kebanyakan penghuninya orang-orang fakir-miskin dan aku
menjenguk ke neraka, aku dapati kebanyakan penghuninya kaum wanita. (HR. Ahmad)
3. Tiada
sesuatu yang disesali oleh penghuni surga kecuali satu jam yang mereka lewatkan
(di dunia) tiada mereka gunakan untuk berzikir kepada Allah Azza Wajalla. (HR. Adailami)
4. Aku (Rasulullah
Saw) bertemu (nabi) Ibrahim ketika Isra’. Dia berkata, “Ya Muhammad, sampaikan
salamku pada umatmu dan beritahukan mereka : “Sesungguhnya surga itu lebih baik
lahannya, tawar airnya, lembah-lemabah-lembahnya datar dan tanamannya “Subhanallah walhamdulillah walailaha illah
wallahu akbar.”
5. Tidak ada di surga
sesuatu yang sama seperti yang ada di dunia kecuali nama-nama orang. (Ath-thabarani)
6. Rasulullah bersabda bahwa Allah SWT
berfirman :
Aku menyiapkan
untuk hamba-hambaKu yang shaleh apa-apa yang belum pernah dilihat oleh mata,
didengar oleh telinga dan belum pernah terlintas dalam benak manusia. Oleh
karena itu bacalah kalau kamu suka ayat : “Seorangpun tidak mengetahui apa yang
disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan
pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (As Sajdah 17) (Mutafaq ‘alaih)
7. Penghuni neraka
ialah orang yang buruk prilaku dan akhlaknya dan orang yang berjalan dengan
sombong, sombong terhadap orang lain, menumpuk harta kekayaan dan bersikap
kikir. Adapun penghuni surga ialah rakyat yang lemah, yang selalu dikalahkan. (HR. Al Hakim dan Ahmad)
8. Azab yang paling
ringan di neraka pada hari kiamat adalah dua butir bara api di kedua telapak
kakinya yang dapat merebus otak. (HR.
Attirmidzi)
9. Api anak Adam yang
biasa dipakai untuk memasak adalah bagian dari tujuh puluh bagian api neraka.
(Artinya, panas di neraka 70 kali lipat dari panas api di dunia). (HR. Bukhari)
10. Nabi Saw masuk
surga, orang yang mati syaid, anak yamg belum dewasa (baligh) dan anak
perempuan kecil yang dikubur hidup-hidup masuk surga juga. (HR. Abu Daud)
12. SUNNAH-SUNNAH YANG
UTAMA
1. Orang yang
berpegangan kepada sunahku pada saat umatku dilanda kerusakan maka pahalanya
seperti seorang syaid. (HR. Athabrani)
2. Barangsiapa
dikaruniai Allah kenikmatan hendaknya dia bertahmid (memuji) kepada Allah, dan
barangsiapa merasa diperlambat rezekinya hendaklah dia beristigfar kepada
Allah. Barangsiapa dilanda kesusahan dalam suatu masalah hendaknya mengucapkan
: “Laa haula wala Quwwata illa billahi Al’aliyyi Al’adhim.” (Tiada daya dan
tiada kekuatan kecuali dengan serta Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar)” (HR. Baihaqi dan Ar-rabii’)
3. Orang yang cerdik
ialah orang yang dapat menaklukkan nafsunya dan beramal untuk bekal sesudah
wafat. Orang yang lemah ialah yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan
muluk terhadap Allah. (HR. Abu Daud)
4. Angin adalah dari
kebaikan Allah yang membawa rahmat dan azab, maka janganlah kamu
mencaci-makinya. Mohonlah kepada Allah limpahan kebaikannya dan berlindunglah
kepada Allah dari keburukannya. (HR.
Bukhari)
5. Rasulullah Saw
melarang bernazar dengan sabdanya : “Sesungguhnya itu (nazar) tidak dapat
menolak sedikitpun dari takdir dan hanya penarikan uang dari seorang bakhil.” (HR. Bukhari)
Penjelasan :
Orang bakhil tidak bisa ditarik
uangnya dengan rela hati, tetapi dimungkinkan melalui nazar.
6. Anas Ra berkata,”Kami
bertanya kepada Rasulullah Saw,”Bila berjumpa sahabat (saudara seiman) apakah
kita saling membungkuk?”Nabi Saw menjawab,”Tidak usah.”Kami bertanya
lagi,”Apakah berpelukan satu sama lain?” Nabi
menjawab, “ Tidak, tetapi cukup
dengan saling bersalaman.” (HR. Ibnu Majah)
7. Rasulullah Saw
melarang kami mengenakan pakaian dari sutra, memakai cincin emas dan minum
dengan tempat yang biasa dipakai untuk minum arak (seperti kendi). (HR. An Nasaa’i)
8. Sebaik-baik urusan
adalah yang pertengahannya (yang ditengah-tengah). (HR.
Al Baihaqi).
9. Allah tidak
menyukai pria yang bersuara keras (tinggi), tetapi Allah suka yang bersuara
lembut. (HR. Al Baihaqi)
10. Sesungguhnya Allah
Ta’ala indah dan suka keindahan. Allah suka melihat tanda-tanda kenikmatannya
pada diri hambaNya, mambenci kemelaratan dan yang berlagak melarat. (HR. Muslim)
11.
Bersenda-guraulah dan bermain-mainlah. Sesungguhnya
aku tidak suka kalau terjadi kekerasan dalam agamamu. (HR. Baihaqi)
Penjelasan:
Yang dimaksud, agar dalam
beragama kita bersikap luwes dan tidak kaku.
12. Laksanakanlah
urusan-urusanmu dengan dirahasiakan. Sesungguhnya banyak orang menaruh dengki
kepada orang yang memperoleh kenikmatan. (HR.
Athabrani dan Al Baihaqi)
13. Hiburlah hatimu pada
saat-saat tertentu. “ (maksudnya, adalah hiburan yang tidak melanggar norma
agama dan akhlah). (HR. Athabrani dan Al
Baihaqi)
14. Tidak kecewa orang
yang istiqarah (memohon pilihan yang lebih baik dari Allah), tidak menyesal
orang yang bermusyawarah dan tidak akan melarat orang yang hidup hemat. (Atahabrani)
15. Orang yang paling
dekat dengan Allah ialah yang memulai memberi salam. (Abu Dawud)
16. Demi yang jiwaku
dalam genggamanNya. Kamu tidak dapat masuk surga kecuali harus beriman dan
tidak beriman kecuali harus saling menyayangi . Maukah aku tunjukan sesuatu
bila kamu lakukan niscaya kamu saling berkasih sayang? Sebarkan salam di antara
kamu. (HR. Muslim)
17. Janganlah kamu
berbaring dan meletakkan kaki yang satu di atas yang satunya lagi. (HR. Muslim)
18. Rasulullah Saw bila
menerima berita yang menggembirakan, beliau sujud syukur kepada Allah ‘Azza
wajalla. (HR. Al Hakim)
19. Demi Allah, aku ini
orang yang paling takut kepada Allah dan paling bertaqwa kepada-Nya. Tetapi aku
berpuasa dan berbuka, aku shalat dan tidur, dan aku mengawini wanita-wanita.
Barang siapa yang mengabaikan sunnahku maka dia bukan dari golonganku. (Mutafaq’alaih)
20. Jangan membiarkan
api tetap menyala di rumahmu selama kamu tidur. (HR.
Bukhari)
21. Sesungguhnya assalaam dari nama-nama Allah Ta’ala
diletakkan di bumi, maka sebarkanlah ucapan “assalaam” diantara kamu. (HR.
Bukhari)
22. Rasulullah Saw
melarang orang makan atau minum sambil berdiri. (HR. Muslim)
23. Sesungguhnya Allah
Tunggal (Esa) dan suka kepada yang ganjil (bilangan yang tidak genap). (HR. Attirmidzi)
24. Pakaian yang terbaik
untukmu yang terbaik ialah yang berwarna putih, maka pakailah dan juga untuk
mengkafani mayit-mayitmu. (Ath-thahawi)
25. Rasulullah SAW
apabila bersin. Beliau menutup wajahnya dengan tangan atau dengan bajunya dan
mengecilkannya (merendahkanya) suaranya. (HR
Abu Dawud dan Attirmidzi)
26. Sesungguhnya Allah
pemalu dan suka merahasiakan. Kamu akan mandi hendaklah menutupinya (bertabir)
dengan sesuatu. (Abu Dawud)
27. Rasulullah Saw
menyukai mendahului yang kanan dalam segala hal, meskipun waktu berjalan dan
ketika memakai sandal. (HR. Ibnu Hiban)
28. Perlahan-lahan dalam
segala hal adalah baik, kecuali dalam amalan untuk akhirat. (HR. Abu Dawud dan Ai Hakim)
29. Aku berwasiat
kepadamu agar bertaqwa kepada Allah ‘Azza wajalla, agar mendengar, taat dan
patuh meskipun pemimpinmu seorang budak. Barangsiapa hidup panjang umur dari
kamu maka dia akan melihat banyak silang-sengketa. Berpeganglah kepada sunnahku
dan sunnah-sunnah khulafa yang mendapat petunjuk dan hidayah (sesudahku). Gigitlah kuat-kuat
dengan gigi gerahammu. Waspadalah terhadap ciptaan persoalan-persoalan baru mengandung
kesesatan. (HR. Attirmidzi)
13.
BID’AH
DAN KESESATAN
1. Barang siapa
menimbulkan sesuatu yang baru dalam urusan (agama) kita yang bukan dari
ajarannya maka tertolak. (HR. Bukhari)
2. Sesungguhnya ucapan
yang paling benar adalah Kitabullah, dan sebaik-baiknya jalan hidup ialah jalan
Muhammad, sedangkan seburuk-buruknya urusan agama ialah yang diada-adakan. Tiap-tiap yang diada-adakan adalah bid’ah,
dan tiap bid’ah adalah sesat, dan tiap kesesatan (menjurus) ke neraka. (HR. Muslim).
3. Dua golangan dari
umatKu yang tidak punya bagian dalam Islam adalah kaum Jabariyah dan kaum
kadariyah. (HR. Muslim).
4. Apabila kamu
melihat orang-orang yang ragu dalam agamanya dan ahli bid’ah sesudah Aku
(Rasulullah SAW) tiada maka tunjuklah sikap menjauh (bebas) dari mereka.
Perbanyaklah lontaran cerca dan kata tentang mereka dan kasusnya. Dustakanlah
mereka agar mereka tidak yakin makin merusak (citra) Islam. Waspadai pula
orang-orang yang dikhawatirkan meniru-niru bid’ah mereka. Dengan demikian Allah
akan mencatat bagimu pahala dan akan meningkatkan derajat kamu diakhirat. (HR. Ath-thawi).
5. Kamu akan mengikuti
perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi
sehasta, sehingga kalau mereka masuk kelubang biawak pun kamu ikut memasukinya.
Para sahabat bertanya, “siapa”mereka” yang
baginda maksudkan itu, ya Rasulullah ?” Beliau
menjawab, “Orang-orang Yahudi dan
Nasrani.” (HR. Bukhari).
6. Tiga perkara yang
Aku takuti akan menimpa umatku setelah Aku tiada : Kesesatan sesudah menerima
pengetahuan, fitnah-fitnah yang menyesatkan, dan syahwat perut serta seks. (Ar-Ridha).
7. Barangsiapa menipu
umatku maka baginya laknat Allah, para Malaikat dan seluruh manusia.
Ditanyakan, “Ya Rasullah, apakah pengertian tipuan umatmu itu ?” Beliau
menjawab, “mengada-adakan amalan bid’ah, lalu melibatkan orang-orang kepadanya.”
(HR. Daruquthin dan Anas)
14.
MAUT DAN
KEMATIAN
1. Kematian yang
paling mulia ialah matinya para syuhada. (Asysyihaab).
2. Tiada satu yang
dialami anak Adam dari apa yang diciptakan Allah lebih berat daripada kematian.
Baginya kematian lebih ringan daripada apa yang akan dialami sesudahnya. (HR. Ahmad).
3.
Perbanyaklah mengingat kematian. Seseorang hamba
yang banyak mengingat mati maka Allah akan menghidupkan hatinya dan diringankan
baginya akan sakitnya kematian.
Penjelasan :
Dia mati dengan mudah dan ringan
pada saat sakaratul maut.
4. Janganlah seorang
mati kecuali dia dalam keadaan berbaik sangka terhadap Allah. (HR. Muslim).
5. Janganlah ada orang
yang menginginkan mati karena kesusahan yang dideritanya. Apabila harus melakukannya
hendaklah dia cukup berkata, “Ya Allah, tetap hidupkan aku selama kehidupan itu
baik bagiku dan wafatkanlah aku jika kematian baik untukku.” (HR. Bukhari).
6. Cukupkah maut
sebagai pelajaran (guru) dan keyakinan sebagai pelajaran. (HR. Athabrani).
7. Mati mendadak
adalah suatu kesenangan bagi seorang mukmin dan penyesalan bagi orang duhaka. (HR. Ahmad).
Penjelasan :
Artinya, seorang mukmin sudah mempunyai bekal
dan persiapan dalam menghadapi maut setiap saat, sedangkan orang durhaka tidak.
8. Turunkanlah orang
yang menjelang wafat dengan ucapan Laailaaha
illallah (maksudnya, agar dia mau meniru mengucapkannya). (HR. Muslim).
9.
Tidak dibolehkan bagi seorang wanita yang beriman
kepada Allah dan hari akhir berkabung atas suatu kematian lebih dari tiga
malam, kecuali terhadap kematian suaminya, maka masa berkabungnya empat bulan
dan sepuluh hari. (HR. Bukhari dan
Muslim).
Penjelasannya :
Kematian ayah, ibu, saudara dan
yang lain selain selain suaminya, masa berkabungnya tidak boleh melebihi tiga
hari.
10. Seorang sahabat
bertanya, “Ya Rasulullah, jenazah orang kafir berlalu dihadapan kami, apakah
kami perlu berdiri?”Nabi SAW segera menjawab, “Ya, berdirilah. Sesungguhnya
kamu berdiri bukanlah untuk menghormati mayitnya, tetapi menghormati yang merenggut
nyawa-nyawa.” (HR. Ahmad)
11. Ada tiga perkara yang mengikuti mayit sesudah
wafatnya, yaitu keluarganya, hartanya dan amalnya. Yang dua kembali dan yang
satu tinggal bersamanya. Yang pulang kembali adalah keluarga dan hartanya,
sedangkan yang tinggal bersamanya adalah amalnya. (HR. Bukhari dan Muslim).
12. seorang mayit dalam
kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang minta pertolongan. Dia
menanti-nanti doa ayah, ibu, anak dan kawan yang terpercaya. Apabila doa itu
sampai kepadanya baginya lebih disukai dari dunia berikut segala isinya. Dan
sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli
kubur sebesar gunung-gunung. Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada
orang-orang mati ialah mohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah
atas nama mereka. (Ad-dailami).
13. Allah mencatat ihsan
(kebaikan) atas segala sesuatu. Apabila kamu membunuh hewan maka bunuhlah
dengan cara yang baik dan jika kamu menyembelihnya sembelihlah dengan baik.
Asahlah tajam pisau potong dan ringankan hewan potongnya. (HR. Muslim).
14. Janganlah kamu
mengagumi amal seorang sehingga kamu dapat menyaksikan hasil akhir kerjanya
(amalnya). (Aththusi-Aththabarani).
15. Apabila seorang
muslim wafat dan jenazahnya dishalati oleh empat puluh orang yang tidak
bersyirik kepada Allah maka Allah mengizinkan syafaat olrh mereka baginya (si
mayit). (Abu Dawud).
16. Percepatlah
menghantar jenazah kekuburnya. Bila dia seorang yang shaleh maka kebaikkanlah
yang kamu hantarkan kepadanya dan bila kebalikannya, maka suatu keburukan yang
kamu tanggalkan dari beban lehermu. (HR.
Bukhari).
17.
Seorang mayit dapat disiksa (kubur) disebabkan
tangisan keluarganya. (Mashobih
Aljannah).
Penjelasannya :
Bila keluarganya menangisi mayit
dengan berlebih-lebihan berteriak-teriak. Menangisi denganwajar anggota
keluarga yang wafat diperbolehkan dalam agama. Lalu kenapa si mayit menanggung
akibatnya ? Ini disebabkan karena sebelum wafat beliau tidak pernah mengajarkan
demikian.
18. Barangsiapa wafat
pada hari jum’at maka dia terpelira dari fitnah (siksa) kubur. (Abu Ya’la).
19. Janganlan
mengingat-ingat orang-orangmu yang telah wafat, kecuali menyebut-nyebut
kebaikan mereka. (An Nasa’i).
20. Seorang sahabat
bertanya, “Ya Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yang akan berguna bagiku
dari sisi Allah.” NabiSAW lalu Bersabda : “Perbanyaklah mengingat kematian maka
kamu akan terhibur dari (kelelahan dunia, dan hendaklah kamu bersyukur.
Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa.
Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul. ”
(HR. Athabrani)
15.
SYUHADA
1. Para
syuhada di lembah (tepi) sungai dekat pintu surga dalam bangunan berkubah
berwarna hijau. Rezeki mereka datang dari surga setiap pagi dan petang. (HR. Al Hakim dan Ahmad).
2. Seorang yang mati
syahid diberi enam perkara pada saat tetesan darah pertama mengalir dari
tubuhnya: Semua dosanya diampuni (ditebus), diperlihatkan tempatnya disurga,
dikawinkan dengan bidadari, diamankan dari kesusahan kedahsyatan yang besar
(pada hari kiamat), diselamatkan dari siksa kubur dan dihiasi dengan pakaian
keimanan. (HR. Bukhari).
3. Barangsiapa tewas
membela Ad DienNya matinya syahid. (HR.
Asysyihaab).
4. Orang yang tewas melindungi keselamatan hartanya mati
syahid dan yang membela (kehormatan) keluarganya mati syahid dan membela
dirinya (kehormatan dan jiwanya) juga mati syahid. (HR. Ahmad).
5. Bagi Allah ada
hamba-hamba yang dipelihara dari pembunuhan. Umur mereka diperpanjang dengan
amalan kebaikan-kebaikan.Rezeki mereka ditingkatkan dan hidup mereka serba
selamat. Nyawa mereka direnggut dengan selamat di atas tempat tidurnya dan
mereka diberi kedudukan sebagai syuhada. (HR.
Atthabrani).
6. Barangsiapa mencari
mati syahid dengan sungguh-sungguh maka akan Aku berikan kepadanya meskipun dia
mati di atas tempat tidurnya. (HR.
Muslim).
7. Seorang yang mati
syahid dapat memberi syafaat bagi tujuh puluh anggota keluarganya. (HR. Ahmad dan Abu Dawud.)
8. Apa yang dirasakan
seorang syahid yang terbunuh adalah seperti yang dirasakan seorang dari cubitan
(gigitan serangga). (Attirmidzi dan Ibnu
Maajah).
9. Pahlawan syuhada
adalah Hamzah bin Abdul Mutthalib dan orang yang menghadap penguasa yang zalim
dan kejam untuk menyuruhnya berlaku baik dan mencegahnya berbuat kejahatan lalu
dia dibunuh oleh penguasa. (HR. Al
Hakim).
16.
SABDA
NABI SAW. TENTANG KUBURAN
1. Tiada aku melihat
sesuatu (yang buruk) kecuali (pasti) kuburan lebih buruk daripadanya. (HR. Attirmidzi dan Ibnu Maajah).
2. Jangan kamu shalat
menghadap kuburan dan jangan shalat di atas kuburan. (HR. Atthabrani).
3. Rasulullah SAW
melarang mengapur kuburan, Duduk di atas kuburan dan membina kuburan (dibangun
dengan bata atau dengan ubin, dll) tapi berupa unggukan tanah saja setinggi
atau satu jengkal. (HR. Muslim).
4.
Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani
karena menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat beribadah. (HR. Bukhari).
17. IBADAH
1. Laksanakanlah
segala apa yang diwajibkan Allah, niscaya kamu menjadi orang yang paling
bertaqwa. (HR. Atthabrani).
2.
Laksanakanlah ibadah sesuai kemampuanmu. Jangan
membiasakan ibadah ibadah lalu meninggalkannya. (HR. Addailami).
Penjelasannya :
Yang dimaksud ibadah ialah selain
yang fardhu.
3. Amal (kebaikan)
yang disukai Allah ialah yang langgeng meskipun sedikit. (HR. Bukhari)
4. Sebaik-baik ibadah
ialah yang dirahasiakan (tidak dipamerkan). (HR. Asysyihaab).
5. Allah Azza
Wajalla berfirman (hadits Qudsi) :
“Hai anak Adam, Luangkanlah waktu
untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku
menghindarkan kamu dari kemelaratan. Kalau tidak, Aku penuhi tanganmu dengan
kesibukan kerja dan Aku tidak menghindarkan kamu dari kemelaratan.” (HR. Attirmidzi dan Ibnu Maajah).
6. Binasalah
orang-orang yang berlebilebihan dalam beribadah. (HR. Muslim).
18.
PERINTAH
TAKUT KEPADA ALLAH
1. Barangsiapa takut
kepada Allah, maka Allah akan menjadikan segala sesuatu takut kepadanya.
Barangsiapa tidak takut kepada Allah, maka Allah menjadikan takut kepada segala
sesuatu. (HR. Al Baihaqi).
2. Dua mata yang
diharamkan dari api neraka, yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah,
dan mata yang menjaga serta mengawasi Islam dan umatnya dari (gangguan) kaum
kafir. (HR. Bukhari).
3. Puncak
kebijaksanaan ialah takut kepada Allah. Sebaik-baik yang tertanam dalam hati
adalah keyakinan. Keragu-raguan (dalam beriman) termasuk kekufuran. Kepemudaan
termasuk kelompok kegilaan (radikal). Orang bahagia adalah yang dapat mengambil
pelajaran dari (peristiwa) orang lain, dan orang yang sengsara ialah yang
sengsara sejak dalam kendungan ibunya. Tiap perkara yang akan datang adalah
dekat. (HR. Al baihaqi).
19.
KEUTAMAN
DO’A
1. Do’a adalah otak
(sumsum) ibadah. (HR. Attirmidzi).
2. Do’a adlah senjata
seorang mukmin dan tiang (pilar) agama serta
cahya langit dan bumi. (HR. Abu
Ya’la).
3. Akan mncul dalam
umat ini suatu kaum yang melampaui batas kewajaran dalam berthaharak dan
berdoa. (HR. Anmad dan Abu Dawud).
Penjelasan :
Berdoa memohon kepada Allah
hal-hal yang tidak mungkin dikabulkan oleh karena kelebihan atau tidak halal.
4. Do’a seorang mukmin
untuk kawannya yang tidak hadir dikabulkan Allah. (HR. Ahmad).
5. Jangan mendoakan
keburukan (mengutuk) dirimu atau anak-anakmu atau pelayan-pelayanmu (karyawan)
atau harta-bendamu (khawatir) saat itu cocok dikabulkan segala permohonan dan
terabul pula do’amu. (Ibnu khuzaimah).
6. Rasulullah SAW
ditanya, “pada waktu apa doa (manusia) lebih didengar (Oleh Allah)? ”Lalu
Rasulullah SAW menjawab, “Pada tengah malam dan pada akhir shalat fardhu
(seelum salam).” (Mashabin Assunnah).
7. Do’a yang diucapkan
antara azan dan iqomat tidak ditolak (oleh Allah). (Hr. Ahmad)
8. Bermohonlah pada
Robbmu disaat kamu senang (bahagia). Sesungguhnya Allah berfirman dalam (hadits
Qudsi) :
“Barangsiapa berdo’a (memohon)
kepada-Ku diwaktu dia senang (bahagia)maka Aku akan mengabulkan do’anya diwaktu
dia kesulitan, dan barangsiapa mohon Aku kabulkan dan barangsiapa rendah diri
kepasa-Ku Aku angkat derajatnya, dan barangsiapa mohon kepada-Ku dengan rendah
diri Aku merahmatinya dan barangsiap mohon pengampunanKu maka Aku ampuni
dosa-dosanya ” (Ar-Rabii).
9. Ada tiga orang yang tidak akan ditolak do’a
mereka : orang yang berpuasa sampai dia berbuka , seorang penguasa yang adil ,
dan do’a dizalimi (teraniaya) . do’a mereka diangkat oleh Allah keatas awan dan dibukakan baginya pintu
langit dan Allah bertitah ,” Demi keperkasaanKu, Aku akan memenangkanmu
(menolongmu) meskipun tidak segera.” (HR.
Attirmidzi).
10. Barangsiapa tidak
(pernah) berdo’a kepada Allah maka Allah murka kepadanya. (HR. Ahmad).
11. Apabila engkau
berdo’a janganlah engkau berkata, “Ya Allah, ampuni aku kalau Engkau
menghendaki, rahmatilah aku kalau Engkau menghendaki dan berilah aku rezeki
kalau Engkan ,menghendaki.” Hendaklah kamu bermohon dengan sesungguh hati sebab
Allah berbuat segala apa yang dikehendakiNya dan tidak ada paksaan
terhadap-Nya. (HR. Bukhari dan Muslim).
12. Hati manusia adalah
kandungan rahasia dan sebagian lebih mampu merahasiakan dari yang lain. Bila
kamu mohon sesuatu kepada Allah ‘Azza wajalla maka mohonkanlah dengan penuh
keyakinan bahwa do’amu akan terkabul. Allah tidak akan mengabulkan do’a orang
yang hatinya lalai dan lengah. (HR.
Ahmad).
13. Apabila tersisa
sepertiga dari malam hari Allah’ Azza wajalla turun kelangit bumi dan berfirman
: “Adakah orang yang berdo’a kepada-Ku akan Kukabulkan ? Adakah orang yang
beristigfar kepada-Ku akan kuampuni dosa-dosanya? Adakah orang yang memohon
rezeki kepada-Ku akan Kuberikannya rezeki? Adakah orang yang mohon dibebaskan
dari kesulitan yang dialaminya akan Kuatasi kesulitan-kesulitannya?” Yang
demikian (berlaku) sampai tiba waktu fajar (subuh). (HR. Ahmad).
14. Tidak ada yang lebih
utama (mulia) di sisi Allah daripada do’a. (Hr.
Ahmad).
15. Tiga macam do’a
dikabulkan tanpa diragukan lagi, yaitu do’a orang yang dizalimi, do’a kedua
orang tua, dan do’a seorang musafir (yang bepergian untuk maksud yang baik). (HR. Al Hakim).
16. Sesungguhnya Allah
Maha Pemalu dan Maha Murah hati. Allah malu bila ada hambaNya yang
menengadahkan tangann (memohon kepadaNya) lalu dibiarkannya kosong dan kecewa. (HR. Al Hakim).
17. Tiada seorang
berdo’a kepada Allah dengan suatu do’a, kecuali dikabulkanNya, dan dia
memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya
didunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan
mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa. (HR. Atthabrani).
18. Barangsiapa
mendo’akan keburukan terhadap orang menzaliminya maka dia telah memperoleh
kemenangan. (HR. Attirmidzi dan
asysyihaab).
19. Ambilah kesempatan
berdo’a ketika hati sedang lemah-lembut karena itu adalah rahmad. (HR. Addailami).
20. Ali Ra berkata,
“Rasulullah Saw lewat ketika aku sedang mengucapkan do’a: Ya Allah, rahmatilah
aku”. Lalu beliau pundakku seraya berkata, “ Berdo’alah juga untuk umum (kaum
muslimin) dan jangan khusus untuk pribadi. Sesungguhnya beda do’a untuk umum
dan khusus adalah seperti bedanya langit dan bumi.” (HR. Adailami)
21. Berlindunglah kepada
Allah dari kesengsaraan (akibat) bencana dan kesengsaraan hidup yang
berkesinambungan (silih berganti dan terusmenerus) dan suratan takdir yang
buruk dari cemoohan lawan-lawan. (HR.
Muslim)
22. Tidak ada manfaatnya
bersikap siaga dan berhati-hati menghadapi takdir, akan tetapi do’a bermanfaat
bagi apa yang diturunkan dan bagi apa yang tidak diturunkan. Oleh karena itu
hendaklah kamu berdo’a, wahai hamba-hamba Allah. (HR. Atthabrani)
23. Barangsiapa ingin
agar do’anya terkabul dan kesulitan-kesulitannya teratasi hendaklah dia
menolong orang yang dalam kesempitan. (HR.
Ahmad)
20.
KEKUATAN
ZIKIR
1. Apabila kamu telah
melewati taman-taman surga makan dan minumlah sampai kenyang. Para
sahabat lalu bertanya, “Apa yang dimaksud dengan taman-taman surga itu, ya
Rasulullah?” Beliau menjawab, “kelompok zikir (kelompok orang yang berzikir
atau mejelis taklim).” (HR. Attirmidzi
dan Ahmad).
2. Menyebut-nyebut
Allah adalah suatu penyembuhan dan menyebut-nyebut tentang manusia adalah
penyakit (artinya penyakit akhlak). (HR.
Al Baihaqi)
3. Demi yang jiwaku
dalam genggamanNya, kalau kamu selamanya bersikap seperti saat kamu ada
bersamaku dan mendengarkan zikir, pasti para malaikat akan bersalaman dengan
kamu di tempat tidurmu dan dijalan-jalan yang kamu lalui. Tetapi, wahai
Handhalah (nama seorang sahabat) kadangkala begini dan kadangkala begitu.
(beliau menucapkan perkataan itu kepada Handhalah hingga diulang-ulang tiga
kali).(Hr. Attirmidzi dan Ahmad)
4. Rasulullah SAW
menyebut-nyebut Allah setiap waktu (saat). (HR.
Muslim)
5. Perumpamaan orang
yang berzikir kepada Robbnya dan tidak, seumpama orang hidup dan orang mati. (HR. Bukhari dan Muslim)
6. Nyanyian dan
permainan hiburan yang melalaikan menumbuhkan kemunafikan dalam hati, bagaikan
air menumbuhkan rerumputan. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, sesungguhnya
Al Qur’an dan zikir menumbuhkan keimanan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan
rerumputan. (HR. Addailami)
7. Dua kalimat ringan
yang diucapkan lidah, berat dalam timbangan yang disukai oleh (Allah) arromah,
yaitu kalimat Subhanallah Wabihamdihi, subhanallahil ‘Adhim. (Maha suci Allah
dan dengan memujiNya, Maha suci Allah yang Maha Agung).(HR. Bukhari)
8. Ada empat perkara, barangsiapa memilikinya
Allah akan membangun untuknya rumah di surga, dan dia dalam naungan cahaya
Allah yang Maha Agung. Apabila pegangan teguhnya “Laailaha illallah”. Jika
memperoleh kebaikan dia mengucapkan “Alhamdulillah”, jika dia berbuat salah
(dosa) dia mengucapkan “Astaghfirullah” dan jika ditimpa musibah dia berkata:
“Inna lillahi wainna alaihi roji’uun.” (HR.
Adailami).
9. Maukah aku beritahu
amalanmu yang terbaik, yang paling tinggi dalam derajatmu, paling bersih di
sisi Robbmu serta lebih baik daripada menerima emas dan perak dan lebih baik
bagimu daripada berperang dengan musuhmu yang kamu potong lehernya atau mereka
memotong lehermu ? Para sahabat lalu menjawab,
“Ya.” Nabi SAW berkata, “Zikrullah.” (HR.
Ahmad dan Ibnu Maajah)
10.
Menang pacuan “Almufarridun”. Para
sahabat bertanya, “Apa Almufarridun itu?” Nabi SAW menjawab, “Laki-laki dan
wanita-wanita yang banyak berzikir kepada Allah.”(HR. Muslim)
Penjelasannya:
Almufarid ialah orang yang gemar
zikrullah dan selalu mengamalkanny dan tidak peduli apa yang dikatakan atau
diperbuat orang terhadapnya.
11. Seorang sahabat
berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya syariat-syariat Islam sudah banyak
bagiku. Beritahu aku sesuatu yang dapat aku menjadikan pegangan.” Nabi SAW
berkata, “Biasakanlah lidahmu selalu bergerak menyebut-nyebut Allah
(zikrullah). ” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
21.
Sebaik-baik zikir denganm suara rendah dan
sebaik-baik rezeki yang secukupnya. (HR.
Abu Yu’la)
Penjelasannya:
Rezeki yang secukupnya artinya
yang untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan dan tidak berlebih-lebihan.
13. Diantara ucapan
tasbih Rasulullah SAW ialah : “Maha suci yang memiliki kerajaan dan kekuasaan
seluruh alam semesta, Maha suci yang memiliki kemuliaan dan kemahakuasaan, Maha
suci yang hidup kekal dan tidak mati.” (HR.
Adailami)
14. Aku bertanya, “Ya
Rasulullah, apa keuntungan dan keberuntungan yang diperoleh dari majelis zikir
(majelis taklim)?” Nabi SAW menjawab, “Keuntungan dan keberuntungan yang
diperoleh dari majelis zikir (majelis taklim) ialah surga.” (HR. Ahmad)
15. Tiada amal perbuatan
anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah daripada zikirullah. (HR. Ahmad)
16. Wahai Aba Musa,
maukah aku tunjukkan ucapan dari perbendaharaan surga? Aku menjawab, “Ya. Nabi
berkata, “La haula wala Quwwata illa billah .” (Tiada daya upaya, tiada
kekuatan kecuali dengan Allah).” (HR.
Ibnu Haban dan Ahmad)
21.
NIAT
PANGKAL SELURUH AKTIVITAS
1. Sesungguhnya
amal-amal perbuatan tergantung niatnya, dan bagi tiap orang apa yang
diniatinya. Barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan rasulNya maka hijrahnya
kepada Allah dan rasulNya. Barangsiapa hijrahnya untuk meraih kesenangan dunia
atau menikahi wanita, maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia hijrahi. (HR. Bukhari)
2. Niat seorang mukmin
lebih baik dari amalnya. (HR. Al Baihaqi
dan Ar-Rabii)
3. Manusia
dibangkitkan kembali kelak sesuai dengan niat-niat mereka. (HR. Muslim)
22.
WUDHU
1. Barangsiapa
berwudhu dengan baik keluarlah dosa-dosanya dari jasadnya sampaipun dari bawah
kuku-kukunya. (HR. Muslim)
2. Seorang yang
selesai berwudhu dengan baik lalu mengucapkan dua kalimat Syahadat, maka akan
terbuka baginya pintu-pintu surga yang kedelapan dan dia akan memasuki pintu
yang mana saja dia kehendaki. (HR. Ahmad
dan Ibnu Maajah)
3. Nabi SAW melihat
Sa’ad yang sedang berwudhu, lalu beliau berkata, “Pemborosan apa itu hai
Sa’ad?” “Sa’ad bertanya, ”Apakah dalam berwudhu ada pemborosan?” Nabi Saw
menjawab, “Ya, meskipun kamu (berwudhu) di sungai yang mengalir.” (HR. Ahmad)
4. Akan terdapat dalam
umat ini suatu kaum yang berlebih-lebihan dalam berwudhu dan berdo’a. (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Maajah)
5. Umatku Akan tampil
pada hari kiamat dengan wajah bersinar, (tangan serta kakinya berkilauan dari
bekas-bekas wudhu) (HR. Ahmad, Bukhari,
dan Muslim)
23.
SHALAT
1. Yang pertama-tama
dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap
seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya.
Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses dan apabila shalatnya
buruk maka dia kecewa dan merugi. (HR.
Annasa’I dan Attirmidzi)
2. Paling dekat
seorang hanba kepada Robbnya ialah ketika ia bersujud maka perbanyaklah do’a
(saat bersujud). (Muslim)
3. Perumpamaan shalat lima waktu seperti sebuah
sungai yang airnya mengalir dan melimpah dekat pintu rumah seseorang yang tiap
hari mandi disungai itu lima
kali. (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Abdullah ibnu
Mas’ud Ra berkata, “Aku bertanya kepada rasulullah,”Ya Rasulullah, amal
perbuatan apa yang paling Afdol?” Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya. ”Aku
bertanya lagi, ”Lalu apa lagi?” Beliau
menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua. ” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa
lagi, ya Rasulullah?” Beliau menjawab,” Berjihad di jalan Allah”. (HR. Al Bukhari)
5. Yang kusenangi
dalam urusan duniamu adalah wanita dan wewangian dan dijadikan kesejukan mataku
(sebagai biji mata) dalam shalat. (HR.
Annasa’I dan Al Hakim)
6. Shalt dua rakaat
(sunat fajar) lebih baik dari dunia dan segala isinya. (HR. Attirmidzi)
7. Barangsiapa
meninggalkan shalat dengan sengaja maka dia kafir terang-terangan. (HR. Ahmad)
8. Suruhlah
anak-anakmu shalat bila berumur tujuh tahun dan gunakan pukulan jika mereka
sudah berumur sepuluh tahun dan pisahkantempat tidur mereka (putera-puteri). (Abu Dawud)
9. Shalat pada awal
waktu adalah keridhoan Allah dan shalat pada akhir waktu adalah pengampunan
Allah. (HR. Attirmidzi)
10. Barangsiapa lupa
shalat atau ketiduran maka tebusannya ialah melakukannya pada saat dia ingat. (HR. Ahmad)
11.
Ibnu Abbas Ra. Berkata : Rasulullah SAW. Pernah
menjama’ shalat dzuhur dengan ashar dan magrib dengan isya’ di Madinah tanpa
disebabkan factor ketakukan (khauf) atau hujan. Beliau ditanya apa sebabnya,
lalu menjawab, “agar tidak menyulitkan umatnya.” (HR. Muslim)
Penjelasannya :
“Jika menghadapi soal yang sangat
penting dan mendesak beliau pernah menjama’ walaupun bukan mushafir.”
12. Apabila seseorang
mengantu saat mengerjakan shalat hendak dia tidur sampai hilang ngantuknya,
sebab bila saat dalam keadaan mengantuk tidak menyadari bahwa ketika istigfar
ternyata dia memaki dirinya. (HR.
Bukhari)
13. Janganlah melakukan
shalat pada saat hidangan makanan sudah tersedia dan jangan pula memulai shalat
dalam keadaan menahan kencing dan buang air (termasuk kentut). (HR. Ibnu Hiban)
14.
Apabila diserukan untuk shalat datangilah dengan
berjalan dengan tenang. Apa yang dapat kamu lkuti adalah dan yang tertinggal
lengkapilah. (HR. Ahmad)
Penjelasan :
Tidak boleh tergesa-gesa dan
berlarian menuju mesjid.
15. Yang pertama-tama
diangkat dari umat ini ialah khusyu’ sehingga tidak terlihat seorangpun yang
khusyu’. (HR. Ahmad dan Atthabrani).
16. Allah Ta’ala tetap
berhadapan dengan hambaNya yang sedang shalat dan jika ia mengucapan salam
(menoleh) maka Allah meninggalkannya. (HR.
Moshobih Assunnah)
17. Allah ‘Azza wajalla
berfirman (Hadits Qudsi).
“Tidak semua orang yang shalat
itu bershalat. Aku hanya menerima shalat orang yang merendahkan diri kepada keagunganKu,
menahat syahwadnya dari perbuatan haram laranganKu,dan tidak terus-menerus (ngotot)
bermaksiat kepadaKu, Memberi makan kepada yang lapar dan memberi pakaian orang
yang telanjang, mengasihani orang yang terkena musibah dan menampung orang
asing. Semua itu dilakukan karena Aku”
“Demi keagungan dan kebesaranKu, sesungguhnya
bagiKu cahaya wajan lebih bersinar dari matahari dan Aku menjadikan
kejahilannya kesabaran (kebijaksanaan) dan menjadikan kegelapannya terang, dia
berdoa kepada-Ku dan Aku mengabulkannya, dia memohon dan Aku memberikannya dan
dia mengikat janji dengan-Ku dan Aku tepati (perkokoh) janjinya. Aku lindungi
dia dengan pendekatan kepadanya dan Aku menyuruh para Malaikat menjaganya.
BagiKu dia sebagai surga Firdaus yang belum tersentuh buahnya dan tidak berobah
keadaannya.” (HR. Adiilami)
18. Nabi Saw ditanya
tentang shalat, “Bagaimana shalat yang paling afdol ?” Beliau menjawab,”Berdiri
yang lama.” (HR. Muslim)
19. Rasulullah Saw
apabila berdiri sesudah ruku’ beliau membaca : “Allah mendengar siapa yang
memujiNya. Ya Allah Robb kami. Seluruh pujian bagiMu sepenuh-penuh langit, bumi
dan apa yang Engkau kehendaki sesudahnya. Engkaulah yang patut disyukuri dan
dipuji. Engkaulah yang paling layak diucapkan seorang hamba dan kami semua
adalah hambaMu. Ya Allah, tidak ada pencegah bagi pemberianMu dan tidak memberi
apabila Engkau menolaknya dan tidak berguna kebesaran seseorang kecuali dengan
kebsearan dari sisiMu.” (HR. Muslim)
20. Nabi Saw bila
mendengar seruan azan, Beliau menirukan kata-kata dan seruannya. (HR. Ath-thahawi)
21. Barangsipa
mengucapkan (do’a) setelah mendengar suara muezzin : “Ya Allah, Robb seruan
(azan) yang sempurna ini dan shalat yang ditegakkan, karuniakanlah kepada
Muhammad derajat dan kemulian yang tinggi dan kedudukan yang terpuji yang
Engkau janjikan untuknya.” Maka patut baginya memperoleh syafaat pada hari
kiamat. (HR. Al Bukhari)
22. Maukah aku beri tahu
apa yang dapat menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat ? “Para
sahabat menjawab :” Baik ya Rasulullah. “Beliau berkat,” Berwudhu dengan baik,
menghilangkan kotoran-kotoran, banyak langkah di ayunkan menuju mesjid, dan
menunggu shalat (Isya) sesudah shalat (Magrib). Itulah kewaspadan (kesiagaan).”
(HR. Muslim)
Penjelasan :
Kesiagaan dan kesiapan untuk
menghadapi perang fi sabilillah untuk membuka (menguasai) Mekkah.
23. Sebaik-baik shaf
(barisan) laki-laki adalah yang paling depan dan yang paling terburuk ialah
barisan yang paling akhir. Namun seburuk-buruknya barisan wanita adalah yang
paling depan dan yang paling baik adalah yang paling belakang. (HR. Muslim)
24. Barangsiapa
mengimami suatu kaum lalu mengkhususkan do’a untuk dirinya, maka dia telah
menghianati mereka. (HR. Aththusi)
25. Rapikan barisanmu,
sesungguhnya merapikan barisan termasuk mendirikan shalat. (HR. Ibnu Hiban)
26. Shalat jamaah
pahalanya melebihi shalat sendiri-sendiri dengan dua puluh tujuh derajat. (Mutafaq ‘alaih)
27. Apabila seorang
mengimami orang-orang hendaklah meringankan shalat karena diantara mereka
terdapat anak-anak, orang tua, yang lemah, yang sakit dan yang punya hajat
(keperluan), dan bila shalat sendirian dapat dilakukan sesukanya. (HR. Bukhari)
28. “Tiga orang yang
diridhoi Allah yaitu seorang yang pada tengah malam bangun dan shalat, suatu
kaum (jama’ah) yang berbaris untuk shalat dan suatu kaum berbaris berperang
(fisabilillah).” (HR. Abu Yu’la)
29. “Barangsiapa
berjemaah dalam shalat Subuh dan Isya maka baginya dua kebebasan, yaitu
kebebasan dari kemunafikan dan kebebasan dari kemusyrikan.” (Abu Hanafiah)
30. Ada empat orang
tidak diwajibkan shalat jum’at yaitu wanita, budak, orang yang sakit dan musafir
(bepergian). (Abu Hanafiah)
31. Apabila kamu menegur
kawanmu saat imam berkhotbah pada shalat Jum’at dengan ucapan : “dengarkan”,
maka pahala sha;lat jum’atmu menjadi batal. (HR. Al Bukhari dan Muslim)
32. Barangsiapa
meninggalkan shalat jum’at karena meremehkannya tanpa suatu alas an maka Allah
Tabaroka wata’ala akan mengunci hatinya. (HR.
Al Bukhari dan Muslim)
33. Paling afdol (utama)
seorang shalat dirumahnya kecuali yang fardhu (lima waktu). (HR. Al Bukhari dan Muslim)
34. Hati manusia
kadangkala maju dan kadangkala mundur. Apabila sedang mengalami kemajuan
shalatlah nawafil (sunah ba’diyah, qobliyah dan tahajjud) dan bila sedang
mengalami kemunduran shalatlahlah yang fardhu-fardu saja (lima waktu). (Aththahawi)
35. Barangsiapa sesudah
shalat (fardhu) mengucapkan zikir “subhanallah” 33 X “Alhamdulillah” 33 X dan
“Allahu akbar” 33 X lalu genap seratusnya dengan “Laailaaha illallah wahdahu la
syarikalahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa ala kulli syai’in Qodir”, maka
akan terampuni dosa-dosanya sebanyak buih lautan. (HR. Muslim)
36. Rasulullah Saw
berkata kepada Muadz Ra, “Ya Muadz, jangan meninggalkan sehabis tiap shalat
ucapan ”Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat Engkau dan banyak bersyukur
kepada-Mu dan beribadah kepada-Mu dengan baik.” (HR. Annasa’I dan Abu Dawud)
37. Perbanyaklah sujud
kepada Allah, sesungguhnya bila sujud sekali Allah akan mengangkatmu satu
derajat dan menghapus satu dosamu. (HR.
Muslim)
38. Diberitahukan kepada
Nabi SAW bahwa si Fulan shalat semalam suntuk tetapi pada pagi harinya dia
mencuri. Lalu beliau menjawab,”Kelak shalatnya akan mencegahnya dari perbuatan
mencuri.” (HR. Aththahawi)
39. Tiga orang yang
shalatnya tidak sampai melampaui (batas) telinganya, yaitu seorang budak yang
melarikan diri sampai dia pulang kembali, seorang istri yang semalaman suaminya
murka kepadanya, dan seorang imam yang mengimami suatu kaum sedang kaum itu
tidak menyukainya. (HR. Attirmidzi dan
Ahmad)
40. Apabila seorang
shalat hendaklah mengenakan pakaian rangkap. Sesungguhnya Allah lebih berhak
(dihadapi) dengan keindahan pakaian. (HR.
Atthabrani).
41. Rasulullah Saw bila
menghadapi suatu dilemma (situasi yang sukar dan membingungkan) beliau shalat. (HR. Ahmad)
42. Barangsiapa
meninggalkan shalat Ashar dengan sengaja maka Allah akan menggagalkan amalannya
(usahanya). (HR. Al Bukhari)
43. Malaikat selalu
berpesan kepadaku tentang shalat tengah malam sehingga aku mengira bahwa umatku
yang terbaik ialah yang sedikit tidurnya. (Abu
Hanifah)
44. Rasulullah Saw
apabila bangun tengah malam untuk shalat malam (Tahajjud) beliau mengucapkan,
“Tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Maha suci Engkau, ya Allah, aku mohan
ampunanMu atas dosaku dan aku mohon rahmatMu. Ya Allah, tambahkan ilmu bagiku
dan jangan Engkau memalingkan hatiMu sesudah Engkau membeiku hidayah dan
karuniakanlah dari sisiMu rahmat. Sesungguhnya Engkau Maha pemberi rahmat. ” (HR. Abu Dawud)
45.
Umatku yang termulia ialah penghafal Ai Qur’an dan
yang selalu shalat tengah malam (tahajjud).
(HR. Atthabrani dan Al Baihaqi).
Penjelasannya :
Hamalatul Qur’an artinya
menghafal Al Qur’an, memahami rtinya, sekaligus mengajarkan dan mengamalkan
isinya.
24.
SHAUM /
PUASA
1. Barangsiapa
berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka
diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR.
Al Bukhari)
2. Allah ‘Azza wajalla
mewajibkan puasa Ramadhan dan Aku mensunahkan shalat malam harinya. Barangsiapa
berpuasa dan shalat malam harinya dengan mengharap pahala (keridhoan) Allah,
maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. (HR. Ahmad)
3. Rasulullah Saw
menaiki mimbar (untuk berkhotbah). Menginjak anak tangga (tingkat) pertama
beliau mengucapkan, “Aamin”, begitu pula pada anak tangga kedua dan ketiga.
Seusai shalat para sahabat bertanya, “mengapa Rasulullah mengucapkan, “Aamin”,
? Beliau lalu menjawab, “Malaikat Jibril datang dan berkata,”Kecewa dan merugi
seorang bila namamu disebut dan dia tidak mengucapkan shalawat atas mu” lalu
aku berucap “Aamin.” Kemudian Malaikat berkata lagi,”Kecewa dan merugi orang
yang berkesempatan hidup bersama kedua orangtuanya tetapi dia tidak sampai bisa
masuk surga.” Lalu aku mengucapkan “Aamin”. Kemudian katanya lagi, “kecewa dan
merugi orang yang berkesempatan (hidup) pada bulan Ramadhan tetapi tidak
terampuni dosa-dosanya.” Lalu aku mengucapkan Aamin.” (HR. Ahmad)
4. Bau mulut seorang
yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat dari harumnya misik
(minyak wangi paling harum didunia). (HR.
Al Bukhari)
5. Makanlah waktu
sahur. Sesungguhnya makan waktu sahur menyebabkan berkah. (HR. Mutafaq ’alaih)
6. Manusia tetap
berkondisi baik selama mereka tidak menunda-nunda berbuka puasa. (HR. Al Bukhari)
7. Barangsiapa tidak
dapat menunggalkan ucapan dan perbuatan dusta (waktu berpuasa) maka Allah tidak
membutuhkan lapar dan hausnya. (HR. Al
Bukhari)
8. Barangsiapa shalat
malam pada malam Lailatul Qodar dengan keimanan dan harapan pahala dari Allah
maka akan terampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR. Al Bukhari)
9. Mungkin hasil yang
diraih seorang Shoim (yang berpuasa pada hanya lapar dan haus, dan mungkin
hasil yang dicapai seorang yang shalat malam (Qiyamul lail) hanyalah berjaga
seumur hidup.
10. Barangsiapa memberi
makan mepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala
bagi orang yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun. (HR. Attirmidzi)
11. Tidakkah termasuk kebajikan orang yang tetap berpuasa dalam
perjalanan (musafir). (HR. Al Bukhari)
12. Barangsiapa berbuka
puasa sehari tanpa rukhshah (alas an yang dibenarkan) atau sakit, maka tidak
akan dapat ditebus (dosanya) dengan berpuasa seumur hidup meskipun dia
melakukannya. (HR. Al Bukhari dan
Muslim)
13. Barangsiapa berpuasa
Ramadhan (penuh) lalu diikuti berpuasa 6 hari pada bulan Syawal maka dia
seperti berpuasa seumur hidup. (HR.
Muslim)
25.
ZAKAT DAN
SODAQOH
1. Bersodaqoh
pahalanya sepuluh, memberi hutang (tanpa bunga) pahalanya delapan belas,
menghubungkan diri dengan kawan-kawan pahalanya dua puluh dan silaturrahmi
(dengan keluarga) pahalanya dua puluh empat. (HR. Al Hakim)
2. Yang dapat menolak
takdir ialah doa dan yang dapat memperpanjang umur yakni kebajikan (amal
bakti).
3. Apabila anak Adam
wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu Sodaqoh jariyah, pengajaran dan
penyebaran ilmu yang dimanfaatkan untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki
maupun perempuan) yang mendoakannya. (HR.
Muslim)
4. Allah Tabaraka
wata’ala berfirman (Hadits Qudsi):
“Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah
kepadamu.” (HR. Muslim)
5. Orang yang mengusahakan
bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihat di jalan
Allah dan ibarat orang shalat malam. Ia tidak merasa lelah dan ia juga ibarat
orang berpuasa yang tidak pernah berbuka. (HR.
Al Bukhari)
6. Seorang sahabat
bertanya kepada Rasulullah Saw, “Sodaqoh yang bagaimana yang palaing besar
pahalanya ?” Nabi SAW menjawab, “Saat
kamu bersodaqoh hendaklah kamu sehat dan dalam kondisi pelit (mengekang) dan
saat kamu takut melarat tetapi mengharap kaya. Jangan ditunda sehingga rohmu ditenggorokan
baru kamu berkata untuk Fulan sekian dan untuk Fulan sekian.” (HR. Al Bukhari)
7. Barangsiapa yang
ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi
(menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR.
Ahmad)
8. Jauhkan dirimu dari
api neraka walaupun hanya dengan (sodaqoh) sebutir kurma. (Mutafaq ‘alaih)
9. Turunkanlah
(datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al Baihaqi)
10. Bentengilah hartamu
dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan
persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Atthabrani)
11. Tiada orang
bersodaqoh dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya. (HR. Ahmad)
12. Naungan bagi seorang
mukmin pada hari kiamat adalah sodaqohnya. (HR.
Ahmad)
13. Tiap muslim wajib
bersodaqoh. Para sahabat bertanya, “Bagaimana
kalau dia tidak memiliki sesuatu ? ” Nabi Saw menjawab, “Bekerja dengan
keterampilan tangannya kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh.” Mereka
bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu ? “Nabi menjawab: ” Menolong
orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau
mereka tidak melakukannya ?” Nabi menjawab: “menyuruh berbuat ma’ruf.” Mereka
bertanya : “Bagaimana kalau dia tidak melakukanya ?” Nabi Saw menjawab,
“Mencegah diri dari perbuatan kejahatan itulah sodaqoh.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
14. Apa yang kamu
nafkahkan dengan tujuan keridhoan Allah akan diberi pahala walaupun hanya
sesuap makanan kemulut isterimu. (HR. Al
Bukhari)
15. Sodaqoh yang paling
afdol ialah yang diberikan kepada keluarga dekat yang bersikap memusuhi. (HR. Atthabrani dan Abu Dawud)
16. Satu dirham memacu
dan mendahului seratus ribu dirham. Para
sahabat bertanya, “Bagaimana itu ? ” Nabi Saw menjawab, “Seorang memiliki
(hanya) dua dirham. Dia mengambil satu dirham dan bersodaqoh dengannya, dan
seorang lagi memiliki harta-benda yang banyak, dia mengambil seratus ribu
dirham untuk disodaqohkannya. ” (HR. Annasai)
17. Orang yang
membatalkan pemberian sodaqohnya seperti anjing yang makan kembali muntahannya.
(HR. Al Bukhari)
18. Barang siapa yang
diberi Allah harta dan dia tidak menunaikan zakatnya kelak pada hari kiamat dia
akan dibayang-bayangi dengan seekor ular bermata satu di tengah dan punya dua
lidah melilitnya. Ular itu mencengkeram kedua rahangnya seraya berkata, “Aku
hartamu, aku pusaka simpananmu.” Kemudian Nabi Saw membaca firman Allah surat Ali Imran ayat 180
: “Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada
mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu buruk bagi mereka.
Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu
akan dikalungkan kelak dilehernya pada hari kiamat. Dan kepunyaan Allah lah
segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi.” (HR. Al Bukhari)
19. Tiada suatu kaum
menolak mengeluarkan zakat melainkan Allah menimpa mereka dengan paceklik
(kemarau panjang dan kegagalan panen).(HR.
Atthabrani)
20.
Barangsiapa memperoleh keuntungan harta tidak wajib
zakat sampai tibanya perputaran tahun bagi pemiliknya. (HR. Ahmad dan Atthirmidzi)
Penjelasan :
Perhitungan perputaran tahun
(haul) untuk menunaikan zakat ialah dengan tahun hijriah.
21. Tentang sodaqoh yang
seakan-akan berupa hadiah, Rasulullah Saw bersabda : “Baginya sodaqoh dan bagi
kami itu adalah hadiah.” (HR. Al
Bukhari)
22.
Allah Ta’ala mengharamkan bagiku dan bagi keluarga
rumah tanggaku untuk menerima sodaqoh. (HR.
Ibnu Saas)
Penjelasan :
Nabi Saw menolak menerima sodaqoh
tetapi mau menerima hadiah.
23. Tidak ada iri hati
kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia
belanjakan pada sasaran yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan
kebijaksanaan lalu dia melaksanakan dan mengerjakannya. (HR. Al Bukhari)
24. Allah mengkhususkan
pemberian kenikmatanNya kepada kaum-kaum tertentu untuk kemashalatan umat
manusia. Apabila mereka membelanjakan (menggunakan) untuk kepentingan manusia
maka Allah akan melestarikannya namun bila tidak, maka Allah akan mencabut
kenikmatan itu dan menyerahkannya kepada orang lain. (HR. Atthabrani dan Abu Dawud)
25. Abu Dzarr Ra berkata
bahwa beberapa sahabat Rasulullah Saw berkata, “Ya Rasulullah, orang-orang yang
banyak hartanya memperoleh lebih banyak pahala. Mereka shalat sebagaimana kami
shalat dan berpuasa sebagaimana kami berpuasadan mereka bisa bersedekah dengan
kelebihan mereka.” Nabi Saw lalu berkata, “Bukankah Allah telah memberimu apa
yang dapat kamu sedekahkan ? Tiap-tiap ucapan tasbih adalah sodaqoh, tasbih
sodaqoh, tahmid sodaqoh, tahlil sodaqoh, amar makruf sodaqoh, nahi mungkar
sodaqoh, bersenggama dengan isteri pun sodaqoh.” Para
sahabat lalu bertanya, “Apakah melampiaskan Syahwat mendapat pahala ?” Nabi
menjawab, “Tidakkah kamu mengerti bahwa kalau dilampiaskannya ditempat yang
haram bukankah itu berdosa ? Begitu pula kalau syahwat ditempat halal, maka dia
memperoleh pahala. (HR. Muslim)
26. Tiap-tiap amalan
makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah
berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk
diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad)
26.
HAJI DAN
UMRAH
1.
Barangsiapa melaksanakan haji di rumah ini
(Baitullah Al Haram), tidak rafats dan tidak berbuat fasik, maka dia kembali
seperti pada hari dilahirkan ibunya. (HR.
Al Bukhari).
Penjelasan :
Rafats artinya mengeluarkan
kata-kata yang menimbulkan birahi yang tidak senonoh atau bersetubuh.
2.
Antara umroh pertama dengan umroh kedua penghapusan
dosa-dosa (yang dilakukan antara keduanya) dan haji mabrur tiada pahala kecuali
surga. (HR. Al Bukhari)
3.
Jihad paling afdhol ialah haji yang mabrur. (HR. Al Bukhari)
4.
Tawaf itu adalah shalat dan bila perlu berbicara
(saat melakukan tawaf) hendaklah berbicara yang baik-baik. (HR. Attirmidzi)
5.
Seorang hamba Aku sehatkan tubuhnya dan Aku perluas
baginya mata pencahariannya dan berlalu lima
tahun tidak berhaji kepada rumahKu maka dia akan kehilangan (pemberianKu). (HR. Al Baihaqi)
6.
Barangsiapa yang memiliki bekal dan kendaraan
(biaya perjalanan) yang dapat menyampaikannya ke Baitillahil haram dan tidak
menunaikan (ibadah) haji maka tidak mengapa baginya wafat sebagai orang Yahudi
dan Nasrani. (HR. Attirmidzi dan Ahmad)
7.
Talbiah Rasulullah Saw ialah : “Aku datang
(memenuhi panggilan-Mu), ya Allah, aku datang. Aku datang dan tiada sekutu
bagi-Mu, aku datang. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kerajaan
(kekuasaan) milik-Mu tiada sekutu bagi-Mu.” (HR. Al Bukhari)
9. Rasulullah Saw
menyambut orang yang pergi haji :
“Semoga Allah menerima hajimu,
mengampuni dosamu dan mengganti ongkosmu (biaya-biayamu).” (HR. Adiinuuri)
27.
KEBAIKAN
DAN KEBAJIKAN
1.
Barangsiapa melapangkankan kesusahan (kesempitan)
untuk seorang mukmin di dunia maka Allah akan melapangkan baginya kesusahan
dari kesusahan-kesusahan hari kiamat dan barangsiapa memudahkan kesukaran
sesorang maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat. Barangsiapa
yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan
di akhirat. Allah selalu menolong hamba yang suka menolong kawannya.
Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu maka Allah akan mempermudah baginya
jalan ke surga. Suatu kaum yang berkumpul dalam sebuah rumah dari rumah-rumah
Allah, bertilawat Al Qur’an dan mempelajarinya bersama maka Allah akan
menurunkan ketentraman dan menaungi mereka dengan rahmat. Para
malaikat mengitari mereka dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan para
malaikat yang ada disisiNya. Barangsiap[a lambat dengan amalan-amalannya maka
tidak dapat dipercepat dengan mengandalkan keturunannya. (HR. Muslim)
2.
Jangan meremehkan sedikitpun tentang makruf meskipun
hanya menjumpai kawan dengan berwajah ceria (senyum). (HR. Muslim)
3.
Barangsiapa dibukakan baginya pintu kebaikan
(rezeki) hendaklah memanfaatkan kesempatan itu (untuk berbuat baik) sebab dia
tidak mengetahui kapan pintu itu akan ditutup baginya. (HR. Asyahab)
4.
Kebaikan itu banyak tetapi pengamalannya (yang
melaksanakannya) sedikit. (HR. Abu
Hanafiah)
5.
Bagi Allah ada hamba-hambaNya yang dikhususkan
melayani kebutuhan-kebutuhan orang banyak. Mereka berlindung kepadanya untuk
memenuhi kebutuhan mereka. Orang itulah yang aman dari azab Allah. (HR. Atthabrani)
6.
Orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan sama
pahalanya seperti orang yang melakukannya. (HR.
Al Bukhari)
7.
Barangsiapa memperoleh suatu makruf maka hendaklah
menyebutnya karena berarti dia mensyukurinya, dan kalau merahasiakannya
(berarti) dia mengkufuri nikmat itu. (HR.
Atthabrani)
8.
Barangsiapa menerima suatu kebajikan lalu berkata
kepada pemberinya “Jazakallahu khairon” (semoga Allah membalas anda dengan
kebaikan) maka sesungguhnya dia sudah berlebih-lebihan dalam berterima kasih. (HR. Attirmidzi dan Annasai)
9.
Orang yang paling berat disiksa pada hari kiamat
ialah orang yang dipandang (dianggap) ada kebaikannya padahal tidak ada
kebaiakan sama sekali. (HR. Adailami)
10.
Barangsiapa ada kelebihan tempat (tempat kosong )
dalam kendaraan (punggung unta) hendaklah diberikan kepada orang yang tidak
punya kendaraan (diajak serta), dan barangsiapa punya kelebihan bekal
(perjalanan) mak hendaklah diberikan kepada orang .yang tidak punya bekal. (HR. Muslim)
11.
Janganlah kamu menjadi orang yang “ikut-ikutan”
dengan mengatakan kalau orang lain berbuat kebaikan, kamipun akan berbuat baik
dan kalau mereka berbuat zalim kamipun akan berbuat zalim. Tetapi teguhkanlah
dirimu dengan berprinsip, kalau orang lain berbuat kebaikan kami berbuat
kebaikan pula dan kalau orang lain berbuat kejahatan kami tidak akan
melakukannya. (HR. Attirmidzi)
28.
PERINTAH
BERAMAR MA’RUF NAHI MUNKAR
1.
Hendaklah kamu beramar ma’ruf dan bernahi munkar.
Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat
di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo’a dan
tidak dikabulkan (do’a mereka). (HR.
Abuzar)
2. Wahai segenap
manusia menyerulah kepada yang makruf dan cegahlah dari yang mungkar sebelum
kamu berdo’a kepada Allah dan tidak dikabulkan serta sebelum kamu memohon
ampunan dan tidak diampuni. Amar makruf tidak mendekatkan ajal. Sesungguhnya
para robi Yahudi dan rahib Nasrani ketika mereka meninggalkan amar makuf dan nahi
mungkar di laknat oleh Allah melalui ucapan nabi-nabi mereka. Mereka juga
ditipa bencana dan malapetaka. (HR.
Atthabrani)
3. Masih tetap ada
dari segolongan umatku yang menegakkan perintah Allah. Tidak menghambat dan
tidak mengecewakan mereka orang-orang yang menentangnya sampai tiba keputusan
Allah. Mereka masih tetap konsisten ( mantap ) baik dalam sikap maupun
pendiriannya. (HR. Al Bukhari dan Muslim)
4. Jihad paling afdhol
ialah menyampaikan perkataan yang adil dihadapan penguasa yang zalim dan kejam.
(HR. Aththusi dan Ashhabussunan)
5. Barang siapa
melihat suatu kemungkaran hendaklah ia merobah dengan tangannya. Apa bila tidak
mampu, hendaklah dengan lidahnya (ucapan), dan apa bila tidak mampu juga hendaklah
dengan hatinya dan itulah keimanan yang paling lemah. (HR. Muslim)
Penjelasan:
Dengan hati artinya tindakan
aktif dan bukan pasif.
6.
Apabila Allah memberi hidayah kepada seseorang
melalui upayamu, itu lebih baik bagimu dari pada apa yang dijangkau matahari
sejak terbit sampai terbenam. (HR. Al
Bukhari dan Muslim).
Dalam hadits lain dikatakan : Lebih baik bagimu dari
pada memperoleh satu lembah brisi penuh ternak.
7. Bukankah dari golongan kami orang
yang tidak mengasihi dan menyayangi yang lebih muda, tidak menghormati orang
yang lebih tua, dan tidak beramar makruf dan nahi mungkar. (HR. Attirmitzi)
8.
Permudahlah (segala urusan), jangan dipersulit dan
ajaklah dengan baik, jangan menyebabkan orang menjauh. (HR. Al Bukhari)
Penjelasan :
Ini termasuk kebijaksanaan dalam
berdakwah dan beramar makruf nahi mungkar.
9. Apabila Allah
menghendaki kebaikan bagi seorang, maka dirinya sendirilah yang dijadikannya
untuk mengingatkannya, menyuruhnya dan melarangnya.
10. Pada hari kiamat
seorang dihadapkan dan dilempar ke neraka. Orang-orang bertanya, “Hai Fulan,
mengapa kamu masuk neraka sedang kamu dahulu adalah orang yang menyuruh berbuat
makruf dan mencegah perbuatan mungkar?”Orang tersebut menjawab,”Ya benar,
dahulu aku menyuruh berbuat makruf, sedangkan aku sendiri tidak melakukannya.
Aku mencegah orang lain berbuat mungkar sedang aku sendiri melakukannya.” (hr. Muslim)
11. Nabi meniadakan
pemberian pelajaran untuk beberapa hari karena khawatir kejenuhan kami. (HR. Ahmad)
12. Sesungguhnya Allah
‘Azza Wajalla tidak menyiksa awam karena perbuatan (dosa) orang-orang khusus
sehingga mereka melihat mungkar dihadapan mereka dan mereka mampu untuk
mencegahnya, tetapi mereka tidak mencegahnya (menentangnya). Kalau mereka
berbuat demikian maka Allah menyiksa yang khusus dan yang awam. (HR. Ahmad dan Atthabrani)
13. Tidaklah seharusnya
orang menyuruh yang makruf dan mencegah yang mungkar kecuali tiga sifat, yakni
lemah –embut dalam menyuruh dan melarang (mencegah), mengerti apa yang harus
dilarang dan dan adil terhadap apa yang harus dilarang. (HR. Addailami)
14. Orang yang paling
tinggi kedudukannya disisi Allah pada hari kiamat ialah yang paling banyak
berkeliling di muka bumi dengan bernasihat kepada manusia (makhluk Allah). (HR. Athahawi)
15.
Pada suatu hari Rasulullah Saw bersabda kepada para
sahabatnya : “Kamu kini jelas atas petunjuk dari Robbmu, menyuruh kepada yang
makruf, mencegah dari yang mungkar dan berjihad di jalan Allah. Kemudian muncul
di kalangan kamu dua hal yang memabukkan, yaitu kemewahan hidup (lupa diri) dan
kebodohan. Kamu beralih kesitu dan berjangkit di kalangan kamu cinta dunia.
Kalau terjadi yang demikian kamu tidak akan lagi beramar makruf, nahi mungkar
dan berjihad di jalan Allah. Di kala itu yang menegakkan Al Qur’an dan sunnah,
baik dengan sembunyi maupun terang-terangan tergolong orang-orang terdahulu dan
yang pertama-tama masuk Islam. (HR. Al
Hakim dan Attirmidzi)
29.
AMAL DAN
PERBUATAN
1. Allah tidak
menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa
iman. (HR, Atthabrani)
2. Sesungguhnya jika
Allah Ta’ala menghendaki kebaikan bagi seorang hamba maka dia dikaryakannya. Para sahabat lalu bertanya tentang sabda Nabi Saw
tersebut, “Bagaimana dikaryakan itu, ya Rasulullah?” Nabi Saw menjawab,
“Diberikannya taufiq untuk beramal sholeh sebelum wafatnya.”
3.
Barangsiapa melakukan amal perbuatan yang bukan
atas perintah kami maka itu ditolak. (HR.
Muslim)
Penjalasan :
Yang dimaksud adalah amal
perbuatan yang berhubungan dengan pelaksanaan peribadatan.
4.
Seorang yang melakukan perbuatan di dalam batu
besar yang tidak ada pintu maupun lubang angunnya, pasti akan diketahui manusia
apapun yang terjadi (mau tidak mau). (HR.
Al Hakim)
5.
Seorang melakukan amalan-amalan ahli surga
sebagaimana tampak bagi orang-orang tetapi sesungguhnya dia termasuk penghuni
neraka, dan seorang lagi melakukan amalan-amalan ahli neraka sebagaimana
disaksikan orang-orang tetapi sebenarnya dia tergolong penghuni surga. (HR. Al Bukhari).
6. Dunia dihuni empat
ragam manusia. Pertama, seorang hamba diberi Allah harta kekayaan dan ilmu
pengetahuan lalu bertaqwa kepada Robbnya, menyantuni sanak-keluarganya dan
melakukan apa yang diwajibkan Allah atasnya maka dia berkedudukan paling mulia.
Kedua, seorang yang diberi Allah ilmu pengetahuan saja, tidak diberi
harta,tetapi dia tetap berniat untuk bersungguh-sungguh. Sebenarnya jika
memperoleh harta dia juga akan berbuat seperti yang dilakukannya. Mka pahala
mereka berdua ini adalah (kelompok pertama dan kedua) sama. Ketiga, seorang
hamba diberi Allah harta kekayaan tetapi tidak diberi ilmu pengetahuan. Dia
membelanjakan hartanya dengan berhamburan (foya-foya) tanpa ilmu
(kebijaksanaan). Ia juga tidak bertaqwa kepada Allah, tidak menyantuni keluarga
dekatnya, dan tidak memperdulikan hak Allah. Maka dia berkedudukan paling jahat
dan keji. Keempat, seorang hamba yang tidak memperoleh rezeki harta maupun ilmu
pengetahuan dari Allah lalu dia berkata seandainya aku memiliki harta kekayaan
maka aku akan melakukan seperti layaknya orang-orang yang menghamburkan uang,
serampangan membabi-buta, maka timbangan keduanya sama. (HR. Attirmidzi dan Ahmad)
7. Seorang yang kurang
amalan-amalannya maka Allah menimpanya dengan kegelisahan dan kesedihan. (HR. Ahmad)
8. Seorang sahabat
bertanya, “Ya Rasulullah, yang bagaimanakah orang yang baik itu?” Nabi Saw
menjawab, “Yang panjang usianya dan baik amal perbuatannya.” Dia bertanya lagi,
“Dan yang bagaimana orang yang paling buruk (jaha)? “Nabi Saw menjawab, ”Adalah
orang yang panjang usianya dan jelek amal perbuatanya.” (HR. Athabrani dan Abu Na’im)
9.
Amalan-amalan yang palinbg disukai Allah ialah yang
lestari meskipun sedikit. (HR. Al
Bukhari)
10.
Jangan mengagumi amal perbuatan sampai ia
menyelesaikan yang terakhir. (HR.
Athabrani dan Al Bazzar)
11.
Lakukan apa yang mampu kamu amalkan. Sesungguhnya
Allah tidak jemu sehingga kamu sendiri jemu. (HR. Al Bukhari)
12.
Amalkan semua yang diwajibkan (Fardhu) Allah,
niscaya kamu menjadi orang yang paling bertaqwa. (Ath-thahawi)
30.
SYUKUR
DAN TAHMID
1.
Apabila imam (shalat) mengucapkan “Sami’allahuliman
hamidah” (Allah mendengar siapa yang memujinya), maka ucapkanlah “Robbana lakal
hamdu” (Ya Allah, bagimu segala puji). Sesungguhnya kalau ucapannya bersamaan
dengan malaikat maka akan terampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (Mutafaq’alaih)
2.
Kami shalat di belakang Nabi Saw. Ketika mengangkat
kepala dari ruku’ beliau mengucapkan : “Sami’allahuliman hamidah”. Lalu ada
seorang yang mengucapkan : “Robbana Walakal hamdu hamdan kathiran thoyyiban
mubarakan fihi.” Seusai shalat, Nabi Saw bertanya, “Siapa yang berbicara
(dengan bersuara)?” Orang tadi menjawab, “Aku.” Nabi kemudian berkata, “Aku melihat
ada lebih dari tiga puluh malaikat berpaca, siapa yang lebih dulu mencatat
(Pahalanya).” (HR. Al Bukhari)
3.
Ya Robbku, bagi-Mu segala puji yang layak bagi
keagungan wajahMu dan kebesaran kekuasaanMu. (HR. Athabrani)
4.
Yang paling pandai bersyukur kepada Allah adalah
orang yang paling pandai bersyukur kepada manusia. (HR. Athabrani)
5.
Apabila seorang melihat orang cacat lalu berkata
(tanpa di dengar oleh orang tadi) : “Alhamdulillah yang telah menyelamatkan aku
dari apa yang diujikan Allah kepadanya dan melebihkan aku dengan kelebihan
sempurna atas kebanyakan makhlukNya”, maka dia tidak akan terkena ujian seperti
itu betapapun keadaannya. (HR. Abu
Dawud)
6. Dua hal apabila
dimiliki seorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan
bersabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih
tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang
lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan. (HR. Attirmidzi)
7. Sebaik-baik do’a
pada hari Arafat dan sebaik-baik yang aku ucapkan dan juga diucapkan para nabi
sebelum aku adalah ucapan “Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarikalahu, lahul
mulku wa lahul hamdu wahuwa ala kulli syaiin qodir.” (HR. Ahmad)
31.
AKIBAT
BERBUAT MAKSIAT
1.
Jangan memandang kecil kesalahan (dosa) tetapi
pandanglah kepada siapa yang kamu durhakai. (HR. Aththusi)
2.
Perbuatan dosa mengakibatkan sial terhadap orang
yang bukan pelakunya. Kalau dia mencelanya maka bias terkena ujian (cobaan).
Kalau menggunjingnya dia berdosa dan kalau dia menyetujuinya maka seolah-olah
dia ikut melakukannya. (Hr. Adailami)
3. Demi yang jiwaku
dalam genggamanNya. Tiada dua orang saling mengasihi lalu bertengkar dan
berpisah kecuali karena akibat dosa yang dilakukan oleh salah seorang dari
keduanya. (HR. Adailami).
4. Celaka orang yang
banyak zikrullah dengan lidahnya tapi bermaksiat terhadap Allah dengan
perbuatannya. (HR. Adailami).
32.
Barangsiapa mencari pujian manusia dengan
bermaksiat terhadap Allah maka orang-orang yang memujinya akan berbalik
mencelanya. (Ibnu Hiban).
7. Tiada seorang hamba
ditimpa musibah baik diatasnya maupun di bawahnya melainkan sebagai akibat
dosanya. Sebenarnya Allah telah memaafkan banyak dosa-dosanya. Lalu Rasulullah
membacakan ayat 30 dari surat
Asy Syuura yang berbunyi : “Dan apasaja musibah yang menimpa kamu maka adalah
disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian besar
(dari kesalahan-kesalahanmu).”
8. Apabila suatu
kesalahan diperbuat dimuka bumi maka orang yang melihatnya dan tidak
menyukainya seolah-olah tidak hadir di tempat, dan orang yang tidak melihat
terjadinya perbuatan tersebut tapi rela maka seolah-olah dia melihatnya. (HR. Abu Dawud).
9.
Barangsiapa meninggalkan maksiat terhadap Allah
karena takut kepada Allah maka dia akan memperoleh keridhoan Allah. (HR. Abu Ya’li)
10.
Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena
perbuatan dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan dosa besar.
Shalatlah di belakang tiap imam dan berjihadlah bersama tiap penguasa. (HR. Athabrani)
11.
Jangan menyiksa dengan siksaan Allah. (HR. Attirmidzi dan Al Baihaqi)
Artinya: Menyiksa dengan api.
12.
Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang
maka di percepat tindakan hukuman atas dosanya (di dunia) dan jika Allah
menghendaki bagi hambanya keburukan maka disimpan dosanya sampai dia harus
menebusnya pada hari kiamat. (HR.
Attirmidzi dan Al Baihaqi)
13. Apabila kamu
menyaksikan pemberian Allah dari materi dunia atas perbuatan dosa menurut
kehendakNya, maka sesungguhnya itu adalah uluran waktu dan penangguhan tempo
belaka. Kemudian Rasulullah Saw membaca firman Allah Swt dalam surat Al An’am
ayat 44 : “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada
mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga
apabila mereka bergembira dengan Aapa yang diberikan kepada mereka, kami siksa
mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu, mereka terdiam berputus asa.”
14. Sayyidina Ali Ra
berkata : “Rasulullah menyuruh kami bila berjumpa dengan ahli maksiat agar kami
berwajah masam.”
15. Bagaimana kamu
apabila dilanda lima
perkara. Kalau aku (Rasulullah Saw), Aku berlindung kepada Allah agar tidak
menimpa kamu atau kami mengalaminya. (1) Jika perbuatan mesum dalam suatu kaun
sudah dilakukan terang-terangan maka akan timbul wabah dan penyakit-penyakit
yang belum pernah menimpa orang-orang terdahulu. (2) Jika suatu kaum menolak
mengeluarkan zakat maka Allah akan menghentikan turunnya hujan. Kalau bukan
karena binatang-binatang ternak tentu hujan tidak akan diturunkan sama sekali.
(3) Jika suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan maka Allah akan menimpakan
paceklik beberapa waktu, kesulitan pangan dan kezaliman penguasa. (4) Jika
penguasa-penguasa mereka melaksanakan hokum yang bukan dari Allah maka Allah akan
menguasakan musuh-musuh mereka untuk memerinta dan merampas harta kekayaan
mereka. (5) Jika mereka menyia-nyiakan Kitabullah dan sunah Nabi maka Allah
menjadikan permusuhan di antara mereka. (HR.
Ahmad dan Ibnu Majah)
31.
Tida seorang berzina selagi dia mukmin, tiada
seorang mencuri selagi dia mukmin, dan tiada seorang minum khamar pada saat dia
minum dia mukmin. (Mutafaq’alaih).
Penjelasannya :
Ketika seorang berzina, mencuri
dan minum khamar maka pada saat itu dia mukmin.
32.
Aku beritahukan yang terbesar dari dosa-dosa besar.
(Rasulullah Saw mengulangnya hingga tiga kali). Pertama, mempersekutukan Allah.
Kedua, durhaka terhadap orang tua, dan ketiga, bersaksi palsu atau berucap
palsu. (Ketika itu beliau sedang berbaring kemudian duduk dan mengulangi
ucapannya tiga kali, sedang kami mengharap beliau berhenti mengucapkannya). (Mutafaq’alaih)
33.
Rasulullah Saw melaknat orang yang mengambil riba,
yang menjalani riba dan kedua orang saksi mereka. Beliau bersabda : “Mereka
semua sam (berdosanya).” (HR. Ahmad)
34.
Ada
empat kelompok orang yang pada pagi dan petang hari dimurkai Allah. Para sahabat lalu bertanya, “Siapakah mereka itu, Ya
Rasulullah?” Beliau lalu menjawab, “laki-laki yang menyerupai perempuan,
perempuan yang menyerupai laki-laki, orang yang menyetubuhi hewan, dan
orang-orang homoseks,” (HR. Ahmad dan
athabrani)
35.
Tiap minuman yang memabukkan adalah haram. (HR. Ahmad)
36.
Allah menyukai keringanan-keringanan perintahNya
(rukhsah) dilaksanakan sebagaimana Dia membenci dilanggarnya laranganNya. (HR. Ahmad)
37.
Ada
tiga jenis orang yang diharamkan Allah masuk surga, yaitu pemabuk berat,
pendurhaka terhadap kedua orang tua, dan orang yang merelakan kejahatan berlaku
dalam keluarganya (artinya, merelakan isteri atau anak perempuannya berbuat
serong). (HR. Annasai dan Ahmad)
32.
KEUTAMAAN
IKHLAS
1.
Barangsiapa memberi kepada Allah, menolak karena
Allah, mencintai karena Allah, memberi karena Allah, dan menikah karena Allah,
maka sempurnalah imannya. (HR. Abu
Dawud).
2.
Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak memandang postur tubuhmu
dan tidak pula pada kedudukan maupun harta kekayaanmu, tetapi Allah memandang
pada hatimu. Barangsiapa memiliki hati yang shaleh maka Allah menyukainya. Bani
Adam yang paling dicintai Allah ialah yang paling bertaqwa. (HR. Athabrani dan Muslim)
3.
Barangsiapa memurkakan Allah untuk meraih keridhaan
manusia maka Allah murka kepadanya dan menjadikan orang yang semula meridhoinya
menjadi murka kepadanya. Namun barangsiapa meridhokan Allah (meskipun) dalam
kemurkaan manusia maka Allah akan meridhoinya dan meridhokan kepadanya orang
yang pernah memurkainya, sehingga Allah memperindahnya, memperindah ucapannya
dan perbuatannya dalam pandanganNya. (HR.
Athabrani)
4.
Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah
maka Allah akan menyempurnakan hubungannya dengan manusia. Barangsiapa
memperbaiki apa yang dirahasiakannya, mak Allah akan memperbaiki apa yang
dilahirkannya (terang-terangan). (HR. Al
Hakim)
5.
Seorang sahabat berkata kepada Rasulullah, “Ya
Rasulullah, seorang melakukan amal (kebaikan) dengan dirahasiakan dan bila
diketahui orang dia juga menyukainya (merasa senang). ” Rasulullah Saw berkata,
“Baginya dua pahala yaitu pahala dirahasiakannya dan pahala terang-terangan.” (HR. Attirmidzi)
6.
Agama ialah keikhlasan (kesetiaan atau loyalitas).
Kami lalu bertanya, “Loyalitas kepada siapa, ya Rasulullah? “Rasulullah Saw
menjawab,” Kepada Allah, kepada kitabNya (Al Qur’an), kepada RasulNya, kepada
penguasa muslimin dan kepada rakyat awam.”
Penjelasan :
Artinya, patuh dan taat kepada
penguasa dan pemerintahan (muslim) dan setia kepada rakyat dengan tidak
merugikan mereka atau mengambil (mengurangi) hak mereka.
33.
KEUTAMAAN
TA’AT KEPADA ALLAH
1.
Kebahagiaan yang paling bahagia ialah panjang umur
dalam ketaatan kepada Allah. (HR.
Adailami dan Al Qodho’i)
2.
Di antara wahyu Allah kepada nabi Dawud As : “Tiada
seorang hamba yang taat kepada-Ku melainkan Aku memberinya sebelum dia minta,
dan mengabulkan permohonannya sebelum dia berdoa, dan mengampuni dosanya
sebelum dia mohon pengampunan (istighfar).” (HR. Adailami)
3.
Semua umatKu masuk surga kecuali orang yang
menolaknya. Mendengar sabda tersebut para sahabat bertanya, “Siapa orang yang
menolak itu, ya Rasulullah?” Rasulullah Saw menjawab, “Orang yang menentang
(perintah dan larangan) Ku adalah orang yang menolak masuk surga.” (HR. Al Bukhari).
4.
Barangsiapa mencari keridhoan manusia dengan apa
yang memurkakan Allah maka orang-orang yang tadinya memuji akan merobah
mencelanya. Namun barangsiapa mengutamakan ketaatan kepada Allah, meskipun
berakibat orang-orang menjadi marah kepadanya maka cukuplah Allah yang menjadi
penolong dan pembelanya dalam menghadapi permusuhan tiap musuh, kedengkian tiap
pendengki dan kezaliman tiap orang zalim. (HR.
Aththusi)
5.
Apa yang Aku larang jahuilah dan apa yang Aku
perintahkan kerjakanlah sampai batas kemampuanmu. Sesungguhnya Allah telah
membinasakan orang-orang sebelum kamu disebabkan terlalu banyak menuntut dan
menentang nabi-nabinya. (HR. Al Bukhari)
6.
Tidak ada ketaatan kepada orang yang tidak taat
kepada Allah. (Abu Yu’la)
7.
Ketaatan hanya untuk perbuatan makruf. (HR. Al Bukhari)
8.
Tiada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat
kepada pencipta (Allah). (HR. Ahmad dan
Al Hakim)
9.
Sebaik-baik pemimpin adalah yang kamu cintai dan
mereka mencintaimu. Kamu mendoakan mereka dan mereka mendoakanmu. Sejahat-jahat
pemimpin adalah yang kamu benci dan mereka membencimu. Kamu kutuk mereka dan
mereka mengutukmu. Para Sahabat bertanya, “Tidakkah kami mengangkat senjata
terhadap mereka?” Nabi Saw menjawab, “Jangan, selama mereka mendirikan shalat.
Jika kamu lihat perkara-perkara yang tidak kamu senangi maka bencimu terhadap
amal perbuatannya dan jangan membatalkan ketaatanmu kepada mereka” (HR. Muslim)
34.
KEUTAMAAN
TAQWA
1.
Barangsiapa mengucapkan “Laa ilaaha illallah”
dengan ikhlas, masuk surga. Para sahabat
bertanya, “Apa keikhlasannya, ya Rasulullah?” Nabi Saw menjawab, “Memagarinya
(melindunginya) dari segala apa yang diharamkan Allah.” (HR. Athabrani)
2.
Tiap orang yang bertaqwa termasuk keluarga Muhammad
(umat Muhammad). (HR. Athabrani dan Al
Baihaqi)
3.
Kemuliaan dunia adalah kekayaan dan kemuliaan
akhirat adalah ketaqwaan. Kamu, baik laki-laki maupun perempuan, kemuliaanmu
adalah kekayaanmu, keutamaanmu adalah ketaqwaanmu, kedudukanmu adalah akhlakmu
dan (kebanggan) keturunanmu adalah amal perbuatanmu. (HR. Adailami).
4.
Rasulullah Saw ditanya tentang sebab-sebab paling
banyak yang memasukkan manusia kesurga. Beliau menjawab, “Ketaqwaan kepada
Allah dan akhlak yang baik.” Beliau ditanya lagi, “Apa penyebab banyaknya
manusia masuk neraka?” Rasulullah Saw menjawab, “Mulut dan kemaluan.” (HR. Attirmidzi dan ibnu Haban)
5.
Bertaqwalah kepada Allah dimanapun kamu berada dan
ikutilah perbuatan buruk dan perbuatan baik, niscaya menghapusnya. Bergaullah
dengan manusia dengan akhlak yang luhur. (HR.
Attirmidzi)
6.
Tiadalah kamu beriman sehingga perilaku hawa
nafsumu sesuai dengan tuntutan ajaran yang aku bawa. (HR. Athabrani)
7.
Bertaqwalah kepada Allah karena itu adalah kumpulan
segala kebaikan, dan berjihadlah di jalan Allah karena itu adalah kumpulan
segala kebaikan, dan berjihad di jalan Allah karena itu adalah kerahiban kaum
muslimin, dan berzikirlah kepada Allah serta membaca kitab-Nya karena itu
adalah cahaya bagimu di dunia dan ketinggian sebutan bagimu di langit. Kuncilah
lidah kecuali untuk segala hal yang baik. Dengan demikian kamu dapat
mengalahkan setan. (Athabrani)
8.
Cukup berdosa orang yang jika diingatkan agar
bertaqwa kepada Allah, dia marah. (HR.
Athabrani)
35.
TAUBAT
DAN ISTIGHFAR
1.
Penyesalan adalah suatu tabat. (HR. Abu Dawud dan Al Hakim)
2.
Iblis berkata kepada Robbnya, “Dengan keagungan dan
kebesaranMu aku tidak akan berhenti menyesatkan bani Adam selama mereka masih
bernyawa.” Lalu Allah berfiraman : “Dengan keagungan dan kebesaranKu, Aku tidak
akan berheti mengampuni mereka selama mereka beristighfar.” (HR. Ahmad).
3.
Semua Anak Adam pembuat kesalahan, dan sebaik-baik
pembuat kesalahan ialah mereka yang bertaubat. (HR. Adalami)
4.
Sesungguhnya Allah menerima taubat hambaNya selama
nyawa belum sampai ke tenggorokan. (HR.
Ahmad)
5.
Sesungguhnya Allah merentangkan tanganNya pada
malam hari memberi kesempatan taubat kepada ummat bagi pelaku kesalahan pada
siang hari dan merentangkan tanganNya pada siang hari memberi kesempatan taubat
bagi pelaku kesalahan pada malam hari, sampai kelak matahari terbit dari Barat
(Hari kiamat). (HR. Muslim)
6.
Sesungguhnya Allah menyukai seorang hamba mukmin
yang terjerumus dosa tetapi bertaubat. (HR.
Ahmad)
7.
Apabila kamu melakukan dosa maka lakukanlah pula
taubat. Apabila (dosa itu) dirahasiakan maka taubatnya juga dirahasiakan dan
apabila dosa itu terang-terangan maka taubatnya pun terang-terangan pula. (HR. Adailami)
8.
Tiada sesuatu yang lebih disukai Allah daripada
seorang pemuda yang bertaubat. (HR.
Adailami)
9.
Orang yang bertaubat dari dosanya seperti orangyang
tidak menyandang dosa. (HR. Athabrani)
10.
Tidak menjadi dosa besar sebuah dosa bila disertai
dengan istighfar dan bukan dosa kecil lagi suatu perbuatan bila dilakukan
terus-menerus. (HR. Athabrani)
Penjelasan :
Dosa kecil bila dilakukan
terus-menerus akan menjadi dosa besar.
11.
Puncak istighfar ialah ucapan seorang hamba : “Ya
Allah, Engkaulah Robbku. Tiada tuhan kecuali Engkau. Engkau penciptaku dan aku
hambaMu yang tetap dalam kesetiaan dan janjiku sepanjang kemampuanku. Aku
kembali kepada-Mu dengan kenikmatan dan kembali kepadaMu dengan dosaku. Maka
ampunilah aku. Sesungguhnya tiada pengampun dosa-dosa kecuali Engkau.”
Rasulullah bersabda : “Barangsiapa mengucapkan doa itu dengan penuh keyakinan
pada siang hari dan ternyata wafat pada pada hari itu sebelum senja maka dia
tergolong penghuni surga. Barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dengan
penuh keyakinan dan wafat sebelum subuh maka dia tergolong penghuni surga
pula.” (HR. Al Bukhari)
12. Sesungguhnya Allah
menurunkan kepadaku dua keselamatan bagi umatku. Allah sekali-kali tidak akan
mengazab mereka, sedang kamu berada diantara dan Allah tidak akan mengazab
mereka sedang beristghfar (minta ampun), bila aku (Nabi Saw) pergi (tiada) maka
aku tinggalkan bagimu istighfar sampai hari kiamat. (HR. Attirmidzi)
13.
Seusai shalat (fardhu) Rasulullah Saw beristighfar
kepada Allah tiga kali , lalu berkata : “Ya Allah, Engkau maha pemberi
ketentraman dan perdamaian. Dari Engkaulah datangnya ketentraman dan
perdamaian, wahai Robb yang maha memiliki kaagungan dan kemuliaan.” (HR. Muslim)
14.
Seorang yang berbuat dosa lalu membersihkan diri
(wudhu atau mandi), kemudian ia shalat dan memohon pengampunan Allah maka Allah
akan mengampuni dosanya. Setelah berkata demikian Rasulullah mengucapkan firman
Allah surat Ali
Imran ayat 135 : “Dan orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau
menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun atas
dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah?
Dan mereka tidak meneruskan perbuatan keji mereka itu sedang mereka mengetahui.”
(Ali Imran 135)
15.
Barangsiapa memperbanyak istighfar maka Allah akan
membebaskanya dari kedukaan dan memberinya jalan keluar bagi kesempitannya dan
memberikannya rezeki dari arah yang tidak diduga-duganya. (HR. Abu Dawud)
16.
Apabila kamu tidak pernah berbuat dosa maka Allah
Tabaroka Wata’ala akan menciptakan makhluk lain yang berbuat dosa kemudian
Allah mengampuni mereka. (HR. Muslim)
36.
PERIHAL
MESJID
1.
Semua lahan adalah mesjid, kecuali kuburan dan
tempat pemandian. (HR. Ahmad)
2.
Rasulullah Saw menyuruh kita membangun
mesjid-mesjid di daerah-daerah dan agar mesjid-mesjid itu dipelihara kebersihan
dan keharumannya. (HR. Abu Dawud dan
Attirmidzi)
3.
Aku tidak menyuruh kamu membangun masjid untuk
kemewahan (keindahan) sebagaimana yang dilakukan kaum Yahudi dan Nasrani. (HR. Ibnu Haban dan Abu Dawud)
4.
Janganlah menjadikan kuburanku sebagai tempat
pemujaan berhala. Allah melaknat suatu kaum yang menjakikan kuburan-kuburan
para nabi sebagai masji-masjid. (HR. Al
Bukhari dan Abu Yu’la)
5.
Mimbarku (terletak) di tepi jalur menuju surga.
Antara mimbarku dan kamarku adalah taman dari taman-taman surga. (HR. Ahmad)
6.
Tidak dibenarkan ziarah (kunjungan) ke
masjid-masjid kecuali pada ketiga masjid, yaitu Masjidil Haram (Mekah),
Masjidil Aqsha (Baitul Maqdis), dan Masjidilku ini (Madinah). (HR. Bukhari dan Muslim)
7.
Shalat di mesjidku ini lebih afdhol dari seribu
shalat di mesjid-mesjid lainnya., kecuali masjidil Haram, dan shalat di
masjidil Haram lebih afdhol dari seratus shalat di masjidku ini. (HR. Ahmad)
8.
Apabila seorang mengantuk saat shalat Jum’at di
masjid hendaklah pindah tempat duduknya ke tempat duduk lainnya. (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi)
9.
Bila seorang masuk ke masjid hendaklah shalat
(sunnat) dua rakaat sebelum duduk. (HR.
Ahmad)
10.
Apabila seorang isteri minta ijin suaminya untuk
pergi ke kasjid maka janganlah sang suami melarangnya. (HR. Al Bukhari)
11.
Sebaik-baik masjid (tempat bersujud) untuk wanita
ialah dalam rumahnya sendiri. (HR. Al
Baihaqi dan Asysyhaab)
12.
Tidak ada shalat bagi tetangga masjid, selain dalam
masjid. (HR. Adarqathani)
13.
Apabila kamu melihat orang yang terbiasa masuk
masjid maka saksikanlah bahwa dia beriman karena sesungguhnya Allah telah
berfirman dalam surat
At Taubah ayat 18 : “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah lah
orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan
shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah. Maka
merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang
mendapat petunjuk.” (HR. Ahmad dan
Attirmidzi)
14.
Beritakanlah kabar gembira kepada orang-orang yang
berjalan kaki di malam gelap-gulita menuju masjid bahwa bagi mereka cahaya yang
terang-benderang di hari kiamat. (HR. Al
Hakim dan Attirmidzi)
15.
Barangsiapa membangun untuk Allah sebuah masjid
(Mushola) walaupun sebesar kandang unggas (rumah gubuk) maka Allah akan
membangun baginya rumah di surga. (HR.
Asysyihaab dan Al Bazzar)
16.
Nabi Saw bertanya kepada malaikat Djibril, “Wahai
Djibril, tempat manakah yang paling di senangi Allah?” Djibril menjawab, “Masjid-masjid
dan yang paling disenangi ialah orang yang paling pertama masuk dan yang
terakhir ke luar meninggalkannya.” Nabi Saw bertanya lagi,” Tempat manakah yang
paling tidak disukai oleh Allah Ta’ala?” Jibril menjawab, “Pasar-pasar dan
orang-orang yang paling dahulu memasukinya dan paling Akhir meninggalkannya.”
37.
YANG
BERHAK MENDAPAT SYAFAAT
1.
Sesungguhnya syafaatku diperuntukkan bagi umatku
yang sama sekali tidak berbuat syirik kepada Allah. (HR. Ahmad)
2.
Syafaatku Adalah bagi pelaku-pelaku dosa-dosa besar
(kabair) dari kalangan umatku. (HR.
Attirmidzi)
3.
Pada hari kiamat ada tiga golongan manusia yang
dapat memberi syafaat yaitu para Nabi, para ulama dan para syuhada.
38.
RAHMAT
ALLAH
1.
Orang yang belas kasihan akan dikasihani Arrahman,
karena itu kasih sayangilah yang di muka bumi, niscaya kamu dikasih- sayangi
mereka yang dilangit. (HR. Al Bukhari)
2.
Allah azza Wajalla berfirman (Hadits Qudsi):
“RahamadKu mendahului murkaKu.” (HR.
Muslim)
3.
Tiada dicabut rahmad kecuali dari (hati) seorang
pendurhaka. (HR. Abu Dawud)
4.
Barangsiapa tidak mengasihani dan menyayangi
manusia maka dia tidak dikasihani dan tidak disayanngi Allah. (HR. Al Bukhari)
5.
Barangsiapa memaafkan saat dia mampu membalas maka
Allah akan memberinya maaf pada hari kesulitan. (HR. Athabrani)
6.
Pengampunan Allah lebih besar dari dosamu. (HR. Athabrani dan Al Baihaqi)
7.
Allah Azza Wajalla merahasiakan dosa hambanya di
dunia dan merahasiakannya di akhirat. (HR.
Muslim)
8.
Seorang masuk surga bukan karena amalnya tetapi
karena rahmad Allah Ta’ala. Karena itu bertindaklah yang lurus (baik dan
benar). (HR. Muslim)
39.
KENIKMATAN
1.
Ada
dua kenikmatan yang membuat banyak orang
terpedaya yakni nikmat sehat dan waktu senggang (Artinya, saat-saat
sehat dan waktu senggang orang sering
menggunakannya untuk melakukan perbuatan terlarang). (HR. Al Bukhari)
2.
Membesarnya kenikmatan Allah bagi seseorang adalah
bertambah banyaknya kebutuhan orang kepadanya (banyak dibutuhkan orang). Tetapi
barangsiapa enggan memenuhi kebutuhab-kebutuhan orang-orang itu maka dia telah
membiarkan kenikmatan itu lenyap. (HR.
Al Baihaqi)
3.
Memohanlah kepada Allah kesehatan (keselamatan).
Sesungguhnya karunia yang lebih baik sesudah keimanan adalah kesehatan
(keselamatan). (HR. Ibnu Majah)
4.
Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada hambaNya
maka Allah suka agar kenikmatanNya itu tampak pada diri (hamba) Nya. (HR. Athabrani)
5.
Yang pertama kali ditanyakan kepada seorang hamba
dari kenikmatan-kenikmatan allah kelak pada hari kiamat ialah ucapan, “Bukankah
telah Kami berikan kesehatan pada tubuhmu dan Kami berikan air minum yang
sejuk?”. (HR. Attirmidzi)
40.
BAHAYA
BERSUMPAH
1.
Jangan bersumpah kecuali dengan nama Allah.
Barangsiapa bersumpah dengan nama Allah, dia harus jujur (benar). Barangsiapa
disumpah dengan nama Allah ia harus (rela) setuju. Kalau tidak rela (tidak
setuju) niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah. (HR. Ibnu Maajah dan Aththusi)
2.
Barangsiapa merampas hak orang muslim hasil
sumpahnya maka Allah mengharamkan baginya masuk surga dan mewajibkannya masuk
neraka. Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah,
meskipun barang itu sedikit?” Nabi Saw menjawab, “Meskipun hanya sebatang kayu araak
(kayu yang dipakai untuk siwak/gosok gigi).”
3.
Sumpah dengan maksud melariskan dagangan adalah
penghapus barokah. (HR. Al Bukhari dan
Muslim)
4.
Barangsiapa bersumpah tidak dengan (menyebut) nama Allah maka dia telah
bersyirik. (HR. Adailami)
5. Ada tiga kelompok orang yang kelak pada hari
kiamat Allah tidak akan berkata-kata,tidak akan melihat, tidak akan pula
mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. Abu Dzarr berkata, “Rasulullah
mengulah-ulangi ucapannya tiga kali dan aku bertanya, ” Siapakan mereka itu ya
Rasulullah?” Beliau menjawab,” Orang yang pakaiannya menyentuh tanah karena
kesombongannya, orang yang menyiarkan pemberiannya (mempublikasikan
kebaikannya), dan orang yang menjual dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim)
6.
Barangiapa mengangkat sumpah terhadap suatu perkara
kemudian dia mengetahui sesuatu yang lebih baik (benar) maka hendaklah dia
menebus (kaffarah) sumpahnya dan mengemukakan apa yang lebih baik (benar). (HR. Muslim)
7.
Berhati-hatilah, jangan kamu banyak bersumpah dalam
penjualan. Itu memang melariskan jualan tapi menghilangkan barokahnya
(memusnahkan perdagangan). (HR. Muslim)
41.
FITNAH
1.
Umatku ini dirahmati Allah dan tidak akan disiksa
di akhirat, tetapi siksaan terhadap mereka di dunia berupa fitnah-fitnah, gempa
bumi, peperangan dan musibah-musibah. (HR.
Abu Dawud)
2.
Fitnah itu sedang tidur (reda) dan laknat Allah
terhadap orang yang membangkitkannya. (HR.
Arrafi’i)
3.
Rasulullah Saw melarang penjualan senjata di kala
berjangkitnya fitnah. (HR. Athabrani)
4.
Jangan mendekati fitnah jika sedang membara dan
jangan menghadapinya bila sedang timbul, bersabarlah bila fitnah dating
menimpa. (HR. Athabrani)
5.
Jika kamu berbicara (menyampaikan ucapan) tentang
suatu perkara kepada suatu kaum padahal perkara itu tidak terjangkau (tidak
dipahami) oleh akal pikiran mereka, niscaya akan membawa fitnah dikalangan
mereka. (HR. Muslim)
42.
KEPEMIMPINAN,
KEADILAN DAN POLITIK
1.
Pemimpin suatu kaum adalah pengabdi (pelayan)
mereka. (HR. Abu Naa’im)
2.
Tidak akan sukses suatu kaum yang mengangkat
seorang wanita sebagai pemimpin. (HR. Al
Bukhari)
3.
Barangsiapa menghina penguasa Allah dimuka bumi
maka Allah akan menghinanya. (HR.
Attirmidzi)
4.
Rasulullah Saw berkata kepada Abdurrahman bin
Samurah, “Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau menuntut suatu
jabatan. Sesungguhnya jika diberi karena ambisimu maka kamu akan menanggung
seluruh bebannya. Tetapi jika ditugaskan tanpa ambisimu maka kamu akan ditolong
mengatasinya.” (HR. Al Bukhari dan
Muslim)
5.
Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi suatu kaum
maka dijadikan pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang bijaksana dan
dijadikan ulama-ulama mereka menangani hukum dan peradilan. Juga Allah jadikan
harta-benda ditangan orang-orang yang dermawan. Namun, jika Allah menghendaki
keburukan bagi suatu kaum maka Dia menjadikan pemimpin-pemimpin mereka
orang-orang dungu yang menangani hokum dan peradilan, dan harta berada ditangan
orang-orang yang kikir. (HR. Addailami)
6.
Kami tidak mengangkat orang yang berambisi
berkedudukan. (HR. Muslim)
7.
Ada
tiga perkara yang tergolong musibah yang membinasakan, yaitu (1) Seorang
penguasa bila kamu berbuat baik kepadanya, dia tidak mensyukurimu, dan bila
kamu berbuat kesalahan dia tidak mengampuni. (2) Tetangga, bila melihat
kebaikanmu dia pendam tapi bila melihat keburukanmu dia sebar luaskan. (3) Isteri
bila berkumpul dia mengganggumu dan bila kamu pergi (tidak ditempat) dia akan
menghianatimu. (HR. Athabrani)
8.
Allah melaknat penyuap, penerima suap dan yang
memberi peluang bagi mereka. (HR. Ahmad)
9.
Akan datang sesudahku penguasa-penguasa yang
memerintahmu. Di atas mimbar mereka memberi petunjuk dan ajaran dengan
bijaksana, tetapi bila telah turun mimbar mereka melakukan tipu daya dan
pencurian. Hati mereka busuk dari bangkai. (HR.
Athabrani)
10.
Jabatan (kedudukan) pada permulaannya penyesalan,
pada pertengahannya kesengsaraan (kekesalan hati) dan pada akhirnya azab pada
hari kiamat. (HR. Athabrani)
11.
Aku mendengar Rasulullah Saw memprihatinkan umatnya
dalam enam perkara : (1) diangkatnya anak-anak sebagai pemimpin (penguasa) ;
(2) terlampau banyak petugas keamanan ; (3) main suap dalam urusan hokum ; (4)
pemutusan silaturahmi dan meremehkan pembunuh ; (5) generasi baru yang menjadikan
Al Qur’an sebagai nyanyian ; (6) mereka mendahulukan atau mengutamakan
seorang yang bukan paling mengerti fiqih
dan bukan pula yang paling besar berjasa tapi hanya orang yang berseni sastera
lah. (HR. Ahmad)
12.
Barangsiapa diserahi kekuasaan urusan manusia lalu
menghindar (mengelak) melayani kaum lemah dan orang yang membutuhlkannya maka
Allah tidak akan menghindarkannya pada hari kiamat. (HR. Ahmad)
13.
Khianat yang paling besar adalah bila seorang
penguasa memperdagangkan rakyatnya. (HR.
Athabrani)
14.
Menyauap dalam urusan hukum adalah kufur. (HR. Athabrani dan Ar-Rabii’)
15.
Barangsiapa tidak menyukai sesuatu dari tindakan
penguasa maka hendaklah bersabar. Sesungguhnya orang yang meninggalkan
(membelot) jamaah walaupun hanya sejengkal maka wafatnya tergolong jahilyah. (HR. Al Bukhari dan Muslim)
16.
Jangan bersilang sengketa. Sesunguhnya orang-orang
sebelum kamu bersilang sengketa (cekcok, bermusuh-musuhan) lalu mereka binasa. (HR. Ahmad)
17.
Ka’ab bin ‘Iyadh Ra bertanya, “Ya Rasulullah,
Apabila seorang mencintai kaumnya, apakah itu tergolong fanatisme? ” Nabi Saw
menjawab, “Tidak, fanatisme (Ashabiyah) ialah bila seorang mendukung (membantu)
kaumnya atas suatu kezaliman.” (HR.
Ahmad)
18.
Kaum muslimin kompak bersatu menghadapi yang lain. (HR. Asysyihaab)
19.
Kekuatan Allah beserta jama’ah (seluruh umat).
Barangsiapa membelot maka dia membelot keneraka. (HR. Attirmidzi)
20.
Semua kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab
atas kepemimpininannya. Seorang suami memimpin dalam keluarga dan bertanggung
jawab atas kepemimpinannya. Seoerang isteri memimpin dan bertanggung jawab atas
penggunaan harta suami. Seorang pelayan (karyawan) bertanggung jawab atas harta
majikannya. Seorang anak bertanggung jawab atas penggunaan harta ayahnya. (HR. Al Bukhari dan Muslim)
21.
Barangsiapa membaiat seorang imam (pemimpin) dan
telah memberinya buah hatinya dan jabatan tangannya maka hendaklah dia taat
sepenuhnya sedapat mungkin. (HR. Muslim)
22.
Akan terlepas (kelak) ikatan (kekuatan) islam,
ikatan demi ikatan. Setiap kali terlepas satu ikatan maka orang-orang akan
berpegangan kepada yang lainnya. Yang pertama kali terlepas ialah hokum dan
yang terakhir adalah shalat. (HR. Ahmad
dan Al Hakim)
23.
Hendaklah kamu mendengar, patuh dan taat (kepada
pemimpinmu) dalam masa kesenangan (kemudahan dan kelapangan), dalam kesulitan
dan kesempitan, dalam kegiatanmu dan di saat mengalami hal-hal yang tidak
menyenangkan sekalipun keadaan itu merugikan kepentinganmu. (HR. Muslim dan Annasai)
24.
Sesunguhnya umatku tidak akan bersatu dalam
kesesatan. Karena itu jika terjadi perselisihan maka ikutilah suara terbanyak. (HR. Anas bin Malik)
25.
Dua orng lebih baik dari seorang dan tiga orang
lebih baik dari dua orang, dan empat orang lebih baik dari tiga orang. Tetaplah
kamu dalam jamaah. Sesungguhnya Allah Azza wajalla tidak akan mempersatukan
umatku kecuali dalam petunjuk (hidayah). (HR.
Abu Dawud)
43.
HAKIM DAN
KEHAKIMAN
1.
Hakim terdiri dari tiga golongan. Dua golongan
hakim masuk neraka dan segolongan lagi hakim masuk surga. Yang masuk surga
ialah yang mengetahui kebenaran hukum dan mengadili dengan hukum tersebut. Bila
seorang hakim mengetahui yang haq tetapi tidak mengadili dengan hukum tersebut,
bahkan bertindak zalim dalam memutuskan perkara, maka dia masuk neraka. Yang
segolongan lagi hakim yang bodoh, yang tidak mengetahui yang haq dan memutuskan
perkara dengan kebodohannya, maka dia juga masuk neraka. (HR. Abu Dawud dan Aththahawi)
2.
Lidah seorang hakim berada di antara dua bara api
sehingga dia menuju surga atau neraka. (HR.
Abu Na’im dan Adailami)
3.
Barangsiapa diangkat menjadi hakim maka dia telah
disembelih tanpa menggunakan pisau. (HR.
Abu Dawud)
4.
Allah beserta seorang hakim selama dia tidak
menzalimi. Bila berbuat zalim maka Allah akan menjauhinya dan setanlah yang
selalu mendapinginya. (HR Attirmidzi)
5.
Bila seorang hakim mengupayakan hokum (dengan
jujur) dan keputusannya benar, maka dia akan memperoleh dua pahala. Tetapi bila
keputusannya salah maka dia akan memperoleh satu pahala. (HR. Al Bukhari)
6.
Janganlah hendaknya seseorang wanita menjadi hakim
yang mengadili urusan masyarakat umum. (HR.
Adailami)
7.
Salah satu dosa paling besar ialah kesaksian palsu.
(HR. Al Bukhari)
8.
Rasulullah Saw bersabda : “Disejajarkan kesaksian
palsu dengan bersyirik kepada Allah. ” Baliau mengulang-ulang sabdanya itu
sampai tiga kali. (Mashabih Assunnah)
9.
Nabi Saw mengadili dengan sumpah dan saksi. (HR. Muslim)
10.
Maukah aku beri tahukan saksi yang paling baik?
Yaitu yang dating memberi kesaksian sebelum dimintai kesaksiannya. (HR. Muslim)
11.
Pria paling dibenci Allah ialah orang bermusuhan
dengan sengit. (HR. Al Bukhari)
12.
Janganlah hendaknya seorang hakim mengadili antara
dua orang dalam keadaan marah. (HR.
Muslim)
13.
Tidak halal darah (dihukum mati) seorang muslim
kecuali karena salah satu dari tiga sebab. Pertama, duda atau janda yang
berzina (juga suami atau isteri). Kedua, hukuman dan pembalasan karena
menghilangkan nyawa orang lain (Qishas), dan ketiga, yang murtad dari Islam dan
meninggalkan jamaah. (HR. Al Bukhari)
14.
Rasulullah Saw pernah memenjarakan seseorang karena
suatu tuduhan kemudian dibebaskannya. (HR.
Annasa’i)
15.
Sesungguhnya aku mengadili dan memutuskan perkara
antara kalian dengan bukti-bukti dan sumpah-sumpah. Sebagian kamu lebih pandai
mengemukakan alasan dari yang lain. Siapapun yang aku putuskan memperoleh harta
sengketa yang ternyata milik lain (saudaranya), sesunguhnya aku putuskan
baginya potongan api neraka. (HR.
Aththusi)
16. Seorang wanita di
jaman Rasulullah Saw sesudah fathu Mekah telah mencuri. Lalu Rasulullah
memerintahkan agar tangan wanita itu dipotong. Usamah bin Zaid menemui
Rasulullah untuk meminta keringanan hukuman bagi wanita tersbut. Mendengar
penuturan Usamah, wajah Rasulullah langsung berubah. Beliau lalu bersabda :
“Apakah kamu akan meminta pertolongan (mensyafa’ati) untuk melanggar
hukum-hukum Allah Azza Wajalla? ”Usamah lalu menjawab, “Mohonkan ampun Allah
untukku, ya Rasulullah.” Pada sore harinya Nabi Saw berkhotbah setelah terlebih
dahulu memuji dan bersyukur kepada Allah. Inilah sabdanya :
“Amma ba’du. Orang-orang sebelum
kamu telah binasa disebabkan bila seorang bangsa mencuriwan mencuri dibiarkan
(tanpa hukuman), tetapi jika yang mencuri seorang awam (lemah) maka dia
ditindak dengan hukuman. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya. Apabila Fatimah
binti Muhammad mencuri maka aku pun akan memotong tangannya.” Setelah bersabda
beliau pun kembali menyuruh memotong tangan wanita yang mencuri itu. (HR. Al Bukhari)
17.
Bila dua orang yang bersengketa menghadap kamu,
janganlah kamu berbicara sampai kamu mendengarkan seluruh keterangan dari orang
kedua sebagaimana kamu mendengarkan keterangan dari orang pertama. (HR. Ahmad)
18.
Kami bersama Rasulullah Saw dalam suatu majelis.
Rasulullah Saw bersabda : “Berbai’atlah kamu untuk tidak syirik kepada Allah
dengan sesuatu apapun, tidak berzina, tidak mencuri, dan tidak membunuh jiwa yang
di haramkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan (alasan) yang benar.
Barangsiapa menepatinya baginya pahala disisi Allah dan barangsiapa yang
melanggar sesuatu dari perkara-perkara itu maka dia dihukum dan itulah
tebusannya (kaffarah). Namun barangsiapa yang melanggar perkara-perkara itu dan
dirahasiakan oleh Allah maka persoalannya Adalah ditangan Allah. Bila Dia
menghendaki maka akan diampuninya atau disiksanya (diakhirat).” (HR. Muslim)
19.
Hindarkanlah tindakan hokum terhadap seorang muslim
sedapat mungkin karena sesungguhnya lebih baik bagi penguasa bertdak salah
karena membebaskannya daripada salah karena menjatuhkan hukuman. (HR. Attirmidzi dan Al Baihaqi)
20.
Barangsiapa menjauhi kehidupannya sebagai badui
maka dia mengisolir dirinya, dan barangsiapa yang mengikuti perburuan maka dia
akan lengah dan lalai. Barangsiapa yang mendatangi pintu-pintu penguasa dia
akan terkena fitnah. Ketahuilah, seorang yang makin mendekatkankan dirinya
kepada penguasa akan bertambah jauh dari Allah. (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
44.
JIHAD DAN
PERANG
1.
Aku menginginkan berperang dijalan Allah, lalu aku
terbunuh, dihidupkan lagi dan mati lagi, lalu dihidupkan lagi. (HR. Al Bukhari)
2.
Kedua kaki hambaKu yang dilibat debu dalam perang
fisabillah tidak akan tersentuh api neraka. (HR. Al Bukhari)
3.
Berjaga-jaga satu malam dalam perang fisabillah
lebih afdhol dari seribu malam dishalati malam harinya dan dipuasai siang
harinya. (HR. Al Hakim)
4.
Tidak ada hijrah lagi sesudah fathu Mekah selain
jihad, niat, dan apabila diserukan berangkat (pergi berperang) maka
berangkatlah. (HR. Al Bukhari)
5.
Puncak persoalan adalah Islam. Barangsiapa pasrah
diri (masuk Islam) maka dia selamat. Tiangnya Islam adalah shalat dan atapnya
adalah jihad (perjuangan). Yang dapat mencapainya hanya orang yang paling utama
diantara mereka. (HR. Athabrani)
6.
Berjihdlah melawan kaum musyirikin dengan harta,
jiwa dan lidahmu. (HR. Annasa’i)
7.
Manusia yang paling dekat derajatnya kepada derajat
kenabian ialah para muhajidin dan ilmuwan (cendikiawan) karena kaum muhajidin melaksanakan
ajaran para Rasul dan ilmuwan membimbing manusia untuk melaksanakan ajaran
nabi-nabi. (HR. Adailami)
8.
Tiada setetes yang lebih disukai Allah ‘Azza
Wajalla daripada setetes darah dijalan Allah. (HR. Aththahawi)
9.
Brangsiapa membri perlengkapan bagi seorang yang
berperang dijalan Allah maka dia terhitung ikut berperang dan barangsiapa ikut
memenuhi kebutuhan keluarga (menyantuni) orang yang berperang maka dia
terhitung ikut. (HR. Al Bukhari)
10.
Wahai segenap manusia, janganlah kamu
mengharap-harap bertemu dengan musuh. Mohonlah kepada Allah akan keselamatan.
Bila bertemu dengan mereka maka bersabarlah (sabar menderita, gigih, ulet dan
tabah). Ketahuilah, surga terletak dibawah bayang-bayang pedang. (HR. Al Bukhari)
11.
Rasulullah Saw bila melepas pasukan yang akan pergi
berperang (tanpa disertainya) berpesan : “Dengan nama Allah, dengan disertai
Allah, dijalan Allah dan atas sunnah Rasulullah. Janganlah kamu berlebihan
mengambil barang rampasan tanpa seijin pemimpin pasukan. Janganlah kamu
berkhianat dan jangan pula melakukan sadisme terhadap musuh. Jangan membunuh
anak-anak, wanita-wanita dan laki-laki yang telah tua.” (HR. Athabrani dan Abu Dawud)
12.
Rasulullah Saw mengikutsertakan kaum wanita dalam
peperangan. Mereka mengobati orang yang terluka. Rasulullah tidak pernah
memberi mereka bagian dari harta rampasan tetapi memberi mereka dari kelebihan
(sisa) pembagian. (HR. Muslim)
13.
Perang adalah tipu daya. (HR. Al Bukhari)
14.
Kalau kamu melakukan perdagangan dengan riba, hanya
menjadi peternak-peternak dan senang hanya dengan bertani saja dan meninggalkan
jihad (perjuangan) maka Allah akan menimpakan kehinaan atasmu. Kamu tidak dapat
mencabut kehinaan itu sehingga kembali kepada Ad Dienmu. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
15.
Ada
tiga hal yang menyebabkan tidak bergunanya seluruh amalan, yaitu : Syirik
kepada Allah, durhaka kepada orang tua, dan lari menghindari pertempuran (dalam
perang fisabilillah). (HR. Athabrani)
16.
Suatu kaum yang meninggalkan perjuangan akan Allah
timpakan kepada mereka azab. (HR.
Athabrani)
17.
Jika terjadi saling membunuh antara dua orang
muslim maka yang membunuh dan yang terbunuh keduanya masuk neraka. Para sahabat bertanya, “Itu untuk si pembunuh, lalu
bagaimana tentang yang terbunuh?” Nabi Saw menjawab, “Yang terbunuh juga
berusaha membunuh kawannya.” (HR. Al
Bukhari)
Penjelasan:
Yang terbunuh berusaha membunuh
tetapi kedahuluan membunuh.
18.
Rasulullah Saw melarang penyebaran racun di negeri
musuh. (HR. Aththahawi)
19.
Saling berpesanlah untuk memperlakukan para tawanan
dengan baik. (HR. Athabrani)
20.
Kami tidak menggunakan bantuan kaum musyirikin
untuk memerangi kaum musyirikin. (HR.
Ahmad)
21.
Orang yang pergi berperang dijalan Allah dan yang
pergi untuk menunaikan haji atau umroh adalah tamu-tamu Allah. Allah menyerukan
kepada mereka, dan mereka menyambutnya dan mereka memohon kepad-Nya, lalu Allah
mengabulkan permohonan mereka. (HR. Ibnu
Majah)
22.
Barangsiapa menolak ketaatan (membangkang) dan
meninggalkan jama’ah lalu meti maka matinya jahiliyah, dan barangsiapa
berperang dibawah panji (bendera) nasionalisme (Kebangsaan atau kesukuan) yang
menyeru kepada fanatisme atau bersikap marah (emosi) karena mempertahankan
fantisme (golongan) lalu terbunuh maka tewasnya pun jahiliyah. (HR. Annasa’i)
Penjelasan:
Asysyathibi memberi definisi
tentang yang dimaksud jama’ah yaitu :
- Orang-orang islam yang berhimpun dalam satu urusan.
- Mayoritas orang-orang islam.
- Kumpulan kaum mujahidin.
- Jama’atul muslimin jika berhimpun dibawah komando seorang amir (pemimpin).
- Para sahabat yang diridhoi Allah dan tentu pada kondisi yang khusus.
Satu jama’ah akan terbentuk bila
ada musyawarah.
45.
MATA
PENCAHARIAN DAN HASIL KERJA
1.
Mencari rezeki yang halal adalah kewajiban sesudah
menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll). (HR. Athabrani dan Al Baihaqi)
2.
Sesungguhnya Ruhul Qudus (malaikat Jibril)
membisikkan dalam benakku bahwa jika tidak akan wafat sebelum lengkap dan
sempurna rezekinya. Karena itu hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah dan
memperbaiki mata pencaharinmu. Apabila datangnya rezeki itu terlambat,
janganlah kamu memburunya dengan jalan bermaksiat kepada Allah karena apa yang
di sisi Allah hanya bias diraih dengan ketaatan kepada-Nya. (HR. Abudzar dan Al Hakim)
3.
Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya
dan trampil. Barangsiapa bersusah-payah mencarinafkah untuk keluarganya maka
dia serupa dengan seorang mujahidin di jala Allah Azza Wajalla. (HR. Ahmad)
4.
Barangsiapa
pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua
tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah. (HR. Ahmad)
5.
Sesungguhnya diantara dosa-dosa ada yang tidak
dihapus (ditebus) dengan pahala shalat, sedeqah atau haji namun hanya dapat
ditebus dengan kesusah – payahan dalam mencari nafkah. (HR. Athabrani)
6.
Sesungguhnnya Allah Ta’ala senang melihat hambaNya
bersusah – payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal. (HR. Adailami)
7.
Seorang yang membawa tambang lalu pergi mencari dan
mengumpulkan kayu baker lantas dibawa ke pasar untuk dijual dan uangnya
digunakan untuk mencukupi kebutuhan dan nafkah dirinya maka itu lebih baik dari
seorang yang meminta – minta kepada orang – orang yang terkadang diberi dan
kadang ditolak. (Mustafaq ‘alaih)
8.
Tiada makanan yang lebih baik daripada hasil usaha
tangan sendiri. (HR. Al Bukhari)
9.
Apabila dibukakan bagi seorang pintu rezeki maka
hendaklah dia melestarikannya (jangan suka berpidah – pindah ke pintu-pintu
rezeki yang lain atau berpindah – pindah usaha). (HR. Al Baihaqi)
10.
Seusai shalat fajar (subuh) janganlah engkau kamu
tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki. (HR. Athabrani)
11.
Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki
dan kebutuhan – kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barokah dan
keberuntungan. (HR. Athabrani dan
Al-Bawwar)
12.
Ya Allah, berkatilah umatku pada waktu pagi hari
mereka (bangun fajar). (HR. Ahmad)
13.
Barangsiapa menghidupkan lahan mati maka lahan itu
untuk dia. (HR. Abu Dawud dan Aththusi)
14.
Carilah rezeki dari perut bumi. (HR. Abu Yu’la)
15.
Pengangguran menyebabkan hati keras (keji dan
membeku). (HR. Asysyihaab)
16.
Allah memberi rezeki kepada hambaNya yang sesuai
dengan kegiatan dan kemauan kerasnya serta ambisinya. (HR. Aththusi)
17.
Mata pencaharian paling afdhol adalah berjualan
dengan penuh kebajikan dari hasil ketrampilan tangan. (HR. Al-Bazzar dan Ahmad)
18.
Sebaik – baik mata pencaharian ialah hasil ketrampilan
dengan seorang buruh apabila dia jujur (ikhlas). (HR. Ahmad)
46.
HARTA DAN
KEKAYAAN
1.
Yang dinamakan kekayaan bukanlah banyaknya
harta-benda tetapi kekayaan yang sebenarnya ialah kekayaan jiwa (hati). (HR. Abu Yu’la)
2.
Setiap orang lebih berhak atas harta miliknya
daripada ayahnya atau anaknya dan segenap manusia. (HR. Al Baihaqi)
3.
Harta kekayaan adalah sebaik-baiknya penolong bagi
pemeliharaan ketaqwaan kepada Allah. (HR.
Adailami)
4.
Tiap menjelang pagi dua malaikat turun. Yang satu
berdoa: “Ya Allah, karuniailah bagi orang yang menginfakkan hartanya tambahan
peninggalan.” Malaikat yang satu lagi berdoa: “Ya Allah, timpakan kerusakan
(kemusnahan) bagi harta yang ditahannya (dibakhilinya).” (Mutafaq ‘alaih)
5.
Harta yang dizakati tidak akan susut (berkurang). (HR. Muslim)
6.
Sesungguhnya rezeki mencari seorang hamba
sebagaimana ajal mencarinya. (HR.
Athabrani)
7.
Cinta yang sangat terhadap harta dan kedudukan
dapat mengikis agama seseorang. (HR. Aththusi)
8.
Anak Adam berkata: “Hartaku…hartaku…” Nabi Saw
bersabda: “Adakah hartamu, hai anak Adam kecuali yang telah kamu belanjakan
untuk makan atau membeli sandang lalu kumal, atau sedekahkan lalu kamu
tinggalkan.” (HR. Muslim)
9.
Apa yang sedikit tetapi mencukupi lebih baik
daripada banyak tetapi melalaikan. (HR.
Abu Dawud)
10.
Bagi tiap sesuatu terdapat ujia dan cobaan dan
ujian serta cobaan terhadap umatku ialah harta-benda. (HR. Attirmidzi)
11.
Akan datang bagi manusia suatu jaman dimana orang
tidak peduli apakah harta yang diperolehnya halal atau haram. (HR. Al Bukhari)
12.
Wahai ‘Amru, alangkah baiknya harta yang sholeh di
tangan orang yang sholeh. (HR. Ahhmad)
13.
Pada akhir jaman kelak manusia harus menyediakan
harta untuk menegakkan urusan agama dan urusan dunianya. (HR. Athabrani)
14.
Orang yang paling dirundung penyesalan pada hari
kiamat ialah orang yang memperoleh harta dari sumber yang tidak halal lalu
menyebabkannya masuk neraka. (HR. Al
Bukhari)
15.
Sesungguhnya orang-orang yang mengelola harta Allah
dengan tidak benar maka bagi mereka api neraka pada hari kiamat. (HR. Al Bukhari)
16.
Janganlah kamu mengagumi orang yang terbentang
kedua lengannya menumpahkan darah. Disisi Allah dia adalah pembunuh yang tidak
mati. Jangan pula kamu mengagumi orang yang memperoleh harta dari yang haram.
Sesungguhnya bila dia menafkahkannya atau bersedekah maka tidak akan diterima
oleh Allah dan bila disimpan hartanya tidak akan berkah. Bila tersisa pun
hartanya akan menjadi bekalnya di neraka. (HR.
Abu Dawud)
17.
Sesungguhnya uang dinar dan dirham ini telah
membinasakan orang-orang sebelum kamu dan di masa yang aan datang pun akan
membinasakan. (HR.. Athabrani)
18.
Apabila kamu diberikan sesuatu tanpa kamu minta
maka pergunakanlah (makanlah) dan sedekahkanlah sebagiannya. (HR. Muslim)
19.
Barangsiapa mengumpulkan harta benda dengan tidak
sewajarnya (tidak benar) maka Allah akan memusnahklannya dengan air (banjir)
dan tanah (longsor). (HR. Al Baihaqi)
47.
KEMISKINAN
1.
Aku menjenguk kesurga da aku melihat kebanyakan
penghuninya orang-orang fakir (miskin). Lalu aku menjenguk keneraka dan aku
melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. (HR. Al Bukhari dan Muslim)
2.
Orang-orang fakir-miskin akan memasuki surga lima ratus tahun (setengah
hari disurga karena sehari di sisi Allah sama dengan seribu tahun di dunia)
sebelum orang-orang kaya memasukinya. (HR. Attirmidzi dan Ahmad)
3.
Kesengsaraan yang paling sengsara ialah misin di
dunia dan di siksa di akhirat. (HR.
Athabrani dan Asysyihaab)
4.
Balasan amal dari seorang miskin terhadap orang
kaya ialah kesetiaan (keikhlasan) dan do’a. (HR. Abu Dawud)
5.
Kasihanila tiga golongan orang yaitu orang kaya
dalam kaumnya lalu melarat, seorang yang semula mulia (terhormat dalam kaumnya)
lalu terhina, dan seorang ‘alim yang dipermainkan (diperolok-olok) oleh orang
yang dungu dan jahil. (HR. Asysyihaab)
6.
Hampir saja kemiskinan (kemiskinan jiwa dan hati)
berubah menjadi kekufuran. (HR.
Athabrani)
48.
MENUAIKAN
AMANAT
1.
Tunaikanlah amanat terhadap orang yang
mengamanatimu dan janganlah berkhianat terhadap orang yang mengkhianatimu. (HR. Ahmad dan Abu dawud)
2.
Tiada beriman orang yang memegang amanat dan tidak
ada agama bagi orang tidak menepati janji. (HR.
Adailami)
3.
Orang yang diajak bermusyawarah (diminta pendapat)
adalah orang yang bias memegang amanat (jujur, ikhlas dan dapat menyimpan
rahasia). (HR. Athabrani)
4.
Apa yang dibicarakan dan terjadi dalam
majelis-majelis (rapat atau pertemuan) harus dijaga dan dipelihara sebagai
amana. (HR. Abu Dawud)
49.
MUAMALAH
( HUBUNGAN KEMASYARAKATAN )
1.
Biarlah manusia saling memberi rezeki kepada yang
lainnya. (HR. Al Baihaqi)
2.
Apabila Allah menginginkan kemajuan dan
kesejahteraan kepada suatu kaum maka Allah memberi mereka karunia kemudahan
dalam jual-beli dan kehormatan diri. Namun bila Allah mengnginkan bagi suatu
kaum kemacetan dan kegagalan maka Allah membuka bagi mereka pintu penghianatan.
(HR. Athabrani)
3.
Jangan kamu saling dengki dan iri dan jangan pula
mengungkit keburukan orang lain. Jangan saling benci dan jangan saling
bermusuhan serta jangan saling menawar lebih tinggi atas penawaran yang lain.
Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim
lainnya dengan tidak menzaliminya, tidak mengecewakannya, tidak membohonginya
dan tidak merendahkannya. Letak taqwa ada disini (Nabi SAW menunjuk kedada
beliau sampai diulang tiga kali). Seorang patut dinilai buruk bila merendahkan
saudaranya yang muslim. Seorang muslim haram menumpahkan darah, merampas harta,
dan menodai kehormatan muslim lainnya. (HR.
Muslim)
4.
Pedagang yang jujur amanatnya kelak di hari kiamat
bersama-sama para nabi, shiddiqin dan para shuhada. (HR. Attirmidzi dan Ibnu Majah)
5.
nabi SAW melarang menjual-beli uang muka
(persekot). Artinya, memperjual belikan uang muka. (HR. Abu Dawud)
6.
Apabila terjadi perselisihan antara penjual dan
pembeli maka keputusan ada di tangan penjual. Apabila pembeli menyetujuinya
atau jual-beli batal. (HR. Abu Hanafiah)
7. Barangsiapa menjual
buah-buahan lalu buah-buahan itu rusak (busuk) maka dilarang menerima uang
penjualannya. Mengapa dia mengambil dengan tidak sah uang saudaranya semuslim ?
(HR. Ibnu Majah)
8. Rasulullah SAW
melarang orang menjual air. (Mutafaq
‘alaih)
9.
Apabila seorang kehilangan atau kecurian barangnya
kemudian ditemukan ditangan seseorang maka orang itu (yang kehilangan) lebih
berhak memiliki barangnya. Adapun orang yang membeli barang tersebut hendaknya
menuntut pengembalian uangnya dari penjualan barang tersebut. (HR. Ibnu Majah)
10.
Tidak boleh menjual buah-buahan sampai terbukti
benar kebaikannya. (HR. Aththahawi)
11. Allah memberkahi
penjualan yang mudah, pembelian yang mudah, pembayaran yang mudah dan penagihan
yang mudah. (HR. Aththahawi)
12.
Rasulullah SAW melarang penjualan karena terpaksa
(dipaksa menjual karena terdesak kebutuhan) dan melarang penjualan dengan
pemalsuan (penipuan). (HR. Mashabih
Assunnah)
13.
Tidak sah perceraian, penjualan atau pembelian yang
dilakukan orang gila. (HR. Abu Hanafiah)
14.
Allah Ta’ala berfirman (dalam hadits Qudsi) : “Aku
yang ketiga (bersama) dua orang yang berserikat dalam usaha (dagang) selama
yang seorang tidak berkhianat (curang) kepada yang lainnya. Apabila berlaku
curang maka Aku ke luar dari mereka.” (Abu
Dawud)
15.
Orang yang mendatangkan barang dagangan (impor)
untuk dijual selalu akan memperoleh rezeki dan orang yang menimbun barang akan
dikutuk Allah. (HR. Ibnu Majah dan
Aththusi)
16.
Barangsiapa menimbun bahan pangan dan kebutuhan
kaum muslimin maka Allah akan menimpanya dengan kebangkrutan dan penyakit
lepra. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
17.
Rasulullah SAW memutuskan untuk mendahulukan
penyelesaian hutang sebelum melaksanakan maksiat. (HR. Al Hakim)
18.
Berhati-hatilah dalam berhutang. Sesungguhnya
berhutang itu suatu kesedihan pada malam hari dan kerendahan diri (kehinaan) di
siang hari. (HR. Ibnu dan Al Baihaqi)
19.
Orng kaya yang menunda-nunda (mengulur-ulur waktu)
pembayaran hutangnya adalah kezaliman. (HR.
Al Bukhari)
20.
Roh seorang mukmin masih terkatung-katung (sesudah
wafatnya) sampai hutangnya di dunia dilunasi. (HR. Ahmad)
21.
Barangsiapa mengambil harta orang-orang untuk
disampaikannya (kepada yang berhak) maka Allah akan menyampaikannya dan
barangsiapa mengambilnya dengan maksud merusaknya maka Allah akan merusak orang
itu. (HR. Al Bukhari)
22.
Jangan menimbulkan ketakutan pada dirimu sendiri
sesudah terasa olehmu keamanan (ketentraman). Para
sahabat bertanya, “Apa yang menimbulkan ketakutan itu, ya Rasulullah ? ” Beliau
menjawab, “Hutang.” (HR. Ahmad)
23.
Sebai-baik kamu ialah yang paling baik dalam
membayar hutangnya. (HR. Al Bukhari)
24.
Seorang hamba muslim yang membayar hutang
saudaranya maka Allah akan melepas ikatan penggadaiannya pada hari kiamat. (HR. Mashabih Assunnah)
25.
Hutang adalah bendera Allah di muka bumi. Apabila
allah hendak menghinakan seorang hamba maka diikatkan ke lehernya. (HR. Ahmad dan Al Hakim)
26.
Waspadalah dan hindarilah do’a orang yang dalam
kesulitan untuk membayar kembali hutangnya. (HR. Adailami)
27.
Berlakulah lunak dan saling mengasihi. Hendaklah
kamu saling mengalah terhadap yang lain. Apabila orang yang mempunyai hak
mengetahui kebaikan yang akan diperolehnya menunda tuntutannya atas haknya
pasti orang yang punya tuntutan atas haknya akan lari menjauhi orang yang
dituntutnya. (HR. Al Bukhari)
28.
Apabila seorang menghutangi orang lain maka
janganlah mengambil suatu kelebihan (komisi). (HR. Ahmad)
29.
Barangsiapa mengangkat senjata terhadap kami
tidaklah dia dari golongan kami dan barangsiapa menipu kami maka dia bukan dari
golongan kami . (HR. Al Bukhari)
30.
Unta yang digadaikan boleh ditunggangi karena
dikeluarkan biaya pemeliharaannya dan susunya boleh diminum oleh orang yang
menyimpan unta tersebut. (HR. Al
Bukhari)
31.
Seorang laki-laki yang menzinai wanita merdeka atau
budak maka anaknya adalah anak zina. Dia tidak mewarisi dan di warisi oleh
laki-laki tersebut. (HR. Attirmidzi)
32.
Pembunuh tidak bisa menerima warisan dari orang
yang di bunuhnya. (HR. Attirmidzi)
33.
Seorang kafir tidak boleh mewarisi harta orang
muslim dan orang muslim pun tidak boleh mewarisi harta orang kafir. (HR. Al Bukhari)
34.
Apabila kamu menimbang hendaklah di tepati. (HR. Ibnu Majah)
35.
Barangsiapa menanami lahan orang lain tanpa ijin
dari pemiliknya maka baginya pengembalian biaya penanaman dan tidak mendapat
bagian dari hasil tanaman. (HR. Ahmad)
36.
Pemilik hak berhak pula berbicara agak keras
(misalnya terhadap yang berhutang). (HR.
Al Bukhari dan Muslim)
37.
Kaum muslimin berserikat (memiliki bersama) dalam
tiga hal, yaitu air, rerumputan (di padang
rumput yang tidak bertuan), dan api. (HR.
Abu Dawud)
50.
DUNIA DAN
SEGALA ISINYA
1.
Barangsiapa pada pagi hari aman dalam kelompoknya,
sehat tubuhnya, memiliki pangan untuk seharinya, maka dia seolah-olah
memperoleh dunia dengan segala isinya. (HR.
Attirmidzi)
2.
Perbandingan dunia dengan akhirat seperti seorang
yang mencelupkan jari tangannya ke dalam laut lalu diangkatnya dan dilihatnya
apa yang diperolehnya. (HR. Muslim dan
Ibnu Majah)
3.
Aku dan dunia ibarat orang dalam perjalanan
menunggang kendaraan, lalu berteduh di bawah pohon untuk beristirahat dan
setelah itu meninggalkannya. (HR. IBnu
Majah)
4.
Dunia itu cantik dan hijau. Sesungguhnya Allah
menjadikan kamu kholifah Allah mengamati apa yang kamu lakukan, karena itu
jauhilah godaan wanita dan dunia. Sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa bani
israil adalah godaan kaum wanita. (HR.
Ahmad)
5. Dapat diperkirakan
bahwa kamu akan diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang
yang berebut melahap isi mangkok. Para sahabat
bertanya, “Apakah saat itu jumlah kami sedikit, ya Rasulullah ? ” Beliau
menjawab, “Tidak, bahkan jumlah kalian saat itu banyak sekali tetapi seperti
buih air bah (tidak berguna) dan kalian ditimpa penyakit wahan. ”Mereka
bertanya lagi, “Apa itu penyakit wahan, ya Rasulullah ? “Beliau menjawab, ”Kecintaan
yang sangat kepada dunia dan takut mati.” (HR.
Abu Dawud)
6. Demi Allah,
Bukankah kemelaratan yang aku takuti bila menimpa kalian, tetapi yang kutakuti
adalah bila dilapangkannya dunia bagimu sebagaimana pernah dilapangkan
(dimudahkan) bagi orang-orang yang sebelum kalian, lalu kalian saling berlomba
sebagaimana mereka berlomba, lalu kalian dibinasakan olehnya sebagaimana mereka
dibinasakan. (HR. Ahmad)
7.
Malaikat Jibril dating kepada Nabi SAW, lalu
berkata, “Hai Muhammad, hiduplah sesukamu namun engkau pasti mati. Berbuatlah
sesukamu namun engkau pasti akan diganjar, dan cintailah siapa yang engkau
sukai namun pasti engkau akan berpisah dengannya. Ketahuilah, kemuliaan seorang
mukmin tergantung shalat malamnya dan kehormatannyatergantung dari
ketidakbutuhannya kepada orang lain.” (HR.
Athabrani)
8.
Janganlah kalian mencaci-maki dunia. Dia adalah
sebaik-baik kendaraan. Dengannya orang dapat meraih kebaikan dan selamat dari
kejahatan. (HR. Adailami)
9.
Sesungguhnya Allah melindungi hambaNya yang mukmin
dari godaan dunia dan Allah juga menyayanginya sebagaimana kamu melindungi
orangmu yang sakit dan mencegahnya dari makanan serta minuman yang kamu takuti
akan mengganggu kesehatannya. (HR. Al
hakim dan Ahmad)
51.
JAMAN
1.
Sebaik-baik umatku adalah pada abadku ini, kemudian
yang sesudahnya dan sesudahnya. Kemudian sesudah mereka muncul suatu kaum yang
memberi kesaksian tetapi tidak bisa dipercaya kesaksiannya. Mereka berkhianat
dan tidak dapat diamati. Mereka bernazar (berjanji) tetapi tidak menepatinyadan
merka tampak gemuk-gemuk. (HR.
Attirmidzi)
2.
Tiada dating kepadamu jaman kecuali yang sesudahnya
lebih buruk dari pada yang sebelumnyasampai kamu berjumpa dengan Allah. (HR. Ahmad)
3.
Jangan memaksa dirimu berjaga pada malam hari
karena kamu tidak mampu melakukannya. Bila seseorang mengantuk maka hendaklah
dia tidur di tempat tidurnya sendiri dan itu lebih aman. (HR. Adailami)
4.
Pada hari Jum’at terdapat saat yang apabila seorang
muslim memohon kepada Allah sesuatu kebaikan maka Allah akan memberinya, yaitu
saat antara duduknya seorang imim (khatib) sampai usainya shalat. (HR. Muslim)
52.
ILMU
PENGETAHUAN DAN KEBODOHAN
1.
Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah
pendekatan diri kepada Allah Azza Wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang
tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan
orangnya dalam kedudukan yang terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan
adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat. (HR. Ar-rabii’)
2.
Wahai Aba Dzar, kamu pergi mengajarkan ayat dai
Kitabullah lebih baik bagimu daripada shalay (sunnah) seratus rakaat, dan pergi
mengajar satu bab ilmu pengetahuan baik dilaksanakan atau tidak, itu lebih baik
daripada shalat seribu raka’at. (HR.
Ibnu Majah)
3.
Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin
maupun muslimah). (HR. Ibnu Majah)
4.
Tuntutlah ilmu dan belajarlah (untuk ilmu)
ketenangan dan kehormatan diri, dan bersikaplah rendah hati kepada orang yang
mengajar kamu. (HR. Athabrani)
5.
Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya
terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan
buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk menampilkan dalam majelis
(pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu.
Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka…neraka. (HR. Attirmidzi dan Ibnu Majah)
6.
Kelebihan seorang alim (ilmuwan) terhadap seorang
‘abib (ahli ibadah) ibarat bulan purnama terhadap seluruh bintang. (HR. Abu Dawud)
7.
Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah
akan memudahkan baginya jalan ke surga. (HR.
Muslim)
8.
Duduk bersama para ulama adalah ibadah. (HR. Adailami)
9.
Apabila kamu melewati taman-taman surga, minumlah
hingga puas. Para sahabat bertanya, “Ya
Rasulullah, apa yang dimaksud taman-taman surga itu?” Nabi SAW menjawab,
“Majelis-majelis taklim.” (HR.
Athabrani)
10.
Apabila muncul bid’ah di tengah-tengah umatku wajib
atas seorang ‘alim menyebarkan ilmunya (yang benar). Kalau dia tidak
melakukannya maka baginya laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia.
Tidak akan diterima sodaqohnya dan kebaikan amalannya. (HR. Ar-rabii)
11.
Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu
dirahasiakannya maka dia akan datang pada hari kiamat dengan kendali (di
mulutnya) dari api neraka. (HR. Abu
Dawud)
12.
Seorang alim apabila menghendaki dengan ilmunya
keridhoan Allah maka dia akan ditakuti oleh segalanya, dan jika dia bermaksud
untuk menumpuk harta maka dia akan takut dari segala sesuatu. (HR. Adailami)
13.
Yang ditakuti terhadap umatku ialah
pemimpin-peminpin yang menyesatkan. (HR.
Abu Dawud)
14.
Yang aku takuti terhadap umatku ada tiga perbuatan,
yaitu kesalahan seorang ulama, hokum yang zalim, dan hawa nafsu yang
diperurutkan. (HR. asysyihaab)
15.
Celaka atas umatku dari ulama yang buruk. (HR. Al Hakim)
16.
Barangsiapa diminta fatwa sedang dia tidak mengerti
maka dosanya adalah atas orang yang memberi fatwa. (HR. ahmad)
17.
Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat
ialah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat. (HR. Al Baihaqi)
18.
Apabila kamu melihat seorang ulama bergaul erat
dengan penguasa maka ketahuilah bahwa dia adalah pencuri. (HR. adailami)
19.
Seorang ulama yang tanpa amalan seperti lampu
membakar dirinya sendiri (berarti amal perbuatan harus sesuai dengan
ajaran-ajarannya). (HR. Adailami)
20.
Termasuk mengagungkan allah ialah menghormati
(memuliakan) ilmu, para ulama, orang tua yang muslim dan para pengemban Al
Qur’an dan ahlinya (termasuk pembaca, penghafal, ahli tafsir, dan penegak
ajaran Al Qur’an) serta penguasa yang adil. (HR. Abu Dawud dan athhtusi)
21.
Sesungguhnya allah tidak menahan ilmu dari manusia
dengan cara merenggut tetapi dengan mewafatkan para ulama sehingga tidak lagi
tersisa seorang alim. Dengan demikian orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin
yang dungu lalu ditanya dan dia memberi fatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka
sesat dan menyesatkan. (Mutafaq ‘alaih)
22.
Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup
bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan
baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya
sendiri. (HR. athabrani)
23.
Maafkanlah dosaorang yang murah hati, kekeliruan
seorang ulama dan tindakan seorang penguasa yang adil. Sesungguhnya allah
Ta’ala membimbing mereka apabila ada yang tergelincir. (HR. Al Bukhari fii Al Adaab)
24.
Saling berlakulah jujur dalam ilmu dan jangan
saling merahasiakannya. Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu pengetahuan lebih
berat hukumnya daripada berkhianat dalam harta. (HR. abu Na’im)
53.
HALAL DAN
HARAM
1.
Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram
itu jelas. Diantara keduanyaada perkara-perkara yang meragukan dan tidak
diketahui oleh kebanyakan orang. Barangsiapa menjauhi perkara-perkara yang
diragukan (hukumnya) maka dia telah menyelamatkan hal yang syubuhat
(perkara-perkara yang dirgukan hukumnya) maka dia terperosok dalam yang haram.
Seumpama seorang pengembala, bila mendekati suatu lubang maka ada kemungkinan
dia terperosok ke dalamnya. Tiap raja memiliki pembela (yang membentengi) dan
benteng Allah ialah segala apa yang di haramkanNya. Sesungguhnya dalam tubuh manusia
terdapat gumpalan darah. Apabila gumpalan darah itu baik maka baiklah seluruh
tubuhnya, dan apabila buruk maka buruk pulalah seluruh tubuhnya. Ketahuilah,
itu adalah hati. (HR. Al Bukhari)
2.
Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW :
“Apabila aku shalat semua yang fardhu (wajib) dan puasa pada bulan ramadhan,
menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram tidak lebih dari itu,
apakah aku bias masuk surga?” Nabi SAW menjawab, “Ya.” (HR. Muslim)
3.
Lautan airnya suci (untuk wudhu) dan bangkai ikannya
halal (untuk dimakan). (HR. Al Bukhari)
4.
Orang yang mengharamkan sesuatu yang halal serupa
dengan orang yang menghalalkan sesutu yang haram. (HR. Asysyihaab)
5.
Yang halal jelas dan yang haram jelas. Di antara
keduanya ada perkara-perkara yang kelam (kabur). (HR. Al Bukhari)
6.
Akan dating suatu masa dimana tiada seorangpun yang
tidak makan uang riba. Kalau tidak ribanya maka ia akan terkena asapnya (ayau
debunya). (HR. Abu Dawud)
7.
Tiap tubuh yang tumbuh dari (makanan) yang haram
maka api neraka lebih utama membaarnya. (HR.
Athabrani)
54.
PERGAULAN
1.
Apabila seorang datang langsung berbicara sebelum
memberi salam maka janganlah dijawab. (HR.
Addainuri dan Attirmidzi)
2.
Lakukanlah ziarah dengan jarang-jarang agar lebih
menambah kemesraan. (HR. Ibnu Hiban)
3.
Laki-laki memberi salam kepada wanita dan wanita
jangan memberi salam kepada laki-laki. (HR.
Addainuri)
4.
Apabila kamu saling berjumpa maka saling mengucap
salam dan bersalam-salaman, dan bila berpisah maka berpisahlah dengan
mengucapkan istigfar. (HR. Aththahawi)
5.
Sahabat Anas Ra berkata, “Kami di suruh oleh
Rasulullah SAW agar jawaban kami tidak lebih daripada ”Wa’alaikum”. (HR. Addainuri)
Penjelasan :
Apabila penganut yahudi atau
nasrani (ahlul kitab) memberi salam kepada seorang muslim maka jawabnya tidak
boleh lebih dari : “Wa’alaikum,” artinya
: “Dan juga bagimu.”
6.
Apabila dua orang muslim saling berjumpa lalu
berjabat tangan dan mengucap “Alhamdulillah” dan beristigfar maka Allah ‘Azza
Wajalla mengampuni mereka. (HR. Abu
Dawud)
7.
Senyummu kewajah saudaramu adalah sodaqoh. (Mashabih Assunnahi)
8.
Apabila berkumpul tiga orang janganlah yang dua
orang berbisik-bisik (bicara rahasia) dan meninggalkan orang yang ketiga. (HR. Al Bukhari)
9.
Apabila seorang bertamu lalu minta izin (mengetuk
pintu atau memanggil-manggil) sampai tiga kali dan tidak ditemui (tidak dibukan
pintu) maka hendaklah dia pulang. (HR.
Al Bukhari)
10.
Seorang tamu yang masuk kerumah suatu kaum
hendaklah duduk di tempat yang ditunjuk kaum itu sebab mereka lebih mengenal
tempat-tempat aurat rumah mereka. (HR.
Athabrani)
11.
Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang
buruk, dan kawan bergaul yang sholeh
lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik
daripada berdiam dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol)
yang buruk. (HR. Al Hakim)
12.
Seseorang adalah sejalan dan sealiran dengan kawan
akrabnya, maka hendaklah kamu berhati-hati dalam memilih kawan pendamping. (HR. Ahmad)
13.
Sesungguhnya Allah Ta’ala menyukai kelestarian atas
keakraban kawan lama, maka peliharalah kelangsungannya. (HR. Adailami)
14.
Seorang mukmin yang bergaul dan sabarhadap gangguan
orang, lebih besar pahalanya dari yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak
sabar dalam menghadapi gangguan mereka. (HR.
Ahmad dan Attirmidzi)
15.
Amal perbuatan yang paling disukai Allah sesudah
yang fardhu (wajib) ialah memasukkan kesenangan ke dalam hati seorang muslim. (HR. Athabrani)
16.
Barangsiapa mengintip-intip rumah suatu kaum tanpa
ijin mereka maka sah bagi mereka untuk mencolok matanya. (HR. Muslim)
17.
Seorang mukmin adalah cerminan bagi mukmin lainnya.
Apakah melihat aib padanya dia segera memperbaikinya. (HR. Al Bukhari)
18.
Tiga perbuatan yang termasuk sangat baik, yaitu
berzikir kepada Allah dalam segala situasi dan kondisi, saling menyadarkan satu
sama lain, dan menyantuni saudara-saudaranya (yang memerlukan). (HR. Adailami)
19.
Jibril Alaihissalam yang aku cintai menyuruhku agar
selalu bersikap lunak (toleran dan mengalah) terhadap orang lain. (HR. Ar-rabii’)
20.
Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya,
tidak menzaliminya dan tidak mengecewakannya (membiarkannya menderita) dan
tidak merusaknya (kehormatan dan nama baiknya). (HR. Muslim)
21.
Rasulullah SAW melarang mendatangi undangan
orang-orang fasik. (HR. Athabrani)
22.
Janganlah kamu duduk ditepi jalan. Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, kami memerlukan
duduk-duduk untuk berbincang-bincang.”
Rasulullah kemudian berkata, “Kalau memang harus duduk-duduk maka
berilah jalanan haknya.” Mereka bertanya, “Apa haknya jalanan itu, ya
Rasulullah?” Nabi SAW menjawab, “Mamalingkan pandangan (bila wanita lewat),
menghindari gangguan, menjawab ucapan salam (dari orang yang lewat), dan
beramar ma’ruf nahi mungkar.” (Mutafaq
‘alaih)
23.
Termasuk sunnah bila kamu menghantar pulang tamu
sampai kepintu rumahmu. (HR. Al Baihaqi)
24. Rasulullah SAW
menerima pemberian hadiah dan mendoakan ganjaran atas pemberian hadiah
tersebut. (HR. Al Bukhari)
25.
Jangan menolak hadiah dan jangan memukul kaum
muslimin. (HR. Ahmad)
26.
Hendaknya kamu saling memberi hadiah. Sesungguhnya
pemberian hadiah itu dapat melenyapkan kedengkian. (HR. Attirmidzi dan Ahmad)
27.
Seorang pemuda yang menghormati orang tua karena
memandang usianya yang lanjut Allah mentakdirkan baginya pada usia lanjut orang
akan menghormatinya. (HR. Attirmidzi)
28.
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir
hendaklah menghormati tamunya. Kewajiban menjamu tamu hanya satu hari satu
malam. Masa bertamu adalah tiga hari dan sesudah itu termasuk sedekah. Tidak
halal bagi si tamu tinggal lebih lama sehingga menyulitkan tuan rumah. (HR Al Baihaqi)
29.
Barangsiapa menerima kebaikan (pemberian) dari
kawannya (saudaranya) tanpa diminta hendaklah diterima dan jangan dikembalikan
. Sesungguhnya itu adalah rezeki yang disalurkan Allah untuknya . (HR Al Hakim)
30.
Barangsiapa membela (nama baik dan kehormatan)
saudaranya tanpa kehadirannya maka Allah akan membelanya di dunia dan di
akhirat. (HR. Al Baihaqi)
31.
Apabila kawan muslim seseorang digunjing dan dia
tidak menyanggah (membelanya) padahal sebenarnya dia mampu membelanya maa Allah
aan merendahkannya di dunia dan di akhirat. (HR. Al Baghowi dab Ibnu Babawih)
32.
Jiwa-jiwa manusia ibarat pasukan. Bila saling
mengenal menjadi rukun dan bila tidak saling mengenal tmbul perselisihan. (HR. Muslim)
33.
Tiada beriman seorang dari kamu sehingga dia
mencintai segala sesuatu bagi saudaranya yang dia cintai bagi dirinya. (HR. Al Bukhari)
34.
Hubungilah orang yang memutus hubungannya dengan
kamu dan berilah (sesuatu) kepada orang yang enggan memberimu. Hindarkan dirimu
dari orang yang menzalimi kamu (Artinya, jangan menghiraukan orang angmenzali
kamu). (HR. Ahmad)
35.
Belalah (tolonglah) kawanmu baik dia zalim maupun
dizalimi. Apabila dia zalim, cegahlah dia dari perbuatanya dan bila dia
dizalimi upayakanlah agar dia dimenangkan. (HR.
Al Bukhari)
36.
Barangsiapa tidak memperhatikan (mempedulikan) urusan kaum muslimin maka dia
bukan termasuk dari mereka. (HR. Abu
Dawud)
37.
Jangan menunjukan kegembiraan atas penderitaan
saudara niscaya Allah akan menyelamatkannya dan akan menimpaan (musibah)
kepadamu. (HR. Aththusi dan Attirmidzi)
38.
Apabla kamu meukul hindarilah wajah. (HR. Mashabih Assunnah)
39.
Wahai segenap manusia, sesungguhnya Robbmu satu dan
bapakmu satu. Tidak ada kelebihan bagi seorang Arab atas orang Ajab (bukan
Arab) dan bagi seorang yang bykan Arab atas orang Arab dan yang (berkulit)
merah atas yang hitam dan yang hitam atas yang merah, kecuali dengan
ketaqwaannya. Apakah aku sudah menyampaikan hal ini? (HR. Ahmad)
40.
Tidak boleh ada gangguan (akibat yang merugikan dan
menyedihkan) dan tidak boleh ada paksaan. (HR.
Malik)
41.
Cukup jahat orang yang menghina saudaranya. (HR. Muslim)
42.
Tidak halal bagi seorang muslimin menjauhi
(memutuskan hubungan) dengan saudaranya melebihi tiga malam. Hendaklah mereka
bertemu untuk berdialog mengemukakan isi hati dan yang terbaik ialah yang
pertama memberi salam (menyapa). (HR. Al
Bukhari)
43.
Barangsiapa meniru-niru tingkah laku suatu kaum
maka dia tergolong dari mereka. (HR.
Ahmad dan Abu Dawud)
44.
Tidak akan masuk surga orang yang suka mencuri
berita (suka mendengar-dengar berita rahasia orang lain). (HR. Al Bukhari)
45.
Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam
saling cinta kasih dan belas kasih seperti satu tubuh. Apabila kepala mengeluh
(pusing) maka seluruh tidak bisa tidur dan demam. (HR. Muslim)
46.
Kawan pendamping yang sholeh ibarat penjual minyak
wangi. Bila dia tidak memberimu minyak wangi, kamu akan mencium keharumannya.
Sedangkan kawan pendamping yang buru ibarat tukang pandai besi. Bila kamu tidak
terjilat apinya, kamu akan terkena asapnya. (HR. Al Bukhari)
55.
PERKAWINAN
1.
kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang
mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang
terbanyak. (HR. Abu Dawud)
2.
Wahai segenap pemuda, barangsiapa yang mampu
memikul beban keluarga hendaklah kawin. Sesungguhnya perkawinan itu lebih dapat
meredam gejolak mata dan nafsu seksual, tapi barangsiapa yang belum mampu
hendaklah dia berpuasa karena (puasa itu) benteng (penjagaan) baginya. (HR. Al Bukhari)
3.
Barangsiapa kawin (beristeri) maka dia telah
melindungi (menguasai) separo agamanya, karena itu hendaklah dia bertaqwa
kepada Allah dalam memelihara yang separonya lagi. (HR. Al Hakim dan Aththawi)
4.
Rasulullah SAW melarang laki-laki yang meolak kawin
untuk beralih kepada ibadah melulu. (HR.
Al Bukhari)
5.
Apabila datang laki-laki (untuk meminang) yang kamu
ridhoi agamanya dan akhlaknya maka kawinkanlah dia, dan bila tidak kamu lakukan
akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas. (HR. Attirmidzi dan Ahmad)
6.
Sesungguhnya dunia seluruhnya benda dan sebaik-baik
benda ialahwanita (isteri) yang sholeh. (HR.
Muslim)
7.
Rasulullah SAW bersabda kepada Ali Ra : “Hai Ali,
ada tiga perkara yang janganlah kamu tunda-tunda pelaksanaannya, yaitu shalat
apabila tiba waktunya, jenazah bila sudah siapa penguburannya, dan wanita
(gadis atau janda) bila menemukan laki-ai sepadan yang meminangnya.” (HR. Ahmad)
8.
Diharamkan dari penyusuan apa yang diharamkan dari
keturunan (nasab). (HR. Al Bukhari)
Penjelasan :
Larangan hokum yang dikenakan
terhadap nasab seperti hokum pernikahan, warisan, dan lain-lain berlaku juga
terhadap anak atau saudara sesusu.
9.
Wanita dinikahi karena empat factor, yakni karena
harta kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, dank arena
agamanya. Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu. (HR. Muslim)
10.
Janganlah seseorang membeli (menawar) di atas
penawaran saudaranya dan jangan meminang di atas peminang saudaranya, kecuali
saudaranya mengijinkannya. (HR.
Attirmidzi dan Ahmad)
11.
Barangsiapa mengawini seorang wanita karena
memandang kedudukannya maka allah akan menambah baginya kerendahan, dan
barangsiapa mengawini wanita karena memandang harta bendanya maka Allah akan
menambah baginya kemelaratan, dan barangsiapa mengawininya karena
memandangketurunannya maka allah akan menambah baginya kehinaan, tetapi
barangsiapa mengawini seorang wanita karena bermaksud ingin meredam gejolak
mata dan menjaga kesucian seksualnya atau ingin mendekatkan ikatan keeluargaan
maka Allah akan memberkahinya bagi isterinya dan memberkahinya isterinya
baginya. (HR. Al Bukhari)
12.
Seorang janda yang akan dinikahi harus diajak
bermusyawarah dan bila seorang gadis maka harus seijinnua (persetujuannya), dan
tanda persetujuan seorang gadis ialah diam (ketika ditanya). (HR. Attirmidzi dan Ibnu Majah)
Penjelasan :
Diamnya seorang gadis adalah
tanda setuju sebab gadis lebih banak malu ketimbang janda.
13.
Kawinilah gadis-gadis, sesungguhnya mereka lebih
sedap mulutnya dan lebih banyak melahirkan serta lebih rela menerima (pemberian
) yang sedikit. (HR. Athabrani)
14.
Sebaik-baiknya wanita ialah yang paling ringan mas kawinnya.
(HR. Athabrani)
15.
Allah ‘Azza wajalla berfirman (dalam hadits Qudsi)
:
“Apabila Aku menginginkan untuk
menggabungkan kebaikan dunia dan akhirat bagi seorang muslim maka Aku jadikan
hatinya khusyuk dan lidahnya banyak berzikir. Tubuhnya sabar dalam menghadapi
penderitaan dan Aku jodohkan dia dengan seorang isteri mukminah yang
menyenangkannya bila ia memandangnya, dapat menjaga kehormatan dirinya, dan
memelihara harta suaminya bila suaminya sedang tidak bersaanya.”
16.
Tiada sah pernikahan kecuali dengan (hadirnya) wali
dan dua orang saksi da dengan mahar (mas kawn) sedikit maupun banya. (HR. Athabrani)
17.
Barangsiapa menjanjikan pemberian mask awn kepada
seorang wanita dan berniat untuk tidak menepatinya maa dia akan berjumpa dengan
Allah Ta’ala sebagai seorang pezina. Barangsiapa berhutang tetapi sudah berniat
untuk tidak meunasi hutangnya maka dia akan menghadap Allah ‘Azza wajalla
sebagai seorang pencuri. (HR. Athabrani)
18.
Janganlah seorang isteri memuji-muji wanita lain di
hadapan suaminya sehingga terbayang bagi suaminya seolah-olah dia melihat
wanita itu. (HR. Al Bukhari)
19.
Janganlah seorang isteri meminta cerai dari
suaminya tanpa alasan (sebab yang dibenarkan), niscaya dia tidak akan mecium
bau surga yang baunya dapay dirasakan pada jarak tempuh empat puluh tahun. (HR. Ibnu Majah)
20.
Seorang isteri yang ketika suaminya wafat
meridhoinya maka dia (isteri itu) akan masuk surga. (HR. Al Hakim dan Attirmidzi)
21.
Allah SWT kelak tidak akan memandang
(memperhatikan) seorang wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya meskipun
selamanya dia membutuhkan suaminya. (HR.
Al Hakim)
22.
Hak suami atas isteri ialah tidak menjauhi tempat
tidur suami dan memperlakukannya dengan benar dan jujur, mentaati perintahnya
dan tidak keluar (meninggalkan) rumah kecuali dengan ijin suaminya, tidak
memasukkan ke rumahnya orang-orang yang tidak disukai suaminya. (HR. Athabrani)
23.
Tidak sah puasa (puasa sunnah) seorang wanita yang
suaminya ada di rumah, kecuali dengan seijin suaminya. (Mutafaq ‘alaih)
24.
Tidak dibenarkan seorang wanita memberika kepada
orang lain dari harta benda suaminya kecuali dengan ijin suaminya. (HR. Ahmad)
25.
Apabila seorang dari kamu hendak meminang seorang
wanita dan dapat melihat bagian-bagian dari tubuhnya, hendaklah melakukannya. (HR. Ahmad)
Penjelasan :
Melihat wajah, betis, dan tangan
calon isteri yang akan dipinangnya dibolehkan.
26.
Tidak dibenarkan manusia sujud kepada manusia, dan
kalau dibenarkan manusia sujud kepada manusia, aku akan memerintahkan wanita
sujud kepada suaminya karena besarnya jasa (hak) suami terhadap isterinya. (HR. Ahmad)
27.
Bila seorang menggauli isterinya janganlah segan
untuk menguapkan doa : “Ya Allah, jauhkanlah aku dari setan dan jauhkan setan
dari apa yang Engkau berikan rezeki bagiku (anak).” Sesungguhnya kalau lantas
Allah menganugerahkan bagi mereka anak maka anak tersebut tidak akan diganggu
setan sama sekali.. (HR. Al Bukhari)
28.
Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW,
“Apa hak isterinya tehadap suaminya?” Nabi SAW menjawab, “Memberi isteri makan
bila kamu makan, memberinya pakaian bila kamu berpakaian, tidak boleh memukul
wajahnya, tidak boleh menjelek-jelekkannya dan jangan menjauhinya kecuali dalam
lingkungan rumahmu.” (HR. Abu Dawud)
29.
Apabila di antara kamu ada yang bersenggama dengan
isterinya hendaklah lakukan dengan kesungguhan hati. Apabila selesai hajatnya
sebelum selesai isterinya, hendaklah dia sabar sampai isterinya selesai
hajatnya. (HR. Abu Yu’la)
30.
Apabila seorang diantara kamu menggauli isterinya,
janganlah menghinggapinya seperti burung yang bertengger sebentar lalu pergi. (HR. Aththusi)
31.
Janganlah kamu menggauli isteri sebagaimana untu
atau keledai, tetapi hendaklah bercumbu dan bercengkarama terlebih dahulu.
32.
Seburuk-buruk kedudukan manusia di sisi Allah pada
hari kiamat ialah orang yang menggauli isterinya dan isterinya menggaulinya
dengan cara terbuka lalu suaminya mengungkapkan rahasia isterinya kepada orang
lain. (HR. Muslim)
33.
Sebaik-baik kamu adaah yang terbaik terhadap
keluarganya, dan aku adalah yang terak dari kamu terhadap keluargaku. Orang
yang emuliakan kaum wanita adalah orang yang mulia, dan orang yang eghina aum
wanita adaah orang yang tidak tahu budi. (HR.
Abu ‘Asaakir)
34.
Janganlah seorang laki-laki mikmin membenci
isterinya yang beriman. Bila ada perangai yang tidak disukai, dia pasti ridha
(senang) dengan perangai yang lain. (HR.
Muslim)
35.
Isteri yang paling besar berkahnya ialah yang palig
ringan tanggungannya. (HR. Ahmad dan Al
Hakim)
36.
Sesungguhnya wanita seumpaatulang rusuk yang
bengkok. Bila kamu membiarkannya (bengkok) kamu memperoleh manfaatnya dan bila
kamu berusaha meluruskannya maka kamu mematahkannya. (HR. Aththahawi)
37.
Hindun, ibunya Muawiyah, berkata kepada Nabi SAW ”
Ya Rasulullah, Abu Sufyan suamiku seorang yang pelit, apakah aku boleh engambil
uangnya sedikit secara sembunyi?” Nabi SAW menjawab, “Ambillah dengan cara yang
makruf (baik) untuk mencukupi kebutuhanmu dan kebutuhan anak-anakmu.” (HR. Al Bukhari)
38.
Rasulullah SAW melarang azal terhadap isteri
kecuali dengan persetujuannya. (HR.
Ahmad)
Penjelasan :
Adapun budak yang diperisterikan
dibolehkan azal bagi laki-laki kalau tidak menghendaki keturunan daripadanya.
39.
Allah melaknat suami yang mengambil laki-laki lain
untuk mengawini bekas isterinya yang sudah cerai tiga talak supaya bisa dirujuk
kembali olehnya. Jadi perkawinan itu sekedar tipu muslihat bagi pengesahan
rujuk. Orang yang disuruh membantu tipu daya dengan mengawini lalu dicerai
(tidak digauli) juga dilaknat Allah. (HR.
Al Bukhari dan Muslim)
40.
Rasulullah melarang kawin mut’ah. (HR. Al Bukhari)
Penjelasan :
Kawin mut’ah ialah kawin untuk
waktu tertentu atau disebut kawin kontrak.
41.
Talak adalah suatu yang halal yang dibenci Allah. (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
42.
Ada
tiga perkara yang sesungguhnya adalah kesungguhan (serius) dan guraunya
(main-main) adalah kesungguhan (serius), yaitu perceraian, nikah dan rujuk. (HR. Abu Hanifah)
Penjelasan :
Jadi Dilarang bergurau
(main-main) dalam ketiga perkara diatas.
43.
Apabila suami mengajak isterinya (bersenggama) lalu
isterinya menolak melayaninya dan suami sepanjang malam jengkel maka (isteri)
dilaknat Allah Sampai pagi. (Mutafaq
‘alaih)
44.
Terkutuklah siapa-siapa yang menyetubuhi isterinya
lewat duburnya. (HR. Ahmad, Abu Dawud
dan Ibnu Majah)
45.
Allah tidak akan melihat (memperhatikan) seorang
lelaki yang menyetubuhi laki-laki lain (homoseks) atau yang menyetubuhi Isteri
pada duburnya. (HR. Attirmidzi)
46.
Saling berwasiatlah kalian tentang kaum wanita
dengan baik-baik. Mereka itu adalah tawanan di tanganmu. Tiada kalian bisa
menguasai apa-apa dari mereka, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji,
pisahkanlah diri kalian dari tempat tidur mereka atau lakukan pemukulan yang
tidak membekas. Apabila mereka mentaatimu maka janganlah kamu mencari-cari
jalan untuk menyusahkannya. Kalian punya hak atas mereka adalah mereka dan
merekapun punya hak atas kalian. Hak kalian atas mereka adalah mereka tidak
boleh membiarkan tempat tidur kalian diinjak oleh orang yang tidak kalian
sukai, dan hak mereka atas kalian adalah memberi sandang-pangan kepada mereka
(isteri-isterimu) dengan yang baik-baik. (HR.
Ibnu Majah dan Attirmidzi)
56.
WANITA
1.
Wanita adalah belahan separo (yang sama) dengan
pria. (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
2.
Jihadnya kaum wanita ialah haji dan umroh. (HR. Ahmad)
3. Diperlihatkan
kepadaku neraka kebanyakan penghuninya kaum wanita karena kekufuran mereka. Para sahabat bertanya, “ Apakah mereka kufur kepada
Allah? ” Nabi SAW menjawab, “ Mereka mengkhufuri pergaulan dan kebajikan
(kebaikan). Apabila kamu berbuat ihsan kepada seorang dari mereka sepanjang
umur lalu dia mengalami sesuatu yang tidak menyenangkannya dia akan berkata, ”
Kamu belum pernah berbuat baik kepadaku.”
(HR. Al Bukhari)
4.
Wahai kaum wanita, aku tidak melihat dari suatu
kaum (orang-orang) yang lemah akal (pemikiran) dan lemah agama lebih
menghilangkan hati orang-orang yang sehat akal dan benaknya daripada kamu (kaum
wanita). Aku telah menyaksikan neraka yang penghuninya palingbanyak kaum
wanita. Maka dekatkanlah dirimu kepada Allah sedapat mungkin. (HR. Al Bukhari)
5.
Apabila seorang dari kamu tertarik melihat seorang
perempuan dan terkesan dalam hatinya, maka hendaklah menggauli isterinya
sendiri karena hal itu akan meredam gejolak dan gangguan dalam dirinya. (HR. Muslim)
6.
Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan
perempuan (bukan mahram) karena yang ketiga adalah syetan. (HR. Abu Dawud)
7.
Barangsiapa berjabat tangan dengan perempuan yang
bukan mahramya maka dia dimurkai Allah Azza wajalla. (HR. Ibnu Baabawih)
8.
Janganlah laki-laki berduaan dengan perempuan
(lain) kecuali perempuan itu didampingi mahramnya, dan janganlah seorang
perempuan melakuan perjalanan (musafir) kecuali didampingi mahramnya. (HR. Muslim)
9.
Rasulullah SAW melarang kami memasuki rumah wanita
yang suaminya sedang tidak ada dirumah (sedang keluar atau bepergian). (HR. Ahmad)
10.
Janganlah seoranglelaki bermalam di rumah seorang
janda kecuali sudah dinikainya atau mahramya. (HR. Muslim)
11.
Seorang yang memakai minyak wangi lalu lewat di
tenga-tengan kaum dengan maksud agar mereka menghirup bau harumnya maka wanita
itu adalah pelacur. (HR. Anaasaa’i)
12.
Tiada aku meninggalkan suatu fitnah sesudahku lebih
berbahaya terhadap kaum pria daripada godaan wanita. (HR. Al Bukhari dan Muslim)
13.
Tiap menjelang pagi hari dua malaikat berseru :
“Celaka laki-laki dari godaan wanita dan celaka wanita dari godaan laki-laki.” (HR. Ibnu Majah dan Al Hakim)
14.
Wanita adalah alat perangkap (penjaring) setan. (HR. Asysyihaab)
57.
AYAH –
IBU – ANAK – KELUARGA
1. Keridhaan Allah
tergantung kepada keridhaan kedua orang tua dan murka Allah pun terletak pada
murka kedua orang tua. (HR. Al Hakim)
2. Seorang datang kepada
nabi SAW. Dia mengemukakan hasratnya untuk ikut berjihad. Nabi SAW bertanya
kepadanya, “Apakah kamu masih mempunyai kedua orang tua?” Orang itu menjawab,
“Masih.” Lalu Nabi SAW bersabda, “Untuk kepentingan merekalah kamu berjihad.” (Mutafaq ‘alaih)
Penjelasan :
Nabi SAW melarangnya ikut
berperang karena dia lebih diperlukan kedua orang tuanya untuk mengurusi
mereka.
3. Rasulullah SAW
pernah berkata kepada seseorang, “Kamu dan hartamu adalah milik ayahmu.” (Asysyafii dan Abu Dawud)
4. Jangan mengabaikan
(membenci dan menjauhi) orang tuamu. Barangsiapa mengabaikan orang tuanya maka
dia kafir. (HR. Muslim)
Penjelasannya :
Yang dimaksud kufur nikmat dan
bukan kufur akidah.
5.
Barangsiapa menisbatkan keturunan dirinya kepada
selain ayahnya sendiri dan dia
mengetahuinya bahwadia bukan ayah yang sebenarnya maka surga diharamkan
baginya. (HR. Muslim)
6.
Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, siapa
yang paling berhak memperoleh pelayanan dan persabatanku?” Nabi SAW menjawab,
“Ibumu…ibumu…ibumu, kemudian yang lebihdekat kepadamu dan yang lebih dekat
kepadau.” (Mutafaq ‘alaih)
7.
Ibu dan bapak makan dari harta milik anak mereka
dengan cara yang makruf. Seorang anak tidak boleh makan dari harta ibu-bapak
kecuali dengan ijin mereka. (HR.
Adailami)
8.
Barangsiapa berhaji untuk kedua orang tuanya atau
melunasi hutang-hutangnya maka dia akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat
dari golongan orang-orang yang mengamalkan kebajikan. (HR. Athabrani dan Addaar Quthni)
9.
Rasulullah SAW ditanya tentang peranan kedua orang
tua. Beliau lalu menjawab, “Mereka adalah (yang menyebabkan) surgamu atau
nerakamu”. (HR. Ibnu Majah)
Panjelasan :
Kalau berbakti masuk surga dan
kalau bersikap durhaka kepada mereka masuk neraka.
10.
Apabila seseorang meninggalkan do’a bagi kedua
orang tuanya maka akan terputus rezekinya. (HR.
Adailami)
11.
Termasuk dosa besar seorang yang mencaci-maki
ibu-bapaknya. Mereka bertanya, “Bagaimana seseorang yang mencaci-maki ayah dan
ibunya sendiri?” Nabi SAW menjawab, “Dia mencaci-maki ayah orang lain lalu
orang itu mencaci-maki ayahnya dan dia mencaci-maki ibu orang lain lalu orang
lain mencaci-maki ibunya .” (Mutafaq
‘alaih)
12.
Kedudukan seorang paman sebagai (pengganti)
kedudukan ayahnya. (HR. Adarqothani)
13.
Wasiat bagi Allah ‘Azza Wajalla dari hambaNya yang
beriman ialah puteranya .yang beribadah kepada Allah sesudahnya. (HR. Aththahawi)
14.
Salah satu kenikmatan Allah atas seorang ialah
dijadikan anaknya mirip dengan ayahnya (dalam kebaikan). (HR. Aththahawi)
15.
Tiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci
(fitrah-islami). Ayah dan ibunya lah kelak yang menjadikannya Yahudi, Nasrani
atau Majusi (penyembah api dan berhala).(HR.
Al Bukhari)
16.
Seorang datag kepada Nabi SAW dan bertanya, “Ya
Rasulullah, apa hak anakku ini?” Nabi SAW menjawab, “Memberinya nama yang baik,
mendidik adab yang baik, dan memberi kedudukan yang baik (dalam hatimu).” (HR. Aththusi)
17.
Cintailah anak-anak dan kasih-sayangilah mereka.
Bila menjanjikan sesuatu kepada mereka tepatilah. Sesungguhnya yang mereka
ketahui hanya kamulah yang memberi mereka rezeki. (HR. Aththahawi)
18.
Bertaqwalah kepada Allah dan berlakulah adil
terhadap anak-anakmu. (HR. Al Bukhari
dan Muslim)
19.
Sama ratakan pemberianmu kepada anak-anakmu. Jika
aku akan mengutamakan yang satu terhadap yang lain tentu aku akan mengutamakan
pemberian kepadaperempuan. (HR.
Athabrani)
20. Barangsiapa
mempunyai dua anak perempuan dan diasuh dengan baik maka mereka aan
menyebabkannya masuk surga. (HR. Al
Bukhari)
21. Anak menyebabkan
kedua orang tuanya kikir dan penakut. (HR.
Ibnu Babawih dan Ibnu ‘Asakir)
22. Barangsiapa
memelihara (mengasuh) tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan wajib
baginya masuk surga. (HR. Aththahawi)
23. Seorang ibu yang
kematian tiga orang puteranya lalu berserah diri (pasrah) kepada Allah, rela
dan ikhlas, maka dia aan masuk surga. (HR.
Muslim)
24. Ajarkan
putera-puteramu berenang dan memanah. (HR.
Aththahawi)
25. Setiap anak tergadai
dengan (tebusan) Akikahnya (seekor atau dua ekor kambing) yang disembelih pada
umur tujuh hari dan dicukur rambut kepalanya (sebagian atau seluruhnya) dan
diberi nama. (HR. Anasa’i)
26. Barangsiapa menjamin
untukku satu perkara, aku jamin untuknya empat perkara. Hendaklah dia
bersilaturrahim (berhubungan baik dengan keluarga dekat) niscaya keluarganya
akan mencintainya, diperluas baginya rezekinya, ditambah umurnya dan Allah
memasukannya kedalam surga yang dijanjikanNya. (HR. Ar-rabii’)
27. Ibu mertua
kedudukannya sebagai ibu. (HR.
Attirmidzi dan Ahmad)
28. Abang yang tertua
(sulung) kedudukannya sebagai ayah. (HR.
Al Baihaqi dan Athabrani)
29. Orang yang
memutuskan hubungan keluarga tidak aan masuk surga. (Mutafaq ‘alaih)
30. Rahim adalah cabang
dari nama Arrahman (Arrahman Arrahim). Rahim mengucapkan keluhan dan pengaduan
: “Ya Robbi, aku telah diputus (hubungan kekeluargaanku), aku telah diperlakukan
dengan buruk oleh keluarga dekatku. Ya Robbi, aku telah dizalimi mereka, ya
Robbi.” Lalu Allah menjawab: “Tidakkah kamu ridha Aku menyambung hubunganaKu
dengan orang yang menghubungimu dan Aku putus hubunganKu dengan orang yang
memutus hubungannya dengan kamu. ” (HR. Al Bukhari)
31. Rasulullah SAW
memberei uang belanja kepada keluarga beliau dari bagi rampasan perang yang
menjadi hak beliau untuk kebutuhan rumah tangga selama setahun. Apabila
ternyata ada kelebihannya maka uang itu diminta kembali ke dalam perbendaharaan
negara (baitul maal). (HR. Ahmad)
32. Bukankah dari
golongan kami orang yang diperluas rezekinya oleh Allah lalu kikir dalam
menafkahi keluarganya. (HR. Adailami)
33. Cukup berdosa orang
yang menyia-nyiakan tanggung jawab kelurga. (HR. Abu Dawud)
58.
TETANGGA
1.
Malaikat Jibril Alaihisalam selalu berpesan
kepadaku tentang tetangga sehingga aku mengira ia akan menetapkan hak waris
bagi tetangga. (HR. Al Bukhari)
2.
Tiap empat puluh rumah adalah tetangga-tetangga,
yang di depan, di belakang, di sebelah kanan dan kiri (rumahnya). (HR. Aththawi)
3.
Tetangga adalah orang yang paling berhak membeli
rumah tetangganya. (HR. Al Bukhari dan
Muslim)
4.
Janganlah seorang melarang tetangganya menyandarkan
kayunya (di jemur) pada dinding rmahnya. (HR.
Al Bukhari)
5.
Hak tetangga ialah bila dia sakit kamu kunjungi dan
bila wafat kamu menhantar jenazahnya. Bila dia membutuhkan uang kamu pinjami
dan bila dia mengalami kemiskinan (kesukaran) kamu tutup-tutupi selamat
kepadanya dan bila mengalami musibah kamu datangi untuk menyampaikan rasa duka.
Janganlah meninggikan bangunan rumahmu melebihi dan jangan kamu mengganggunya
dengan bau periuk masakan kecuali kamu menciduk sebagian untuk diberikan
kepadanya.(HR. Athabrani)
6.
Diantara kebahagiaan seorang muslim adalah mempunyai
tetangga yang shaleh, rumah yang luas dan kendaraan yang meriangkan. (HR. Ahmad dan Al Hakim)
7.
Nabi SAW baerdo’a : “Ya Allah, Aku berlindung
kepada-Mu dari tetangga yang buruk di tempat pemukiman. Sesungguhnya
tetangga-tetangga orang-orang Badui suka berpindah-pindah.” (HR. Ibnu ‘Asakir)
8.
Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam dengan
kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu. (HR. Al Bazaar)
9.
Barangsiapa yang ingin disenangi Allah dan RasulNya
hendaklah berbicara jujur, menunaikan amanah dan tidak mengganggu tetangganya. (HR. Al Baihaqi)
10.
Pilihan tetangga (lihat calon tetangganya atau
lingungannya) dulu sebelum memilih rumah. Pilihlah kawan perjalan sebelum
memilih jalan dan siapkan bekal sebelum berangkat (bepergian). (HR.
Al Khatib)
59.
PEMBANTU
RUMAH TANGGA DAN PARA BUDAK
1.
Abu Sa’id Al Badri berkata, “Aku sedang menyambuk
budakku yang muda, lalu aku mendengar suara orang menyeru dari belakangku.
Orang itu berkata, ”Ketahuilah hai Aba Mas’ud. ” Sungguh aku tidak tahu suara
siapakah itu karena ketika itu aku sedang berang (marah). Ketika orang itu
mendekatiku tahulah aku ternyata yang dating adalah Rasululah SAW. Beliau
berkata, “Ketahuilah hai Aba
Mas’ud…Keyahuilah hai Aba Mas’ud.”
Mendengar perkataan itu aku campakkan cambuk dari tanganku. Beliau
kemudian melanjutkan ucapannya, “Ketahuilah. hai Aba Mas’ud, Sesungguhnya Allah
lebih mampu bertindak terhadapmu daripada tindakanmu terhadap anak muda itu. ”
Aku spontan menjawab, “Ya Rasulullah, dia sekarang ini aku merdekakan karena
Allah.” Nabi SAW berkata. “Kalau kamu tidak memerdekannya maka api neraka akan
menjilatmu.” (HR. Muslim)
2.
Seorang sahabat berkata kepada Rasulullah SAW,
“Pelayan (pembantu rumah tangga) saya berbuat keburukan dan kezaliman.” Nabi
SAW menjawab, “Kamu harus memaafkannya setiap hari tujuh puluh kali.” (HR. Al Baihaqi)
3.
Apa yang kamu ringankan dari pekerjaan pembantu
bagimu pahala di neraca timbangan. (HR.
Ibnu Haban)
4.
Bagi seorang budak jaminan pangan dan sandangnya.
Dia tidak boleh dipaksa melakukanpekerjaan yang tidak mampu dilakukannya. (HR. Muslim)
5.
Pelayan – pelayanmu adalah saudara – saudaramu.
Allah menjadikan mereka bernaung di bawah kekuasaanmu. Barangsiapa saudaranya
yang berada di bawa naungan kekuasaannya hendaklah mereka diberi makan serupa
dengan yang dia makan dan diberi pakaian serupa dengan yang dia pakai.
Janganlah membebani mereka dengan pekerjaan yang tidak dapat mereka tunaikan.
Jika kamu memaksakan suatu pekerjaan hendaklah kamu ikut membantu mereka. (HR. Bukhari)
6.
Ada
tiga golongan orang yang kelak pada hari kiamat akan menjadi musuhku. Barang
siapa menjadi musuhku maka aku memeusuhinya. Pertama, seorang yang berjanji
setia kepadaku lalu di ingkar (berkhianat). Kedua, seorang yang menjual orang
yang merdeka (bukan budak) lalu memkan uang harga penjualannya. Ketiga, seorang
yang mengkaryakan seorang buruh tapi setelah menyelesaikan pekerjaannya orang
tersebut tidak memberinya upah. (HR.
Ibnu Majah)
7.
Jngan memukul budak perempuanmu hanya dia
memecahkan barang pecah – belahmu. Sesungguhnyabarang pecah – belah itu ada
waktu ajalnya manusia. (HR. Abu Na’im
dan Athabrani)
8.
Berikanlah kepada buruh upahnya sebelum kering
keringatnya. (HR. Abu Yu’la)
9.
Apabila seseorang memukul pelayannya (pembantunya)
lalu dia menyebut Allah maka hendaklah dia mengangkat tangannya (menghentian
niat memukul). (HR. Attirmidzi dan
Ahmad)
10.
Berdosalah orang yang menahan pemberian pangan
kepada orang yang menjadi tanggungannya. (HR.
Muslim)
11.
Nabi Saw melarang memperkerjakan seorang buruh
sebelum jelas uapah yang akan diterimanya. (HR.
Anasai)
12.
Menzalimi upah terhadap buruh termasuk dosa besar. (HR. Ahmad)
13.
Seorang budak yang setia kepada tuannya dan
beribadah kepada Robbnya dengan baik baginya dua kali lipat pahala. (HR. Asysyihaab)
14.
Barang siapa yang merusak hubungan pelayannya
dengan keluarganya bukanlah dia dari golongan kami dan barang siapa yang
merusak hubungan seorang wanitadengan suaminya maka dia juga bukan termasuk
olongan kami. (HR. Al Baihaqi)
60.
ANAK YATIM
1.
Aku dan pengasuh anak yatim (kelak) di surga seperti
dua jari ini. (HR. Al Bukhari)
2.
Sebaik – baik rumah kaum muslimin ialah rumah yang
terdapat didalamnya anak yatim yang diperlakukan (diasuh) dengan baik, dan seburuk – buruknya
rumah kaum muslimin ialah rumah yang didalamnya terdapat anak yatim tapi anak
itu diperlakukan dengan buruk. (HR. Ibnu
Majah)
3.
Aku dan seorang wanita yang pipinya kempot dan
wajahnya pucat bersama – sama pada hari kiamat seperti ini (Nabi Saw menunjuk
jari telunjuk dan jari tengah). Wanita itu ditingal wafat suaninya dan tidak mau
kawin lagi. Dia seorang yang berkedudukan terhormat dan cantik namun dia
mengurung dirinya untuk menekuni asuhan anak – anaknya yang yatim sampai mereka
kawin (berkeluarga dan berumah tangga) atau mereka wafat. (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
4.
Harta benda anak yati tidak terkena zakat sampai
dia baligh. (HR. Abu Yu’la dan Abu
Hanifah)
5.
Tidak disebut lagianak yatim bila sudah baligh (HR. Abu Hanifah)
6.
Demi yang mengutus aku dengan hak. Allah tidak akan
menyiksa orang yang mengasihi dan menyayangi anak yatim, berbicara kepadanya
dengan lembut dan mengasihi keyatimi serta kelemahannya, dan tidak bersikap
angkuh dengan apa yang Allah anugrahkan adanya terhadap tetengganya. Demi yang
mengutus aku dengan hak. Allah tidak akan menerima sedekah seorang yang
mempunyai kerabat keluarga yang membutuhkan santunannya sedang sedekah itu
diberikan kepada orang lain. Demi yang jiwaku dalam genggamannya. Ketahuilah,
Allah tidak akan memandangnya (memperhatikannya) kelak pada hari kiamat. (HR. Athabrani)
7.
Barang siapa menjadi wali atas harta anak yatim
hendaklah diperkembangkan (diperdagangkan) dan jangan dibiarkan harta itu susut
karma dimakan sodaqoh (zakat). (HR. Al
Baihaqi)
61.
AKHLAK
1.
Paling dekat dengan Aku kedudukannya pada hari
kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang
paling baik terhadap keluarganya. (HR.
Ar-ridha)
2.
Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan
(pada hari kiamat) dari akhlak yang baik. (HR.
Abu Dawud)
3.
Ummu Salamah, Isteri Nabi SAW bertyanya, “Ya
Rasulullah, seorang wanita dari kami ada yang kawin dua, tiga dan empat kali
lalu dia wafat dan masuk surga bersama suami-suaminya juga. Siapakah kelak yang
akan menjadi suaminya disurga?” Nabi SAW menjawab, “Dia disuruh memilih dan
yang dia pilih adalah yang paling baik akhlaknya dengan berkata, ” Ya Robbku,
orang ini ketika dalam negeri dunia paling baik akhlaknya terhadapku.
Kawinkanlah aku dengan dia. Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik memmbawa
kebaikan untuk kehidupan dunia dan akhirat” (HR. Athabrani)
4.
Kamu tidak bisa memperoleh simpati semua orang
dengan hartamu tetapi dengan wajah yang menarik (simpati) dan dengan akhlak
yang baik. (HR. Abu Yu’la dan Al
Baihaqi)
5.
Kebajikan itu ialah akhlak yang baik dan dosa itu
ialah sesuatu yang merisaukan dirimu dan kamu tidak senang bila diketahui orang
lain. (HR. Muslim)
6.
Ya rasulullah, terangkan tentang islam dan aku
tidak perlu lagi bertanya-tanya kepada orang lain. Nabi SAW menjawab, “Katakan
: ”Aku beriman kepada Allah lalu bersikaplah lurus (jujur).” (HR. Muslim)
7.
Jauhilah segala yang haram niscaya kamu menjadi
orang yang paling beribadah. Relalah dengan pembagian (rizki) Allah kepadamu
niscaya kamu menjadi orang paling kaya. Berperilakulah yang baik kepada
tetanggamu niscaya kamu termasuk orang mukmin. Cintailah orang lain pada hal-hal
yang kamu cintai bagi dirimu sendiri niscya kamu tergolong muslim, dan
janganlah terlalu banyak tertawa. Sesungguhnya terlalu banyak tertawa itu
mematikan hati. (HR. Ahmad dan
Attirmidzi)
8.
Diantara akhlak seorang mukmin adalah berbicara
dengan baik, bila mendengarkan pembicaraan tekun, bila berjumpa orang dia
menyambut dengan wajah ceria dan bila berjanji ditepati. (HR. Adailami)
9.
Tidak ada kemelaratan yang lebih parah dari
kebodohan dan tidak ada harta (kekayaan) yang lebih bermanfaat dari
kesempurnaan akal. Tidak ada kesendirian yang lebih terisolir dari ujub (rasa
angkuh) dan tidak ada tolong-menolong yang lebih kokoh dari musyawarah. Tidak
ada kesempurnaan akal melebihi perencanaan (yang baik dan matang) dan tidak ada
kedudukan yang lebin tinggi dari akhlak yang luhur. Tidak ada wara’ yang lebih
baik dari menjaga diri (memelihara harga dan kehormatan diri), dan tidak ada
ibadah yang lebih mengesankan dari tafakur (berfikir), serta tidak ada iman
yang lebih sempurna dari sifat malu dan sabar. (HR. Ibnu Majah dan Athabrani)
10.
Menghemat dalam nafkah separo pendapatan (belanja),
dan mengasihi serta menyayangi orang lain adalah separo akal, sedangkan
bertanya dengan baik adalah separo ilmu. (HR.
Athabrani)
11.
Kemulian orang adalah agamanya, harga dirinya
(kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah
akhlaknya. (HR. Ahmad dan Al Hakim)
12.
Kebijaksanaan adalah tongkat yang hilang bagi
seorang mukmin. Dia harus mengambilnya dari siapa saja yang di dengarnya, tidak
peduli dari sumber mana datangnya. (HR.
Ibnu Haban)
13.
Kalau kamu sudah tidak punya malu lagi, lakukanlah
apa yang kamu kehendaki. (HR. Al
Bukhari)
14.
Tidak ada sesuatu yang di telan seorang hamba yang
lebih afdhol disisi Allah daripada menelan (manahan) amarah yang ditelannya
karena keridhoan Allah Ta’ala. (HR.
Ahmad)
15.
Seorang sahabat berkata kepada Nabi Saw, “Ya
Rasulullah, Berpesanlah kepadaku. ” Nabi SAW berpesan, “Jangan suka marah
(emosi).” Sahabat itu bertanya
berulang-ulang dan Nabi SAW tetap berulang kali berpesan, “Jangan suka marah.” (HR. Al Bukhari)
16.
Barangsiapa banyak diam maka dia akan selamat. (HR. Ahmad)
17.
Hati-hatilah terhadap prasangka. Sesungguhnya
prasangka adalah omongan paling dusta. (HR.
Al Bukhari)
18.
Bukan akhlak seorang mukmin berbicara dengan lidah
yang tidak sesuai kandungan hatinya. Ketenangan (sabar dan berhati-hati) adalah
dari Allah dan tergese-gesa (terburu-buru) adalah dari setan. (HR. Asysyihaab)
19.
Seorang yang baik keislamannya ialah yang
meninggalkan apa-apa yang tidak berkepentingan dengannya. (HR. Attirmidzi)
20.
Dekatkan dirimu kepadaKu (Allah) dengan mendekatkan
dirimu kepada kaum lemah dan berbuatlah ihsan kepada mereka. Sesungguhnya kamu
memperoleh rezeki dan pertolongan karena dukungan dan bantuan kaum lemah di
kalangan kamu. (HR. Muslim)
21.
Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak
yang mulia. (HR. Al Bazzar)
22.
Barangsiapa rendah hati kepada saudaranya semuslim
maka Allah akan mengangkat derajatnya, dan barangsiapa mengangkat diri
terhadapnya maka Allah akan merendahkannya. (HR. Athabrani)
23.
Allah mewahyukan kepadaku agar kamu berperilaku
rendah hati agar tidak ada orang yang menzalimi orang lain atau menyombongkan
dirinya terhadap orang lain. (HR. Ahmad)
24.
Orang yang membawa sendiri barang dagangannya maka
dia terbebas dari kesombongan. (HR. Al
Baihaqi)
25.
Sifat malu adalah iman dan keimanan itu disurga,
sedangkan perkataan busuk adalah kebengisan tabi’at dan kebengisan tabi’at di
neraka. (HR. Al Bukhari dan Attirmidzi)
26.
Sesungguhnya cemburu yang wajar dan masuk akal dari
keimanan. (HR. Al Baihaqi dan Ibnu
Babawih)
27.
Kebajikan ialah akhlak yang baik dan dosa ialah
sesuatu yang mengganjal dalam dadamu dan kamu tidak suka bila diketahui orang
lain. (HR. Muslim)
28.
Mintalah fatwa atau keterangan hukum kepada hati
dan nafsumu. Kebajikan ialah apa yang menyebabkan jiwa dan hati tenteram kepadanya,
sedangkan dosa ialah apa yang merisaukan jiwa dan menyebabkan ganjalan dalam
dada walaupun orang-orang meminta atau memberi fatwa kepadamu. (HR. Muslim)
62.
AKHLAK
YANG BURUK
1.
Berhati-hatilah terhadap purbasangka. Sesungguhnya
purbasangka adalah ucapan paling bodoh. (HR.
Al Bukhari)
2.
Makar, tipu muslihat dan pengkhianatan menyeret
pelakunya ke neraka. (HR. Abu Dawud)
3.
Orang yang paling dibenci Allah ialah yang
bermusuh-musuhan dengan keji dan kejam. (HR.
Al Bukhari)
4.
Bila hilang budaya malumu lakukanlah apa saja yang
kamu kehendaki. (HR. Al Bukhari)
5.
Sesungguhnya Allah membenci orang yang keji, yang
berkata kotor dan membenci orang minta-minta yang memaksa. (HR. Aththahawi)
6.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai banyak omong,
menghambur-hamburkan harta dan terlalu banyak bertanya. (HR. Al Bukhari)
7.
Semua (dosa) umatku akan diampuni kecuali orang
yang berbuat (dosa) terang-terangan, yaitu yang melakuan perbuatan dosa pada
malam hari lalu Allah menutup-nutupinya kemudian pada esok harinya dia
bercerita kepada kawannya, “Tadi malam aku berbuat begini…begini….” Lalu dia
membongkar rahasia yang telah ditutup-tutupi Allah “Azza Wajalla.” (Mutafaq ‘alaih)
8.
Barangsiapa mengintai-intai keburukan saudaranya
semuslim maka Allah akan mengintai-intai keburukannya. Barangsiapa diintai
keburukannya oleh Allah maka Allah akan mengungkitnya (membongkarnya) walaupun
dia melakukan itu didalam (tengah-tengah) rumahnya. (HR. Ahmad)
9.
Sesungguhnya bila kamu mengintai-intai keburukan
orang maka kamu telah merusak mereka atau hampir merusak mereka. (HR. Ahmad)
10.
Diantara tanda-tanda kesengsaraan adalah mata yang
beku, hati yang kejam, dan terlalu memburu kesenangan dunia serta orang yang
terus-menerus melakukan perbuatan dosa. (HR.
Al Hakim)
11.
Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut? Para sahabat menjawab “Allah dan RasulNya lebih
mengetahui.” Nabi SAW lalu berkata, “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari
umatu ialah yang dating pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat
dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu
berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu lalu dia menanti orang itu
menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula
pahalanya. Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntunan dan ganti
tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan
diatas bahunya lalu dia dihempaskan kea pi neraka.” (HR. Muslim)
12.
Sesungguhnya Allah membenci orang yang selalu
berwajah muram di hadapan kawan-kawannya. (HR.
Adailami)
13.
Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya
di sisi Allah ialah yang dijauhi manusia karena ditakuti kejahatannya. (Mutafaq ‘alaih)
14.
Dua sifat tidak akan bertemu dalam diri seorang
mukmin yaitu kikir (bakhil) dan akhlak yang buruk. (HR. Ahmad)
15.
Akan tiba satu jaman atas manusia dimana perhatian
mereka hanya tertuju pada urusan perut dan kehormatan mereka hanya benda
semata-mata. Kiblat mereka hanya urusan wanita (seks) dan agama mereka adalah
harta mas dan perak. Mereka adalah makhluk Allah yang terburuk dan tidak akan
memperoleh bagian yang menyenangkan di sisi Allah. (HR. Adailami)
16.
Alahkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib
diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi (membicarakan) aib-aib orang lain. (HR. Adailami)
17.
Sesungguhnya Allah mebenci orang-orang yang berhati
kasar (kejam dan keras), sombong, angkuh, bersuara keras di pasar-pasar (tempat
umum) pada malam hari serupa bangkai dan pada siang hari serupa keledai,
mengetahui urusan-urusan dunia tetapi jahil (bodoh dan tidak mengetahui) urusan
akhirat. (HR. Ahmad)
18.
Barangsiapa menyerupai (meniru-niru) tingkah laku
suatu kaum maka dia tergolong dari mereka. (HR.
Abu Dawud)
19.
Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat
terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam
memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megah
dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling
bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan
kezaliman (melampaui batas). (HR. Al
Hakim)
63.
ADAB
1.
Robbku mengajarkan sebaik-baik adab kepadaku.
2.
Sesungguhnya seorang mukmin mengambil
(melaksanakan) adab dari Allah. Kalau Allah meluaskan adab baginya dan
menyempitkannya (menahan dan tidak memberinya adab) maka sempitlah adabnya. (HR. Al Hakim)
3.
Nabi SAW lebih malu dari seorang gadis dalam
pingitannya. (HR. Al Bukhari)
4.
Berhati-hatilah dengan telanjang karena ada
(makhluk) yang selalu menyertai kamu (malaikat) yang tidak meninggalkan kamu
kecuali kalau kamu buang hajat dan bersenggama dengan keluarga. Malulah
terhadap mereka dan hormati mereka. (HR.
Attirmidzi)
5.
Aurat maukmin tehadap mukmin yang lain haram. (HR. Aththahawi)
6.
Jagalah auratmu kecuali terhadap isterimu atau
budak wanita yang kamu miliki. Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana kalau
dia sedang sendirian?” Nabi SAW menjawab, “Alah lebih berhak (Patut) kamu
malui.” (HR. HR. Al Bukhari)
7.
Sesungguhnya Allah indah dan senang kepada
keindahan. Bila seorang keluar untuk menemui kawan-kawannya hendaklah merapikan
dirinya. (HR. Al Baihaqi)
8.
Apabila kamu memelihara rambut hendaklah
dimuliakan. (HR. Abu dawud dan
Aththahawi)
Penjelasannya:
Rambut itu hendaklah
disisir, dirapikan, dan tidak acak-acakan.
9. Seorang
bertanya kepada Nabi SAW, “Islam yang bagaimana yang baik?” Nabi SAW menjawab,
“Membagi makanan (kepada fakir-miskin) dan beri salam kepada yang dia kenal dan
yang tidak dikenalnya.” (HR. Al Bukhari)
10. Yang
muda mendahului memberi salam kepada yang tua, yang lewat kepada yang duduk dan
yang berjumlah sedikit kepada yang banyak. (HR.
Al Bukhari)
11. Rasulullah
SAW melarang orang kencing di air yang mengalir. (HR. Muslim)
12. Berhati-hatilah
duduk-duduk di pinggir jalan. Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bagi kami
sesuatu yang tidak dapat kami tinggalkan. Dalam berkumpul (majelis) itu kami
berbincang-bincang,.” Nabi SAW menjawab, “Kalau memang suatu keharusan maka
berilah jalanan itu haknya.” Mereka bertanya lagi, “Apa yang dimaksud haknya
itu ,ya Rasulullah?” Nabi SAW menjawab, “Palingkan pandanganmu (dari memandang
kaum waita) dan jangan menimbulkan gangguan. Jawablah tiap ucapan salam dan
beramar ma’ruf nahi mungkar.” (HR. Al
Bukhari dan Muslim)
13. Nabi
SAW mendatangi serombongan orang yang sedang duduk-duduk dipinggir jalan lalu
beliau berkata, “Kalau memang harus kamu lakukan maka balaslah ucapan salam dan
tolonglah orang yang dizalimi. Tunjuki jalan bagi orang yang bertanya. ” (HR. Abu Dawud)
14. Janganlah
kamu kencing ke dalam lobang (tanah). (HR.
Anasa’i)
15.
Sesungguhnya pria yang berpakaian sutera tidak akan
memperoleh bagiannya di akhirat. (HR. Al
Bukhari)
Penjelasan :
Pakaian sutera bagi penghuni
surga telah dipakainya (pria) didunia, jadi tidak patut lagi memakainya di
surga.
16. Segala urusan yang
tidak didahului dengan memuji Allah kurang
(tidak ada) kebaikannya. (HR.
Ibnu Haban dan Al Baihaqi)
17. Rasulullah SAW
melarang kami memaksa (menyksa) diri. (HR
Abu Hanifah)
64.
SABAR
1.
Sabar adalah separo iman dan keyakinan adalah
seluruh keimanan. (HR. Athabrani dan Al
Baihaqi)
2.
Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada
seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar. (HR. Al Hakim)
3.
Sabar yang sebenarnya ialah sabar pada saat bermula
tertimpa musibah. (HR. Al Bukhari)
4.
Ada
tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan,
merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan). (HR. Athabrani)
5.
Orang-orang bahagia ialah yang dijauhkan dari
fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
65.
TOLONG-MENOLONG
1.
Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya seumpama
bangunan saling mengokohkan satu dengan yang lain. (Kemudian Rasulullah SAW
merapatkan jari-jari tangan beliau). (Mutafaq
‘alaih)
2.
Kaum muslimin ibarat satu tangan terhadap
orang-orang yang diluar mereka. (HR.
Asysyihaab)
3.
Kekuatan disertakan kepada jama’ah. Barangsiapa
menyimpang (serong dan memisahkan diri) maka dia menyimpang enuju neraka. (HR. Attirmidzi)
4.
Tiada kamu mendapat pertolongan (bantuan) dan
rezeki kecuali karena orang-orang yang lemah dari kalangan kamu. (HR. Al Bukhari)
5.
Pertolongan terhadap orang lemah adalah sodaqoh
yang paling afdhol. (HR. Ibnu Abi
Addunia dan Asysyihaab)
6.
Allah selalu menolong orang selama orang itu selalu
menolong saudaranya (semuslim). (HR.
Ahmad)
7.
Seorang menjadi kuat karena banyak kawannya. (HR. Ibnu Abi Addunia dan Asysyihaab)
66.
BENAR DAN
DUSTA
1.
Hendaklah kamu selalu benar. Sesungguhnya kebenaran
membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke surga. Selama seorang benar
dan selalu memilih keenaran dia tercatat di sisi Allah seseorang benar (jujur).
Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan
kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusa
dia tercatat di sisi Alah sebagai seorang pendusta (pembohong). (HR. Al Bukhari)
2.
Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila
berbicara dusta, bila erjanji tidak ditepati dan bila diamati dia berkhianat. (HR. Muslim)
3.
Celaka bagi orang yang bercerita epada satu kaum
tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa. Celakalah dia…celaka
dia. (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
4.
Seorang mukmin mempunyai tabiat atas segala sifat
aib kecuali khianat dan dusta. (HR. Al
Bazzaar)
5.
Rasulullah SAW membolehkan dusta dalam tiga
perkara, yaitu dalam peperangan, dalam rangka mendamaikan antara orang-orang
yang bersengketa dan pebicaraan suami terhadap isterinya. (HR. Ahmad)
Penjelasan :
Bila di khawatirkan ucapan suami
yang benar dapat berakibat buruk. Jadi suami boleh berdusta kepada isteri untuk
memelihara kerukunannya.
6.
Suatu khianat besar bila kamu berbicara kepada
kawanmu dan dia mempercayai kamu kamu sepenuhnya padahal dalam pembicaraan itu
kamu berbohong kepadanya. (HR. Ahmad dan
Abu Dawud)
7.
Sesungguhnya Allah menyukai dusta yang bertujuan
untuk memperbaiki dan mendamaikan (merukunkan), dan Allah membenci kebenaran
(kejujuran) yang mengakibatkan kerusakan. (HR.
Ibnu Babawih)
67.
MURAH
HATI – BOROS - KIKIR
1.
Tangan diatas (pemberi) lebih baik daripada tangan
yang di bawah (penerima). (HR. Al
Bukhari)
2.
Maafkanlah kesalahan orang yang murah hati
(dermawan). Sesungguhnya Allah menuntun tangannya jika dia terpeleset (jatuh).
Seorang pemurah hati dekat kepada Allah, dekat kepada manusia dan dekat kepada
surga. Seorang yang bodoh tapi murah hati (dermawan) lebih disukai Allah
daripada seorang alim (tekun beribadah) tapi kikir. (HR. Athabrani)
3.
Barangsiapa melakukan pemborosan (royal dan
tabdzir) maka Allah akan mencegahnya dari perolehan (rezekiNya). (HR. Asysyihaab)
4.
Tidak akan berkumpul dalam hati seorang hamba
kekikiran dan kezaliman. (HR.
Aththalayisi)
5.
Jauhilah kekikiran. Sesungguhnya kekikiran itu
telah membinasakan (umat-umat) sebelum kamu. (HR. Muslim)
6.
Kemurahan hati adalah dari (harta) kemurahan hati
dan pemberian Allah. Bermurah hatilah niscaya Allah bermurah hati kepadamu. (HR. Athabrani)
68.
KEBERANIAN
DAN KETAKUTAN
1.
Rasa Takut (segan) terhadap manusia jangan sampai
menghalangi kamu untuk menyatakan apa yang sebenarnya jika memang benar kamu
melihatnya, menyaksikan atau mendengarkannya. (HR. Ahmad)
2.
Rasa takut (segan) kepada manusia jangan sampai mencegah
seorang apabila mengetahui suatu yang hak untuk menegakkannya. (HR. Ahmad)
3.
Di antara wasiat-wasiat (pesan-pesan) RasulullahSAW
adalah : “Jangan takut berada di jalan allah terhadap celaan orang yang suka
mencela.” Aku berkata, “Tambah lagi ya Rasulullah.” Beliau melanjutkan lagi
pesannya : “Katakanlah apa yang hak meskipun akibatnya terasa pahit.” (HR. Ibnu Haban)
69.
ZUHUD DAN
TAMAK
1.
Seorang sahabat datang kepada Nabi SAW dan
bertanya, “Ya Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang bila aku amalkan
niscaya aku akan dicintai Allah dan manusia.” Rasulullah SAW menjawab,
“Hiduplah di dunia dengan berzuhud (bersahaja) maka kamu akan dicintai Allah,
dan jangan tamak terhadap apa yang ada di tangan manusia, niscaya kamu akan
disenangi manusia.” (HR. Ibnu Majah)
2.
Telah sukses orang yang beriman dan memperoleh
rezeki yang kecil dan hatinyapun akan disenangi Allah dengan pemberianNya itu. (HR. Muslim)
Penjelasan:
Dia merasa
senang dengan rezeki yang diberikan Allah meskipun sedikit.
3.
Ya Allah, langsungkan hidupku dalam kemiskinan dan
wafatkan aku dalam keadaan miskin, dan bangkitkan pula aku kembali dalam
kelompok orang-orang miskin. (HR. Al
Bukhari)
4.
Robbku menawarkan kepadaku untuk menjadikan lembah
Mekah seluruhnya emas. Aku menjawab, “Jangan Ya Allah, aku ingin satu hari
kenyang dan satu hari lapar. Apabila aku lapar aku akan memohon dan ingat kepadaMu
dan bila kenyang aku akan bertahmid dan bersyukur kepadaMu.” (HR. Ahmad dan Attirmidzi)
5.
Cukup bagi anak Adam beberapa suap makanan untuk
menegakkan tulang punggung. (HR.
Athabrani)
6.
Barangsiapa ridho degan rezeki yang sedikit dari
Allah maka Allah akan ridho dengan amal
yang sedikit dari dia, dan menar’-nanti (mengharap-harap) kelapangan adalah
suatu ibadah. (HR. Al Bukhari)
7.
Kepuasan (rela dengan bagiannya) adalah pusaka yang
bias hilang. (HR. Al Baihaqi)
8.
Barangsiapa Zuhud di dunia maka ringan baginya
segala musibah. (HR. Asysyihaab)
9.
Dua orang pelahap yang tidak pernah kenyang yaitu
penuntut ilmu dan penuntut dunia. (HR.
Al Bazzaar)
10.
Ketamakan menghilang kebijaksanaan dari hati para
ulama. (HR. Athabrani)
11.
Kekayaan bukan banyaknya harta-benda yang dimiliki
tetapi kekayaan jiwa (nafsu). (HR. Al
Bukhari)
70.
KEZALIMAN
1.
Jauhilah kezaliman, sesungguhnya kezaliman adalah
kegelapan pada hari kiamat. Jauhilah kekikiran, sesungguhnya kekikiran telah
membinasakan (umat-umat) sebelum kamu, mereka saling membunuh dan menghalalkan
apa-apa yang diharamkan. (HR. Al
Bukhari)
2.
Barangsiapa berjalan bersama seorang yang zalim
untuk membantunya dan dia mengetahui bahwa orang itu zalim maka dia telah
keluar dari agama Islam. (HR. Ahmad dan
Athabrani)
3.
Do’anya seorang yang dizalimi terkabul meskipun dia
orang jahat dan kejahatannya menimpa dirinya sendiri. (HR. Ahmad)
4.
Waspadalah terhadap do’a orang yang dizalimi.
Sesungguhnya antara dia dengan Allah tidak ada tabir penyekat. (Mashabih Assunnah)
5.
Sesungguhnya Allah Azza Wajalla menangguhkan
azabnya terhadap orang zalim dan bila mengazabnya tidak akan luput. Kemudian
Rasulullah membacakan do’a dalam surat Hud ayat 102: “Dan begitulah azab Robbmu
apabila dia mengazab (penduduk) negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azabNya
itu adalah sangat pedih lagi keras.” (HR.
Muslim)
6.
Allah Azza Wajalla berfirman (hadits Qudsi):
“Dengan keperkasaan dan keagunganKu, Aku akan membalas orang zalim dengan
segera atau dalam waktu yang akan datang. Aku akan membalas terhadap orang yang
melihat seorang yang dizalimi sedang dia mampu menolongnya tetapi tidak
menolongnya.” (HR. Ahmad)
7.
Kebaikan yang paling cepat mendapat ganjaran ialah
kebajikan dan menyambung hubungan kekeluargaan, dan kejahatan yang paling cepat
mendapat hukuman ialah kezaliman dan pemutusan hubungan kekeluargaan. (HR.Ibnu Majah)
8.
Bila orang-orang melihat seseorang yang zalim tapi
mereka tidak mencegahnya dikhawatirkan Allah akan menimpakan hukuman terhadap
mereka semua. (HR. Abu Dawud)
9.
Barangsiapa menzalimi orang lain terhadap sejengkal
lahan maka kelak dia akan dililit dengan tujuh bumi. (HR. Al Bukhari dan Muslim)
71.
RIYA DAN
NIFAK
1.
Riya menyia-nyiakan amal sebagaimana syirik
menyia-nyiakannya. (HR. Arrabii’)
2.
Yang paling aku takuti atas kamu sesudah aku tiada
ialah orang munafik yang pandai bersilat lidah. (HR. Ahmad dan Athabrani)
3.
Tiada akan tiba hari kiamat sampai
penguasa-penguasa tiap umat ialah orang-orang munafik. (HR. Ar-rabii’)
4.
Sesungguhnya riya adalah syirik yang kecil. (HR. Ahmad dan Al Hakim)
5.
Seburuk-buruk manusia ialah orang yang mempunyai
dua muka, mendatangi kelompok ini dengan wajah yang satu dan mendatangi
kelompok lain dengan wajahnya yang lain. (Muatafaq
‘alaih)
6.
Orang yang riya berciri tiga, yakni apabila di
hadapan orang dia giat tapi bila sendirian dia malas, dan selalu ingin mendapat
pujian dalam segala urusan. Sedangkan orang munafik ada tiga tanda yakni
apabila berbicara bohong, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamati dia
berkhianat. (HR. Ibnu Babawih)
7.
Paling banyak orang munafik dari umatku ialah yang
pandai bacaannya. (HR. Al Bukhari )
8.
Menyukai sanjungan dan pujian membuat orang buta
dan tuli. (HR. Adailami)
9.
Bila kamu melihat orang-orang yang sedang
memuji-muji dan menyanjung-nyanjung maka taburkanlah pasir ke wajah-wajah
mereka. (HR. Ahmad)
72.
HASUD DAN
KETAJAMAN MATA
1.
Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki),
sesungguhnya hasud mengikis pahal-pahala
sebagaimana api memakan kayu. (HR. Abu
Dawud)
2.
Apabila seorang melihat dirinya, harta miliknya
atau saudaranya sesuatu yang menarik hatinya (dikaguminya) maka hendaklah dia
mendoakannya dengan limpahan barokah. Sesungguhnya pengaruh ketajaman mata
adalah hak. (HR. Abu Yu’la)
3.
Pengaruh ketajaman mata adalah hak. Bila ada
sesuatu yang mendahului takdir maka itu adalah oleh ketajaman mata. (HR. Muslim)
4.
Barangsiapa melihat sesuatu yang dikaguminya lalu dia
mengucapkan: “Masya Allah, tidak ada kekuatan kecuali dengan Allah”, maka tidak
akan terganggu oleh ketajaman mata. (HR.
Ahmad)
73.
CINTA DAN
BENCI
1.
Barangsiapa ingin dicintai Allah dan rasulNya
hendaklah dia berbicara benar (jujur), menepati amanat dan tidak mengganggu
tetangganya. (HR. Al Baihaqi)
2.
Barangsiapa mengutamakan kecintaan Allah atas
kecintaan manusia maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan mannusia. (HR. Addailami)
3.
Paling kuat tali hubungan keimanan ialah cinta
karena Allah dan benci karena Allah.
(HR. Athabrani)
4.
Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan
tuli. (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
5.
Cinta Berkelanjutan (diwariskan) dan benci
berkelanjutan (diwariskan). (HR. Al
Bukhari)
6.
Siapa yang ingin mengetahui kedudukannya disisi
Allah hendaklah dia mengamati bagaimana kedudukan Allah dalam dirinya.
Sesungguhnya Allah menempatkan hambaNya dalam kedudukan sebagaimana dia
menempatkan kedudukan Allah pada dirinya. (HR.
Al Hakim)
74.
KESOMBONGAN
1.
Tiada masuk surge orang yang dalam hatinya terdapat
sebesar biji sawi dari kesombongan. (HR.
Muslim)
2.
Barangsiapa memanjangkan pakaiannya (sehingga
menyeret ditanah) karena kesombongannya maka Allah tidak akan memandangnya
kelak pada hari kiamat. (HR. Al Bukhari
dan Muslim)
3.
Keagungan adalah sarungKu dan kesombongan adalah
pakaianKu. Barangsiapa merebutnya (dari Aku) maka Aku Menyiksanya. (HR. Muslim)
4.
Selagi orang berjalan dan merasa bangga dengan
tutup kepala dan kedua baju rangkapnya maka tiba-tiba dia dibenamkan ke dalam
tanah lalu dia bergelimang di dalam tanah sampai hari kiamat. (HR. Muslim)
5.
Ada tiga perkara yang membinasakan yaitu hawa nafsu
yang dituruti, kekikiran yang dipatuhi, dan seorang yang membanggakan dirinya
sendiri. (HR. Athabrani dan Anas)
6.
Barangsiapa membanggakan dirinya sendiri dan
berjalan dengan angkuh maka dia akan menghadap Allah dan Allah murka kepadanya.
(HR. Ahmad)
75.
PERZINAAN
1.
Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu
negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan
Allah. (HR. Athabrani dan Al hakim)
2.
Ada dua golongan dari penghuni neraka yang Aku
tidak sampai melihat merekanyaitu suatu kaum yang menyandang pecut seperti ekor
sapi dipakai untuk memukuli orang-orang dan wanita-wanita berpakaian mini,
telanjang. Mereka melenggang bergoyang. Rambutnya ibarat punuk unta yang
miring. Mereka tidak akan masuk surge atau mencium harumnya surge yang
sebenarnya dapat dirasakan dari jarak sekian-sekian. (HR. Muslim)
3.
Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan
dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua telinga zinanya
mendengar, lidah zinanya berbicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan
keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhasrat dan berharap.
Semua itu dibenarkan (direalisir) oleh kelamin atau digagalkannya. (HR. Al Bukhari)
4.
Perzinaan mengakibatkan kemiskinan. (HR. Al Baihaqi dan Asysyihaab)
5.
Perbuatan lesbian di antara kaum wanita adalah
perzinaan. (HR. Athabrani)
76.
PEMBICARAAN
DAN UCAPAN
1.
Barangsiapa beriman kepada allah dan hari akhir
hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam. (HR. Al Bukhari)
2.
Siapa yang member jaminan kepadaKu untuk memelihara
di antara rahangnya (mulut) dan diantar kedua pahanya (kemaluan) niscaya Aku menjamin
baginya masuk surga. (HR. Al Bukhari)
3.
Barangsiapa akhir ucapannya “Laa illaaha illallah”
niscaya dia masuk surga. (HR. Abu Dawud)
4.
Sesungguhnya diantara ungkapan kata dan keterangan
adalah sihir. (HR. Al Bukhari)
5.
Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam.
(HR. Ahmad)
Penjelasan :
Bicara saat emosi (marah) dapat
menyesatkan
6.
Diam (tidak bicara) adalah suatu kebijakansanaan
dan sedikit orang yang melakukannya. (HR.
Ibnu Hibran)
7.
Sesungguhnya Allah melarang kamu banyak omong, yang
diomong-omongkan, dan menyia-nyiakan harta serta banyak bertanya. (HR. Asysyihaab)
8.
Apabila ada orang yang mencaci-maki kamu tentang
apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu mencaci-maki dia tentang apa
yang kamu ketahui pada dirinya karena pahalanya untuk kamu dan kecelakaan untuk
dia. (HR. Adailami)
9.
Barangsiapa banyak bicara maka banyak pula salahnya
dan barangsiapa banyak salah maka banyak pula dosanya, dan barangsiapa banyak
dosanya maka api neraka lebih utama baginya. (HR. Athabrani)
10.
Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya. (HR. Athabrani dan Al Baihaqi)
11.
Berhati-hatilah dalam memuji (menyanjung-nyanjung),
sesungguhnya itu adalah penyembelihan. (HR.
Al Bukhari)
12.
Seorang memuji-muji kawannya di hadapan Rasulullah
SAW, lalu beliau berkata kepadanya, “Waspadalah kamu, sesungguhnya kamu telah
memenggal lehernya, sesungguhnya kamu telah memnggal lehernya (diucapkan
berulang-ulang).” (HR. Ahmad)
13.
Taburkanlah pasir kewajah orang-orang yang suka
memuji dan menyanjung-nyanjung. (HR.
Muslim)
14.
Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab,
“Allah dan RasulNya lebih mengetaui.” Beliau bersabda, “Menyebut-nyebut sesuatu
tentang saudaramu hal-hal yang dia tidak sukai.” (HR. Muslim)
15.
Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk,
berkata keji atau berkata busuk. (HR. Al
bukhari dan Al hakim)
16.
Semua umatku diampuni kecuali yang berbuat (keji)
terang-terangan yaitu yang melakukannya pada malam hari lalu ditutup-tutupinya
oleh Allah, tetapi esok paginya dia membeberkan sendiri dengan berkata, “Hai
Fulan, tadi malam aku berbuat begini…begini.” Dia membuka taabir yang telah
disekat oleh Allah Azza Wajalla. (Mutafaq ‘alaih)
17.
Yang paling aku takutkan bagi umatku adalah orang
munafik yang pandai bersilat lidah. (HR.
Abu Ya’li)
77.
UJIAN DAN
COBAAN
1.
Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan
cobaan. Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla bila menyenangi suatu kaum Allah
menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan
barangsiapa murka maka baginya murka Allah. (HR. Attirmidzi)
2.
Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih
dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa. (HR. Al Bukhari)
3.
Saad bin Abi Waqqash berkata, “Aku bertanya kepada
Rasulullah SAW, ”Ya Rasulullah, siapa orang yang paling berat ujian dan
cobaannya?” Nabi SAW menjawab, “Para Nabi kemudian yang meniru (menyerupai)
mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamanya tipis (lemah)
dia diuji sesuai dengan itu (ringan) dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai
itu (keras). Seorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi
bersih dari dosa-dosa.” (HR. Al
Buklhari)
4.
Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan baginya maka
dia diuji (dicoba dengan suatu musibah). (HR.
Al Bukhari)
5.
Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga.
Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya maka Allah
menguji dan mencobanya agar dia mencapai derajat itu. (HR. Athabrani)
6.
Apabila Allah menyenangi hamba maka dia diuji agar
allah mendengar permohonannya (kerendahan dirinya). (HR. Al Baihaqi)
7.
Apabila Aku menguji hambaKu dengan membutakan kedua
matanya dan dia bersabar maka Aku ganti kedua matanya dengan surga. (HR. Ahmad)
8.
Tiada seorang mukmin ditimpa rasa sakit, kelelahan
(kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan) sampaipun duri yang
menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya. (HR. Al Bukhari)
9.
Seorang mukmin meskipun dia masuk ke dalam lobang
biawak, Allah akan menentukan baginya orang yang mengganggunya. (HR.Al Bazzaar)
10.
Tidak semestinya seorang muslim menghina dirinya.
Para sahabat bertanya, “Bagaimana menghina dirinya itu ya Rasulullah? ”Nabi SAW
menjawab, “Melibatkan diri dalam ujian dan cobaan yang dia tak tahan
menderitanya.” (HR. Ahmad dan
Attirmidzi)
11.
Bukanlah dari (golongan) kami orang yang menampar-nampar
pipinya dan merobek-robek bajunya apalagi berdoa dengan doa-doa jahiliyah. (HR. Al Bukhari)
Penjelasan :
Dilakukan pada saat kematian
anggota keluarga pada zaman jahiliyah.
12.
Allah menguji hambaNya dengan menimpakan musibah
sebagaimana seorang menguji kemurnian emas dengan api (pembakaran). Ada yang ke
luar. Itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan. Ada juga yang kurang dai
itu (mutunya) dan itulah yang selalu ragu. Ada yang keluar seperti emas hitam
dan itulah yang memang ditimpa fitnah (musibah). (HR. Athabrani)
13.
Salah seorang dari mereka lebih senag mengalami
ujian dan cobaan daripada seorang dari kamu (senang) menerima pemberian. (HR. Abu Yu’la)
14.
Sesungguhnya Allah Azza wajalla menguji hambaNya
dalam rezeki yang diberikan Allah kepadanya. Kalau dia ridho dengan bagian yang
diterimanya maka Allah akan memberkahinya dan meluaskan pemberianNya. Kalau dia
tidak ridho dengan pemberianNya maka allah tidak akan memberinya berkah. (HR. Ahmad)
15.
Bencana yang paling payah ialah bila kamu
membutuhkan apa yang ada di tangan orang lain dan kamu ditolak (pemberiannya). (HR. Adailami)
16.
Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu
bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristigfar maka bagi
mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah. (HR. Al Baihaqi)
17.
Barangsiapa ditimpa musibah dalam hartanya atau
pada dirinya lalu dirahasiakannya dan tidak dikeluhkannya kepada siapapun maka
menjadi hak atas allah untuk mengampuninya. (HR. Athabrani)
78.
PERJALANAN
1.
Perjalanan adalah sebagian dari siksaan. (HR. Al Bukhari)
2.
Apabila kamu tiga orang dalam perjalan hendaklah
menunjuk seorang menjadi pemimpin rombongan dan yang berhak menjadi pimpinan
adalah orang yang paling pandai dalam bacaan Al Qur’an. (HR. Muslim)
3.
Rasulullah SAW apabila melepas orang yang akan
pergi dalam suatu perjalanan beliau menyalaminya dan tidak mendahului
melepaskan tangan beliau sampai orang itu melepas tangannya seraya beliau
berpesan: “Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanatmu dan amalan-amalanmu yang
terakhir”. (HR. Attirmidzi dan Annasai)
4.
Seorang hamba yang hendak melakukan perjalanan
(bepergian) meninggalkan suatu peninggalan bagi keluarganya lebih afdhol dari
shalat dua rakaat lalu berkata: “Ya Allah, aku menitipkan diriku, keluargaku,
harta-bendaku, agamaku, duniaku, akhiratku, tanggung jawabku, dan amalan-amalan
menjelang akhir hayatku.” (HR.
Aththahawi)
5.
Apabila kamu hendak melakukan perjalanan atau
perjalanan atau bepergian kesuatu tempat hendaklah berkata keluargamu, “Aku
titipkan kamu kepada Allah yang tidak akan mengecewakan titipan-titipanNya”. (HR. Attirmidzi)
6.
Rasulullah SAW apabila mengantar orang-orang mukmin
yang akan bepergian beliau bersabda: “Semoga Allah membekali kamu dengan taqwa,
mengarahkan kamu kepada segala kebaikan, melaksanakan bagimu segala dan
keperluanmu, menyelamatkan agama dan duniamu, mengembalikan kamu pulang dengan
selamat dan memperoleh keberuntungan”. (HR.
Ibnu Babawih)
7.
Aman bagi umatku dari bahaya tenggelam apabila pada
saat menaiki kapal mereka mengucapkan: “Dengan nama Allah di waktu berlayar dan
berlabuhnya. Sesungguhnya Robbku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Mereka
tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi
seluruhnya dalam genggamanNya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan
kananNya. Maha suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (HR. Abu Yu’la dan Adainuri)
8.
Ya Allah, Engkaulah teman kami dalam perjalanan dan
yang kami serahi urusan keluarga kami. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari
kekurangan (biaya perjalanan dan kawan) dan kesusahan sepulang ke rumah. Ya
Allah, dekatkan jarak bumi dan ringankan perjalanan kami. (HR. Athabrani)
9.
Rasulallah SAW bila dalam perjalanan memasuki malam
hari berkata: “Hai bumi, Robbku dan Robbmu Allah. Aku berlindung kepada Allah
dari gangguan yang ada, yang hidup dimukamu. Aku berlindung kepada Allah dari
gangguan singa, srigala, ular, kalajengking dan dari penghuni negeri serta daai
bapak dan anaknya”. (HR. Abu Dawud)
10.
Barangsiapa memasuki rumah (atau penginapan) dan
mengucapkan: “Aku berlindung dengan segala firman-firman Allah yang lengkap
sempurna dari gangguan semua makhluk”, maka dia tidak akan mengalami gangguan
apapun sampai dia meninggalkan rumah tersebut. (HR. Abu Yu’la)
79.
KEBERSIHAN
1.
Sesungguhnya Allah baik dan menyukai kebaikan,
bersih dan menyukai kebersihan, murah hati dan senang kepada kemurahan hati,
dermawan dan senang kepada dermawan. Karena itu bersihkanlah halaman rumahmu
dan jangan meniru-niru orang-orang Yahudi. (HR.
Attirmidzi)
Penjelasan :
Orang-orang Yahudi suka menumpuh
sampah dihalaman rumah.
2.
Suatu keharusan atas tiap orang muslim mandi dan
memakai wewangian serta gosok gigi pada hari Jum’at. (HR. Ahmad)
3.
Fitrah manusia ada lima yaitu dikhitan, mencukur
rambut kemaluan, menggunting (merapikan) kumis, memotong kuku (kuku tangan dan
kaki) serta mencabuti bulu ketiak. (HR.
Al Bukhari)
4.
Sesungguhnya banyak siksa kubur dikarenakan kencing
maka bersihkanlah dirimu dari (percikan dan bekas) kencing. (HR. Al Bazzaar dan Aththahawi)
5.
Barang siapa tidur dan tangan masih berbau atau
masih ada bekas makanan dan tidak dicucinya lalu karena sedikit gangguan
penyakit kulit maka janganlah menyalahkan kecuali dirinya sendiri. (HR. Ibnu Hibban dan Abu Dawud)
6.
Malaikat Jibril terus-menerus berpesan agar kamu
menggosok gigi (bersiwak) sehingga aku khawatir gigi-gigiku tanggal dan aku
ompong tanpa gigi. (HR. Aththhawi)
7.
Wahai Aba Hurairah, potonglah (perpendek)
kuku-kukumu. Sesungguhnya setan mengikat kuku-kuku panjang. (HR. Ahmad)
Penjelasan :
Mengikat dengan sihir, rayuan dan
godaan.
8.
Janganlah kamu kencing di air yang tidak mengalir
kemudian kamu berwudhu dar situ. (HR.
Ahmad dan attirmidzi)
9.
Apabila seorang bersenggama dengan isterinya dan
hendak mengulangi, hendaklah dia berwudhu lebih dulu agar lebih segar pengulangannya.
(HR. Muslim)
10.
Siapa yang mengenakan pakaian hendaklah dengan yang
bersih. (HR. Aththhawi)
11.
Apabila seorang bangun tidur jangan langsung
memasukkan tangannya kedalam ember (bak) air sehingga mencucinya lebih dulu
tiga kali. Sesungguhnya dia tidak mengetahui dimana tangannya bermalam atau
dimana tangannya melayang. (HR. Abu
Dawud)
80.
MAKANAN
DAN MINUMAN
1.
Sesungguhnya Allah baik dan tidak mengabulkan
(menerima) kecuali yang baik-baik. Allah menyuruh orang mukmin sebagaimana Dia
menyuruh kepada para rasul, seperti firmanNya dalam surat Al Mukminun ayat 52 :
“Hai Rasul-rasul, makanlah dari makanan-makanan yang baik-baik dan kerjakanlah
amal yang shaleh.” Allah juga berfirman dalam surat Al Baqarah 172: “Hai
orang-orang yang beriman makanlah di antara rezeki yang baik-baik.” Kemudian
Rasulullah SAW menyebut seorang yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut
dan wajahnya kotor penuh debu menadahkan tangannya ke langit seraya berseru:
“Ya Robbku, Ya Robbku”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya
haram dan dia diberi makan dari yang haram pula. Jika begitu bagaimana Allah
akan mengabulkan doanya? (HR. Muslim)
2.
Wahai Sa’ad perbaikilah (murnikanlah) makananmu,
niscaya kamu menjadi orang yang terkabul do’anya. Demi yang jiwa Muhammad dalam
genggamanNya. Sesungguhnya seorang hamba melontarkan sesuap makanan yang haram
ke dalam perutnya maka tidak akan diterima amal kebaikannya selama empat puluh
hari. Siapapun yang dagingnya tumbuh dari yang haram maka api neraka lebih
layak membakarnya. (HR. Athabrani)
3.
Janganlah kamu member makanan yang kamu sendiri
tidak suka memakannya. (HR. Ahmad)
4.
Sesungguhnya termasuk pemborosan bila kamu makan
apa saja yang kamu bernafsu memakannya. (HR.
Ibnu Maajah)
5.
Rasulullah SAW berkata kepada Umar bin Abi Salamah,
“Wahai anak, ucaplah Bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah
dari apa yang ada di hadapmu”. (HR. Al
Bukhari)
6.
Orang yang paling kenyang makan di dunia akan
menjadi paling lama lapar pada hari kiamat. (HR. Al hakim)
7.
Apabila kamu lupa menyebut “Bismillah” pada awal
makan hendaklah mengucapkan “Bismillah pada awal dan akhirnya”. (HR. Abu dawud dan attirmidzi)
8.
Apabila diserukan untuk makan malam lalu terdengar
suara azan oleh muazim maka dahulukanlah makan malam. (Abu Hanafiah)
9.
Hidangan makanan untuk dua orang seharusnya cukup
untuk tiga orang dan makanan untuk tiga orang cukup untuk empat orang. (HR. Al Bukhari)
10.
Barangsiapa makan bawang putih atau bawang merah
hendaklah menjauhi kita atau menjauhkan diri dari masjid kita dan sebaiknya
tinggal di rumahnya. (HR. Al bukhari)
11.
Dinginkanlah makanan, sesungguhnya yang panas-panas
tidak ada berkahnya. (HR. Al hakim dan
Adailami)
12.
Thariq bin Suwaid Ra bertanya kepada Nabi SAW
tentang khamar (arak) dan beliau melarangnya. Lalu Thariq berkata, “Aku hanya
menjadikannya untuk campuran obat.” Lalu Nabi SAW berkata lagi, “Itu bukan obat
tetapi penyakit.” (HR. Ahmad)
13.
Rasulullah SAW melarang orang meniup-niup makanan
atau minuman. (HR. Abu Dawud)
Penjelasan :
Meniup-niup agar lekas dingin.
14.
Tidak ada susu yang lebih baik (unggul) daripada
susu ibunya. (HR. Ar-ridha)
15.
Rasulullah SAW melarang kami minum dan makan dengan
perkakas makan dan minum dari emas dan perak. Beliau juga melarang kami
berpakaian sutera dan yang dibordir dengan benang sutera dengan sabdanya, “Itu
untuk kaum musyrikin di dunia dan untuk kamu di akhirat.” (Mutafaq ‘alaih)
Penjelasan :
Larangan itu terhadap kaum
pria.
16.
Bertamu iotu hanya tiga hari lamanya dan pemberian
bekal perjalanan bagi tamu hanya untuk sehari semalam. Tidak halal bagi seorang
muslim bertamu di rumah saudaranya semusim sehingga menyebabkannya berdosa.
Para sahabat bertanya, “Bagaimana sampai menyebabkan yang ditamui (tuan rumah)
berdosa?” Nabi menjawab: “Dia Bertamu sedang yang ditamui hampa tidak punya
sesuatu apapun untuk disuguhkan kepada tamunya”. (HR. Ahmad)
17.
Rasulullah SAW melarang orang yang minum dengan
membalik mulut kendi lang sung kemulutnya. (HR.
Al Bukhari dan Muslim)
81.
PERSOALAN-PERSOALAN
PRIBADI
1.
Ambilah kesempatan lima sebelum lima: mudamu
sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum melarat, hidupmu sebelum
mati, dan senggangmu sebelum sibuk. (HR.
Al Hakim dan Al baihaqi)
2.
Pandanglah orang yang di bawah kamu dan janganlah
memandang kepada yang di atasmu, karena itu akan lebih layak bagimu untuk tidak
menghina kenikmatan Allah untukmu. (HR.
Muslim)
3.
Sesungguhnya persoalan-persoalan itu ada tiga
macam, yaitu persoalan yang jelas bagimu kebenarannya maka ikutilah, persoalan
yang jelas bagimu sesatnya maka jauhilah, dan persoalan yang yang terdapat
perselisihan di dalamnya maka serahkanlah (kembalikan penetuan hukumnya) kepada
yang alim (ilmuwan). (HR. Athabrani)
4.
Buta yang paling buruk ialah buta hati. (HR.Asysyihaab)
5.
Sesungguhnya Allah melampaui ketentuan bagiku
dengan (memaafkan) umatku dalam kesalahan yang tidak disengaja, karena lapa
dank karena dipaksa melakukannya. (HR.
Ibnu Maajah)
6.
Usia umatku antara enam puluh da tujuh puluh tahun.
Sedikit dari merka yang melampauinya. (HR.
Attirmidzi dan Ibnu Maajah)
7.
Mungkin pelampiasan nafsu syahwat sebantar barakibat
kesedihan yang lama. (HR. Al baihaqi)
8.
Rasulullah
SAW bersabda dengan membawakan firman Allah dalam Hadits Qudsi :
“Pandangan mata adalah panah yang
beracun dari antara panah-panah iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut
kepada-Ku maka Aku ganti dengan keimananan yang dirasakan manis dalam hatinya.” (HR. Al hakim)
9.
Ibnu Abi waqqash berkata, “Ketika aku sakit,
Rasulullah dating menjenguk dan aku berkata, “Ya Rasulullah, bolehkah aku
bertanya lagi, ”Separonya?”, Nabi Menjawab, “Tidak.” Aku bertanya lagi,
“Sepertiganya?” Beliau menjawab, “Meninggalkan keluargamu dalam keadaan baik
(senang) lebih baik dari membiarkan mereka miskin mengemis pada orang-orang.” (HR. Al Bukhari)
10.
Barangsiapa bernazar untuk mentaati Allah,
hendaklah dia mentaatiNya dan barang siapa bernazar untuk bermaksiat terhadap
Allah maka janganlah ia melakukannya. (HR.
Al Bukhari)
11.
Mimpi yang baik (sholeh) adalah dari Allah dan
mimpi (buruk) adalah dari setan. (HR. Al
bukhari)
12.
Sesungguhnya yang dimaksud nazar ialah apa yang diharapkan
dengan keridhoan Allah “Azza Wajalla. (HR.
Ahmad)
13.
Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi)
menjelang waktu sahur (sebelum fajar). (HR.
Al Hakim dan Attirmidzi)
14.
Apa hak seorang muslim yang memiliki harta
(peninggalan untuk diwasiatkan) ialah tidak melampui dua malam kecuali
wasiatnya sudah tertulis dan sudah ditangannya. (HR. Muslim)
15.
Mimpi yang baik dari seorang yang sholeh merupa
satu dari empat puluh enam bagian dari mimpi kenabian. (HR. Al Bukhari)
16.
Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada
seseorang hendaknya dia pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya. (HR. Muslim)
17.
Hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah. Jika seorang
membongkar keburukan yang diketahuinya pada dirimu yjanganlah kamu membongkar
keburukan yang kamu ketahui ada pada dirinya. (HR. Ahmad dan Attirmidzi)
82.
PENGOBATAN
DAN PENYAKIT
1.
Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, apakah kami
berobat?” Beliau menjawab, “Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah
meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhnya, kecuali satu penyakit
yaitu penyalit ketuaan (pikun).” (HR.
Ashabussunnah)
2.
Allah menurunkan penyakit dan menurun pula obatnya,
diketahui oleh yang mengetahui dan tidak akan diketahui oleh orang yang tidak
mengerti. (HR. Al Bukhari dan Muslim)
3.
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal
sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab. (HR. Ibnu Maajah)
4.
Apabila terjadi dalam suatu negri suatu wabah
penyakit dan kamu disitu janganlah kamu keluar meninggalkan negri itu. Jika
terjadi sedang kamu diluar negeri itu janganlah kamu memasukinya. (HR.Al Bukhari)
5.
Wafat karena wabah adalah mati syahid. (HR. Al Bukhari)
Penjelasan :
Tentu tidak setingkat dengan
gugur dijalan Allah.
6.
Janganlah orang sakit mengunjungi orang sehat. (HR. Al Bukhari dan Muslim)
7.
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri
sebentar (tidak berlama-lama) dan ta’ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali
saja. (HR. Adailami)
8.
Allah tidak menjadikan penyembuhanmu dengan apa
yang diharamkan atas kamu. (HR. Al
Baihaqi)
Penjelasan :
Yang haram tidak dapat dijadikan
obat untuk menyembuhkan penyakit.
9.
Apabila seorang yang sakit dari kamu menginginkan
sesuatu makanan berikanlah. (HR. Ibnu
Maajah)
10.
Mohonlah kepada Allah keselamatan dan afiat.
Sesungguhnya tiada sesuatu pemberian Allah sesudah keyakinan (iman) lebih baik
dari pada sehat afiat. (HR. Ibnu Maajah)
11.
Larilah dari penderita lepra sebagaimana kamu lari
dari harimau. (HR. Al bukhari)
12.
Apabila seorang hamba sakit sedang dia biasa
melakukan sesuatu kebaikan maka Allah berfirman kepada malaikat: “Catatlah bagi
hambaKu pahala seperti yang biasa dia lakukan ketika sehat.” (HR. Abu Hanifah)
13.
Rasulullah SAW ditanya tentang azal (pemisah sperma
laki-laki dengan ovum dari wanita). Beliau lalu menjawab, “Lakukanlah yang kamu
pandang baik dan apa yang telah ditakdirkan Allah pasti akan terjadi, dan bukan
pasti bahwa dari tiap air mani terjadi anak.” (HR. Al Hakim)
83.
DUKUN DAN
PERAMAL
1.
Barang siapa mendatangi dukun peramal dan bertanya
kepadanya tentang sesuatu maka shalatnya selama empat puluh malam tidak akan
diterima. (HR. Muslim)
2.
Barangsiapa mendatang dukun peramal dan percaya
kepada ucapannya maka dia telah mengkhufuri apa yang diturunkan Allah kepada
Muhammad SAW. (HR. Abu Dawud)
3.
Sesungguhnya pengobatan dengan mantra-mantra,
kalung-gelang penangkal sihir dan guna-guna adalah syirik. (HR. Ibnu Maajah)
4.
Barangsiapa membatalkan maksud keperluannya karena
ramalan mujur-sial maka dia telah bersyirik kepada Allah. Para sahabat
bertanya, “Apakah penebusnya , ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah:
”Ya Allah, tiada ada kebaikan kecuali kebaikanMu, dan tiada kesialan kecuali
yang Engkau timpakan dan tiada ada ilah kecuali Engkau”. (HR. Ahmad)
5.
Ramalan mujul-sial adalah syirik. (Beliau
mengulanginya tiga kali) dan tiap orang pasti terlintas dalam hatinya perasaan
demikian, tetapi Allah menghilangkan perasaan itu dengan bertawakal. (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Penjelasan :
Thair artinya burung. Ramalan
tentang mujur dan sial semuyla dikaitkan dengan burung yaitu suara atau arah
terbangnya.
84.
HEWAN
1.
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan
mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar danm haus. (HR. Muslim)\
2.
Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan
memperlakukannya dengan sadis. (HR. Al
Bukhari)
3.
Nabi SAW melarang mengadu domba antara hewan-hewan
ternak. (HR. Abu Dawud)
Penjelasan :
Mengadu kerbau, sapi, domba
dan lain sebagainya.
4.
Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor
kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga
tanah. (HR. Al Bukhari)
5.
Seorang wanita pelacur melihat seekor anjing di
atas sumur dan hampir mati karena kehausan. Lalu wanita itu melepasd sepatunya,
diikatnya dengan kerudungnya dan diambilnya air dari sumur (lalu diminumkannya
ke anjing itu). Dengan perbuatannya itu dosanya diampuni. (HR. Al Bukhari)